Warning : Jangan sampai kamu tidak punya paspor atau paspor kamu habis masa berlakunya!

Lima tahun lalu, ajakan ke Gunung Kinabalu terpaksa saya tolak karena belum punya paspor. Dan beberapa pekan lalu, ajakan ke salah satu negara Eropa juga tak bisa saya penuhi karena masa berlaku saya tinggal lima bulan lagi!

*nangis di pojokan*

Saya memperpanjang paspor di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta selatan di Jl. Warung Buncit. Karena saya ingin mengganti paspor lama saya dengan e-paspor.

Karena untuk membuat paspor elektronik ini hanya bisa dibuat di Kantor Imigrasi Kelas 1 Jakarta, Surabaya, dan Batam.

Anyway, membuat dan memperpanjang paspor (atau e-paspor) punya syarat dan harga yang sama. Jadi ikuti saja langkah dibawah ya!

1. Siapkan Dokumen Persyaratan

Siapkan dokumen asli dan fotokopi-nya di selembaran kertas A4 (jangan digunting). Dokumen tersebut diantaranya:

  • KTP (kartu tanda penduduk) yang masih berlaku atau surat keterangan pindah keluar negeri;
  • KK( kartu keluarga);
  • AKTA KELAHIRAN, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis; (salah satu saja)
  • Surat penetapan ganti nama bagi yang telah mengganti nama; dan
  • Paspor lama bagi yang telah memiliki paspor sebelumnya.

Sudah? Mari lanjut

2. Pra-pendaftaran online

Daftar online untuk mempersingkat antrian

Antrian online dan antrian walk-in (datang langsung) dipisah. Jadi memang lebih cepat mendaftar online terlebih dahulu disini.

Tapi masalahnya, kalau yang mau daftar paspor elektronik, tidak bisa mendaftar online. Harus tetap datang langsung ditempat. Hmm, padahal sama saja ya seharusnya.

Beda e-paspor dengan paspor biasa adalah harganya yang lebih mahal ( Rp 655 rb vs 355 rb), bisa masuk ke jepang tanpa membuat visa (hanya perlu daftar paspor di kedutaan jepang), bisa pakai fitur autogate di Soekarno -Hatta (tidak perlu antri imigrasi), dan keamannya yang lebih terjamin. 

Setelah pendaftaran online selesai, kamu bisa langsung membayar ke bank sesuai instruksi yang akan kamu dapat di email. Kemudian datanglah sesuai tanggal dan lokasi kantor imigrasi yang kamu tentukan!

3. Datang ke kantor imigrasi

Antrian saya, ditambah 30 antrian prioritas (lansia, difable, ibu hamil). Jadinya antrian 49

Waktu saya membuat paspor lima tahun lalu (tahun 2012), antrian sudah mencapai 30 orang saat jam EMPAT pagi! Dan waktu saya perpanjang paspor tahun 2016 ini, saya mendapat antrian nomor 49 saat datang jam LIMA pagi!

Loh, kenapa sih pada datang pagi-pagi buta begitu? Bahkan kantor imigrasi Jakarta Selatan ini memang buka pada jam 6 pagi di hari selasa dan jumat!

Ternyata, ada batasan kuota pendaftar perhari. Saya tidak tahu persis, tapi sekitar hanya 100-200 orang perhari, makanya orang-orang sudah mengantri sejak pagi buta. Bahkan mungkin ada yang tidak tidur semalaman demi antrian pertama.

Namun, ternyata aturan tersebut sudah tidak berlaku. Jadi, semua pemohon yang datang dibawah jam 10 pagi akan tetap dilayani berapapun jumlahnya (ini di kantor imigrasi Jaksel sih, belum tahu yang lain, mungkin sama). Tapi tetap enak datang pagi sih. Saya datang jam 5 pagi, dan jam 7.30 saya sudah selesai (hari itu selasa jadi mereka buka jam 6 pagi).

Tak perlu datang pagi buta. Namun lebih pagi lebih baik

Untuk yang dapat nomor antrian sudah ratusan, kamu bisa memantau nomor antrian di infoantrianpaspor.imigrasi.go.id  jadi bisa keluar dulu cari makan tanpa harus takut ketinggalan waktu nomor antrian kita dipanggil. Nice!

Pembuatan paspor pun tidak bertele-tele. Antrian dipanggil menggunakan sistem customer service yang sudah digital. Loket pun ada lebih dari 10 buah yang membuat pelayanan jadi cepat. Pagi itu juga ada seorang bapak petugas yang menjelaskan tata cara pengisian formulir pendaftaran dengan cara khas stand up comedy saking lucunya, hehe.

