5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi

66

Buat yang mengaku cinta Indonesia, jangan mau kalah sama temen-temen traveler nan kece yang selalu mengupdate akun media sosial-nya dengan foto-foto di pelosok Indonesia.

Yuk mari ktia lihat Indonesia dari dekat. Ini ada beberapa rekomendasi tempat dari saya biar kamu juga bisa ikutan jadi salah satu geng traveler kece itu. Ciao!

1. Ranu Kumbolo

Yang kamu mimpikan: 

Pagi itu sunyi, dingin menusuk, kabut bergulung di atas danau, seakan menyambut saya yang duduk bersama sahabat mencari hangat, sambil meminum kopi dari gelas yang sama. Sesaat kemudian, mentari mulai muncul dari balik bukit. Memancarkan serpihan cahaya ke sekeliling lembahan. Merah muda, bak pipi seorang gadis jelita yang sedang tersipu.

ranu kumbolo
Expectation : Merenung sunyi di Ranu Kumbolo

Yang terjadi sebenarnya : 

Pagi itu tetap dingin. Namun tak ada sunyi. Perut mulai bergejolak tanda panggilan alam. Kamu mencari tempat untuk melaksanakan dinas harian. Tak sadar kamu tersandung tali pengikat tenda saat mencari jalan keluar. Namun naas, lobang yang kamu gali ternyata baru saja ditutup. Terlihat seonggok benda lembut yang masih hangat ada dibalik tanah. Belum lagi yang tak malu ada di permukaan tanpa lubang. Tak sadar kembali, kamu pun menginjak mereka.

Reality : Pasar tumpah
Reality : Pasar tumpah. Sumber foto.
Ranu Kumbolo
Reality : Setelah itu. Sumber

 

 

2. Sempu

Yang kamu mimpikan : 

Mendengar cerita orang-orang tentang sebuah pulau kecil di selatan malang yang mempunyai laguna dengan batas langsung samudera Hindia, hati petualang kamu langsung bergejolak : Inilah surga dunia.

Pulau sempu bukan untuk wisatawan
Expectation : Pulau Sempu yang eksotis. Sumber

 

Yang terjadi sebenarnya : 

Setelah berjalan melewati hutan lebat yang basah, akhirnya kamu sampai ke segara anakan. Mood kamu tetiba hilang. Sempu yang konon katanya surga tiba-tiba seperti pasar kaget minggu pagi di depan komplek. Tenda-tenda berjejer rapat berebut tempat. Beberapa pemuda memainkan gitar dan berteriak-teriak mencari perhatian, membuat suasana jadi gaduh. Di suatu sudut, sampah sampah plastik dan kaleng sudah siap untuk tersapu air laut menuju samudera.

Setelah pulang, kamu menghela nafas. Apalagi ternyata kamu baru tahu, Sempu adalah daerah konservasi cagar alam yang bukan merupakan tempat wisata.

 

pulau sempu kotor
Reality : Pulau Sempu. Sumber

 

3. Surya Kencana, Gunung Gede.

Yang kamu mimpikan :

Warnanya putih, melambangkan cinta, ketulusan, serta keabadian. Ia tinggal di kesejukan dataran tinggi. Para pendaki akrab dengannya. Dari pendaki yang hanya ingin menikmati wangi dan mengambil fotonya hingga pendaki bodoh yang mencabut akarnya demi nafsunya.

Apalagi setelah kamu membaca tulisan 5 Tempat terbaik untuk menyaksikan bunga Edelweiss, jiwa petulang kamu kembali membuncah. Ingin rasanya mencium harumnya bunga abadi edelweiss yang lagunya sering kamu dengar sewaktu kecil. Ingin rasanya kamu bergaya ala Syahrini di Alun-Alun Surya Kencana —  sebuah padang savana tempat edelweiss tumbuh kembang yang tak terbantahkan eksotismenya.

Expectation : Surya kencana gunung gede. Sumber.

 

Yang terjadi sebenarnya : 

Memasuki padang surya kencana setelah trekking beberapa jam dari Cibodas, kamu pun langung mengeluarkan ponsel dan menggunakan aplikasi Instagram dan siap-siap bergaya “I’m feel freeeeeeee…..!” Namun, setelah kamu merebahkan tubuh kamu di antara bunga-bunga abadi, kamu mencium bau yang tak asing. Kamu melihat ke sekeliling, kamu terkejut menemukan banyak tisu-tisu basah yang mempunyai corak-corak kuning. Setelah berkeliling pun kamu berpikir, “Kan sudah bayar tiket masuk ya? Kok sampah-sampah ini gak diangkut?”

