Suka traveling? Suka motret? Berikut ini tips-tips random dari saya untuk fotografi saat traveling, mari :)

1. Dekati dan kenali subjek

Coba bayangkan ada seseorang yang tidak dikenal, tiba-tiba memotret kita dengan kamera SLR super besar itu, lalu setelah itu pergi begitu saja.

Apa mau kita diperlakukan seperti itu? Tentu tidak. Sama seperti dengan subjek yang akan kita potret.

Coba dekati dengan perlahan dan senyuman, kalau perlu jangan keluarkan kamera terlebih dahulu.

Berbincanglah. Cari cerita tentang dirinya. Setelah ia merasa nyaman, baru ambil fotonya. Lihatlah perbedaannya, ekspresi akan terlihat lebih natural.

Anak penjual gelang di pantai Tanjung an, lombok. Ekspresi yang natural bisa didapat dengan komunikasi yang baik. Canon 5d, 28mm 2.8

Pengerajin bambu di kampung cikaramat di kaki Gunung Gede. 50mm f/1.8
Senyum anak Ruteng. Canon 5d , 50 mm @ f/2.8

“Forget the long lens, bru. Things only look great up close,” kata kevin carter dalam film the bang-bang club.

2. Less is More

Nah, bawaan saat traveling pasti sudah terlalu banyak, bahkan rasanya tas kita kurang besar.

Mau ditambah kamera lagi?

Nggak deh. Cukup bawa satu kamera saja. Baterai boleh wajib yang banyak.

Kalau bawa jenis DSLR, saran saya bawalah lensa fixed/prime. Karena lensa ini kecil, ringan, dan membuat foto kita lebih baik. Walau tidak bisa zoom, lensa fixed membuat kita berpikir untuk mengoptimalkan frame yang ada.

Saya, dan para porter :p

Membawa lensa ‘sapu jagat’ seperti 18-200mm atau 28-300mm juga tidak masalah. Tapi menurut pengalaman, lensa seperti itu cocok untuk having fun.

Lensa fixed masih lebih baik untuk foto yang ‘serius’ (selera sih, hehe).

Saya sendiri pakai lensa fix 28mm dan 50mm. Cuma ada 18-55 atau kamera pocket? No problem, the best camera is the one you own now :)

3. Ambil foto saat ‘Golden hour’

Tentu kita semua sudah tahu, pagi dan sore hari adalah cahaya terbaik karena cahaya yang datang dari samping memberikan definisi yang baik bagi subjek. Pun warnanya yang hangat dan intensitasnya yang lembut.

Pantai Ende. Cahaya dari samping memberikan permainan terang dan gelap yang baik. 28 mm @ f/11
Pagi di Gili Laba. Cahaya pagi memberikan warna yang hangat.

4. Hindari cliche´

Foto yang cliche (klise) adalah foto yang sudah sangat sering diambil oleh orang, sehingga sepertinya semua orang sudah punya foto tersebut. Tentunya foto yang seperti itu akan membosankan.

Contohnya adalah foto bromo dari pananjakan, foto landmark suatu kota, sunset, foto pohon yang sedang sendiri, dan motif lain yang sering kita lihat. Foto-foto tersebut menjadi klise bukan tanpa alasan. The become cliche because they look good!

Cara menghindarinya adalah sebelum traveling riset terlebih dahulu objek apa saja dan foto-foto seperti apa yang sudah diambil. Hindari foto ‘postcard’. Dan saat mengambil foto coba ambil sudut-pandang dan teknik pengambilan yang lain.

Sekitar lautan pasir bromo. Nikon D40, 12mm
Borobudur malam waisak. Full moon ditambah lampion terbang. Speed 30 detik.

5. Jangan lupakan Detail

Terkadang detail-detail yang kecil luput dari perhatian kita. Padahal hal-hal kecil tersebut seringkali bisa menjadi pemanis dalam cerita perjalanan kita.

Komodo naik perahu :p
Kain tenun desa sade, Lombok.
Lembahan Gunung Rinjani

6. Tangkap landscape yang menawan

Ini jenis foto yang pasti selalu ada dalam setiap perjalanan kita. Entah itu seascape, cityscape; silahkan baca tips-tips fotografi landscape dimari dan dimari. Jangan lupa juga latihan ya.. :)

Curug Cikaso, Sukabumi. Canon 5d, 28mm, f/22, 1sec.

 7. Selalu siap dengan kamera

Carilah decisive moment. Selalu bawa kamera kemana-mana, momen bagus itu tidak hanya keberuntungan. Tapi keberuntungan tersebut bisa didapatkan kalau kita selalu siap.

Seorang biksu yang sedang memandangi borobudur. 50mm 1.8

Sekian dulu, nanti dilanjut dengan tips-tips lainnya. Ada yang mau share tips-tips foto saat traveling? Silakan komen dibawah :)

Terima kasih!

28 COMMENTS

  1. tipsnya bagus mas. kebetulan saya suka traveling dan foto juga. walaupun pake kamera digital tapi kalo ngambilnya bener hasil juga gak kalah kok sama hasil jepretan DSLR. :)

  2. Terima kasih untuk “ilmu”nya.. Salam manis dari saya si penikmat foto, yang suka difoto, dan dgn malu2 suka pamer foto2 ‘ala kadarnya’ dari ‘kamera saku’-nya hehehe..

  3. Mas wira salam kenal ya :-)
    Terima kasih ya mas tips2nya. Saya jg suka foto pd saat travel, pertanyaannya klo dimusim dingin filter cpl diperlukan gk ya mas? Gmn cara buat langit tidak flat spt foto2 mas wira?
    Terima kasih banyak mas sebelumnya :-)

  4. Foto di gili laba juwaraaaa!! suka sekali… pemandangannya kelihatan meneduhkan jiwa. Terimakasih sudah sharing foto dan berbagi tips and trick. Sangat berguna ilmunya…….

    Salam kenal,
    D.

  5. saya juga kamera pocket kok cuma yang saya mau tanya sama mas wira settingannya gimana mas supaya air terjunnya bisa smooth dapet banget bulbnya jelasin yang detail ya mas settingnya ama nekan rananya saya nikon coolpix p330 user … makasii ^_^

  6. Wah makasih banyak nih gan. Saya setuju banget sama yang cliche itu. Tapi kadang susah juga, karena harus nyari dari sudut dan angle yang berbeda, yang berarti harus take time untuk eksplorasi terlebih dahulu.
    BTW, pic lembah Rinjaninya keren banget! Jadi kepingin ke sana hehehe

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')