Suasana antrian kantor imigrasi jaksel

Setelah membuat paspor, untuk yang walk in akan diberikan kertas petunjuk pembayaran lewat ATM ataupun bank. Tidak perlu konfirmasi ulang pembayaran karena sistem sudah terintegrasi dengan bank.

Gampang banget!

4. Ambil paspor

Paspor Baru vs Paspor Lama

Paspor biasa jadi 3 hari kerja setelah pembuatan.

Paspor elektronik jadi 5 hari kerja setelah pembuatan.

Siapkan bukti pembayaran dan datanglah ke loket pengambilan paspor mulai jam 1 siang. Karena memang jam pelayanan pengambilan paspor mulai pada jam tersebut.

Ambil paspor lama dan paspor baru kalian dan jangan lupa tersenyum :)

5. JALAN-JALAN

Buat paspor mahal-mahal tapi gak dipake? Yuk langsung pesen tiket pesawat haha!

Jadi, kemana tujuan jalan-jalan kamu berikutnya?

Terima kasih!

Kapan kita kemana?

24 COMMENTS

  1. Hai kak Wira.. salam kenal :) baru sekarang berkunjung kesini dan pas nyari info mau buat paspor :D
    Untuk yg belum punya paspor sama sekali lebih baik langsung epaspor atau yg biasa aja dulu ya? ( .__.) galau.
    Thank you kak

  2. Pas banget paspor udah masuk masa tenggang 5 bulan. Rencana mau bikin e-paspor tapi sepertinya belom butuh-butuh amat. Lanjut paspor biasa aja dulu deh :)

    Thanks infonya kak, dah lama ngga urus paspor jadi refresh lagi alurnya gimana.

  3. Hari ini lg ngantri di kantor imigrasi kelas1 jakarta selatan. Rencana nya mau ganti e-passport krn 6 bulan lg paspor nya expired dan tgl 13 februari ini akan berangkat ke jepang. Tp sampai sini petugas security bilang mesin e-passport bermasalah jd paling cepat printing 3 minggu.
    Mesti gmn ya? Ttp urus e-passport atau konven ya?

    • Wah, bermasalahnya di semua kantor imigrasi apa jaksel saja? Kalau 3 minggu masih sempat sih sebetulnya sebelum 13 februari. Ngurus visa waiver di kedutaan juga cuma 2 hari. Tapi kalau gak mau was-was ya pakai paspor biasa saja dan urus visa jepang-nya.

      • Td saya ga dpt no antrian mas wira. Jd sy udh nyampe di lantai 2, dan pas di lantai 2, barisan dibagi jadi 2. Yg dibelakang saya pindah barisan dimana yg melayani pengecekan dokumen mbak2. Sy dpt barisan yg melayani mas2. Dan ternyata mbak yg ngecek dokumen lbh sigap. Ada sekitar 10 orang yg sebelum nya antri dibelakang saya ttp dpt no antrian dan saya gak. Kesel karena ngerasa ga fair. Besok sy harus dtg lbh pagi sepertinya.

        Saya ga nanya mas wira. Tp sepertinya di semua sistem. Td sistem yg online jg bermasalah. Jd byk bgt yg complain.

        Kalo emg masih memungkinkan ngurus e-passport untuk keberangkatan ke jepang tgl 13 feb, sy pake e-passport aja kali ya mas.
        Bener2 bingung.

        • Wah, kok bisa nggak dapat nomer antrian? apa datangnya diatas jam 10? Soalnya kalau di jaksel dibawah jam 10 pasti dapet nomor antrian. Coba ditanya lagi, kalau memang maksimal 3 minggu bisa cetak sebaiknya epaspor saja. Tapi kalau paspor biasa resikonya lebih minim sih…dengan catatan harus mengurus visa sendiri.

        • Sy dateng jam set 7 mas. Di quota per 300 orang per hari. Sy udh 3 jam jg. Dan bbrp kali di hitung sama petugas kl barisan sy aman. Masi masuk dlm quota 300 orang. Barisan yg diluar 300 dh bubarin dr awal. Td beneran kecewa bgt. Set 10 pas sisa 2 orang lg di depan meja pengecekan dokumen di bilang yg walk in dan online dh abis quota. Jadi kalo tagline di website imigrasi , jaminan jika datang sebelum jam 10 akn tetap dilayani salah mas.

          Td sy sempat tanya ttg epaspor. Sekuriti yg ngatur barisan menginfokan kira2 3 minggu jadi epasspor. Tp di pihak informasi lt.2 bilang kira2 15 hari. Kedua nya ga bisa menjanjikan maksimal berapa hari mas. Karena ada sistem yg bermasalah di pencetakan nya.

        • wah padahal seharusnya tidak pakai kuota tuh…tapi, coba saja datang subuh2 untuk dapat antrian pertama nanti ya.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')