Padang Surya Kencana. Sumber.
Reality : Padang Surya Kencana. Sumber.

 

4. Goa pindul

Yang kamu mimpikan : 

Bersantai di desa kecil yang tenang di pedalaman gunungkidul, sambil ber-cave tubing bawah sungai bawah tanah dengan formasi bebatuan stalaktit dengan warna-warni pelangi yang menggantung di langit-langit gua kapur.

goa pindul expectation. Sumber
goa pindul expectation. Sumber

Yang terjadi sebenarnya : 

Di minggu pagi yang cerah……Ah, sudahlah..

Goa pindul reality. Sumber.
Goa pindul reality. Sumber.

 

5. Rinjani

Yang kamu mimpikan :

Salah satu tempat trekking yang kata orang-orang ‘seperti dunia lain’. Disebut-sebut sebagai trek terindah di Asia Tenggara. Rinjani adalah salah satu tempat ‘naik haji’ bagi para pendaki di Indonesia. Treknya yang panjang dan terjal tak menjadi halangan untuk menikmati secuil surga di Pulau Lombok ini.

Good evening Rinjani
Expectation : Good evening Rinjani.

Yang terjadi sebenarnya : 

Saking banyaknya pengunjung, Rinjani jadi tempat sampah. Pendaki dan para porter juga seenaknya menebang pohon yang masih hidup untuk dijadikan kayu bakar. Apa memang seperti ini nasib tempat-tempat indah di Indonesia?

Rinjani-dan-problamatikanya-8
Good morning Rinjani …… Sumber

Bahkan para bule yang tak tahan pun ikut mengambil sampah-sampah yang berserakan sepanjang jalur.

green-books
Bule-bule yang gemes sama sampah rinjani. Sumber

Yuk jaga kebersihan alam Indonesia!

gunung bukan tempat sampah! Sumber.
Wiro sableng aja tahu gunung bukan tempat sampah! Sumber.

Terima kasih dan Merdeka!

Posting ini ditulisan dalam rangka posting bareng di komunitas Travel Blogger Indonesia dengan Tema “Dream Indonesia” menyambut #RI70.

Mau tahu destinasi-destinasi impian teman-teman Travel Blogger Indonesia lainnya? Silakan main ke blog mereka ya!

66 COMMENTS

  1. Itu semuanya blom ada yg jd mimpi gueeh..secara anaknya malesan kalo hrs trekking…wkwkwk…lagian emang ga ngerti knapa sih yg pd pergi itu hobinya nyampah aja. Pulau Tidung jg nasibnya sama tuh.

    • Hehe. Tergantung tujuannya motret apa sih. Kalau emang mau ambil yang bagusnya, ngapain ambil yang jeleknya? Begitu juga sebaliknya.

  2. mau ikutan gerakan ‘ngga posting di socmed biar anak gaul ngga dateng ke tempat yang cool’ tapi dipikir2 juga ngga cool juga kalau indonesia yang cool ngga dikenal orang-orang yang cool.
    yang bisa dilakukan tentu merangkul orang-orang cool yang peduli pada sampah untuk mengubah cara masuk tempat wisata dengan cara yang cool. menghitung benda potensi sampah yang dibawa misalnya dan harus kembali sama saat pulang. memang pada awalnya ngga cool karena anak cool pasti mau cara yang praktis aja. tapi toh di tempat saya ada yang berhasil melakukannya.
    yang dibutuhkan bukan cuma anak-anak cool yang jalan ke tempat cool, tapi juga orang-orang cool yang mau bersusah payah mengubah cara yang selama ini dibudayakan dengan cara yang cool.

    yuk!

  3. Wira, koq sedih banget ya baca ini :(
    Dulu aku ke Sempu masih sepiiii banget, hampir gak ada orang malahan kecuali aku dan beberapa temen. Sekarang udah kayak gitu ramenya ya dan rusuh gitu buang sampah sembarangan huhu.
    Trus yang di gua Pindul…. aduh, kayak sarden

    • Hiks. Sempu emang sedih banget. Terus baru tahu juga itu adalah cagar alam yang banyak hewan dan tumbuhan endemik. Jadi nggak boleh jadi tempat wisata. Tapi banyak oknum yang main sih jadinya susah juga.

      • numpang nimbrung opini kang,
        bahwa sampah adalah limbah yg di hasilkan makhluk hidup, itu sudah pasti
        kalo pulau sempu dulu jarang yg datang, pasti jarang sampah
        kalo sekarang banyak sampah berarti banyak yang datang

        nah peran BKSDA sebagai filter pengunjung sebenarnya juga penting jangan semua menyalahkan si pengunjung
        BKSDA selaku operator lapangan harusnya selektif memilih pengunjung atau selektif bikin aturan

        misalnya, pengunjung bisa mendapat ijin setelah meninggalkan ID card sebagai jaminan
        ID Card titipan baru bisa diambil setelah pengunjung menyerahkan sampah “kunjungan” pada waktu pulang
        atau bisa juga bikin restribusi sampah yg biayanya dibebankan ke pengunjung
        hasil pengumpulan biaya ini nanti untuk diberikan kepada relawan setempat untuk biaya pengurusan sampah

  4. Yang saya pernah ke Gua Pindul, Kak. Alhamdulillah pas ga terlalu rame. Super padat pengunjung waktu itu pas long weekend. Btw, makasih ya pinjaman foto-foto Wae Rebo-nya.

  5. Kadang ikut ngenes juga lihat realita sekarang, mendadak semua orang berbondong-bondong traveling. Sah-sah saja, namun kita patut mengerem ekspektasi supaya gak sakit hati :D

    Sampahnya itu loh bikin pengen nonjok orang-orang yang buta dan tuli tentang kebersihan :(

  6. Hmm, postingan ini mirip yang yang sempat diposting juga tapi bedanya itu di dunia.
    Indonesia juga punya juga, hahhaa

    Terkadang ekspektasi tidak sebanding dengan realita, maka disitulah saya merasa lelah.
    Inilah kenyataan dibalik keindahan Indonesia, Semakin populer maka akan semakin kotor dan rusak.

  7. Manusia nggak pernah belajar~ dilema enggak nge buzz destinasi indonesia jadinya? Terus terang, lebih enteng, tanpa beban nulis destinasi luar negeri tapi ya gimana lagi~ *kerjaan kerjaan~*

  8. Kayaknya traveler harus mulai menulis jujur ya…Terkadang satu destinasi itu cuma cantik di foto ketimbang kenyataan. Tapi gimana ya..mengatakan lebih cantik difoto ketimbang kenyataan rasanya seperti nusuk ibu kandung dari belakang :(

  9. postingan ekspektasi vs realitanya keren banget ini mas :) keren banget dishare di sosmed, mengingat sekarang ini banyak banget anakanak kekinian yang suka jalanjalan tapi sampahsampahnya ditinggalkan..

  10. Kaget banget melihat ini. Masalah sampah memang menyebalkan, sepertinya memang tidak ada rasa ownership atau sense of belonging terhadap ruang publik atau lingkungan. Apalagi ketika sampah masuk ke sungai atau laut, sudah pasti akan sulit diambil, menjadi sampah abadi di lautan dan mungkin jadi senjata pembunuh hewan-hewan laut atau makanan baru ikan-ikan yang buntutnya di konsumsi manusia lagi. Saya juga nemui sampah di utara Raja Ampat ketika menyelam di sana, padahal daerahnya bukan dearh pemukiman.
    Dan menilik keramaian ini, mungkin memang ada yang salah dengan manajemen pariwisata Indonesia ya? Bukankah sebaiknya suatu daerah itu dibatasi jumlah wisatawan-nya, kalau enggak ya membludak gak sehat seperti ini. Gemes banget dengan hal ini. Membatasi kunjungan wisatawan diberlakukan di beberapa daerah di negara-negara yg pernah saya kunjungi demi konservasi alam atau gedung tertentu. Jadi bukan mustahil hal ini bisa dilakukan di Indonesia juga. Hanya pemerintah yg ngurusi pariwisata ini ngerti apa enggak..

  11. IMO di negeri kita tercinta ini traveling lagi ngetrend-ngetrendnya, tetapi makna “traveling” untuk sebagian orang itu yang penting datang ke suatu tempat yang lagi happening terus foto-foto selfie. Yang penting bisa eksis atau dianggap keren karena sudah mengunjungi suatu tempat. Bukan karena traveling untuk mensyukuri keindahan alam atau mengenal keanekaragaman budaya dan suku. Jadi mereka yang mengaku para “traveler” itu akan sembarangan saja membuang sampah dan merusak lingkungan. :( . Kalau menurutku untuk masuk ke area taman nasional kayak di rinjani dan semeru harus tanda tangan pernyataan dulu buat tetep menjaga alam kali yaa, dan dibatasi pengunjungnya juga, sekalian dibriefing yang bener. Para porter itu juga seharusnya dikasih pengarahan dari pihak-pihak terkait. Atau sekalian aja ditutup untuk pendaki di masa-masa tertentu? *iihh emosaaaa deh

  12. Sukak postingan ini, apa adanya, dan bikin mikir kok bisa ya orang2 itu buang sampah seenaknya, dimana sense of belonging mereka :'(

    Pengalaman sewaktu masuk obyek wisata alam di Kerala (India), pengunjung diwajibkan bayar deposit untuk setiap botol minuman yang mereka bawa. Tujuannya apa? Supaya pengunjung gak buang botol2 plastik itu sembarangan, dan membawa turun botol2 plastiknya ke posko, dikumpulin sampahnya, lalu uang deposit bisa diambil kembali. Setidaknya hal itu bisa mengeliminir banyak sampah yang dibuang sembarangan. Mungkin bisa ditiru di sini? Mungkin…

  13. kece! ngena dan bermakna! thanks wira, udah sharing & mengingatkan kami semua untuk menjaga lingkungan.

    tapi
    tapi
    tapi

    kenapa musti ada narasi: “seonggok benda lembut yang masih hangat ada dibalik tanah”

    abis baca itu, aku langsung pengen cuci kaki & ambil wudhu hahaha

  14. mental
    :)

    yuk brg2 revolusi mental
    *salam semua jari*
    *langsung angkat sampah dari dapur ke tong sampah basah dan sampah daur ulang ke tong sampah satunya*

  15. Tulisannya sangat menarik, mas. Membuat kita tertegun sejenak dan merenungkan tujuan dari setiap perjalanan kita. Apakah demi gengsi, eksistensi, nafsu diri, atau memang panggilan hati? Itu semua akan tampak dari cara bagaimana seseorang menjalani perjalanannya.

    Ngomong-ngomong, libur lebaran kemarin aku ke Goa Pindul. Syukurlah, suasana nggak terlalu ramai, masih ada ketenangan untuk menikmati sungai yang berwarna hijau toska. Kebersihannya juga nggak masalah. Kayaknya cuma di saat-saat tertentu aja ya Goa Pindul membludak kayak foto di atas :D

  16. […] Di Timur Menyongsong 17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia 18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi 19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang 20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar […]

  17. Astagfirullah. Saya tipe yg suka travellong sendiri yg saya cari ketenangan. Hunting foto dan menikmati keindahan alam secara personal. Dan itu alasan knp saya g suka dateng ke tempat yg ngehits di sosmed. Coba datang ke distrik okbape pegunungan bintang tmpt jatuhnya trigana air. Alamnya bersih krn g terjamah anak2 yg punya sembpyan my trip my adventure

  18. Miris ya dengan keadaan tempat2 yang dulunya indah banget tapi karena kelakuan manusia yang tidak menjaga alam, malah merusak alam. Semoga para pembaca sadar dengan keadaan ini

  19. aku terhenyak lho kak baca tulisan ini… teringat pulau di anambas yg mulai ngehits sudah dirambah sampah… selama perjalanan tj pinang- tarempa penumpang enak aja lempar sampah ke laut padahal di depannya ada tong sampah.

    pecutin nih yg suka nyampah..

  20. Miris banget ya wira. Di satu sisi kita gencar mempromosikan objek wisata tersebut disisi lain kita lupa untuk merawatnya terutama agar tetap indah dan bebas dari sampah

  21. selama ini silent reader di blog apik ini. Apresiasi luar biasa untuk postingan ini yang menghadapmukakan antara ekpektasi dan realitas, memapar semoga menampar kesadaran bersama.
    Trim Mas Wira. Salam

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')