Kali ini saya akan mereview kamera dari BenQ kembali. Namun, seri kali ini cukup berbeda dengan seri G1 yang saya review sebelumnya.

Kamera ini bentuknya mirip DSLR mini. Walaupun bentuknya menjadi lebih besar dari G1, namun kamera yang bernama GH800 dengan ini menjadi sangat nyaman dipegang.

GH800 ini biasa disebut sebagai kamera prosumer. Kamera ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin kontrol lebih pada kameranya, namun tidak ingin menggunakan dslr yang berat dan mahal.

Berikut ini fitur utama dari GH800

BenQ GH800 dan BenQ G1
BenQ GH800 dan BenQ G1

Lensa superzoom 22 – 810 mm (equivalent 35mm), ini betul-betul gila. 23mm itu cukup lebar, dan 810 mm itu sangatlah jauh! Dan lensa ini sangat tajam untuk ukuran zoom 36x ini. Pernah lihat orang di pinggir lapangan bola dengan lensa putih? Begitulah ukurannya jika menggunakan DSLR. Cocok buat yang mau berotot!

Super macro mode, selain mode macro, GH800 juga punya mode super macro. Anda bisamemotret dengan fokus yang sangat dekat hingga 1 cm di depan lensa. Super!

Tilting LCD. Dengan LCD yang bisa rubah angle-nya dari atas ke bawah, kita bisa memotret dengan sudut-sudut yang sulit. Sayangnya, tidak bisa diputar ke arah depan untuk self portrait seperti G1 hehe.

Electronic viewfinder.  Jika matahari terlalu terik dan kita kesulitan memotret menggunakan LCD, silakan intip viewfinder seperti dslr, dan kita akan melihat replika LCD mungil dengan jelas di dalamnya. Memang tidak akan sebesar dslr, tapi cukup.

18 Megapixel sensor. Percaya saya, resolusi foto 4896 x 3672 pixel ini sudah sangat lebih dari cukup untuk keperluan sehari-hari.

HDR mode. Mode HDR GH800 adalah mode hdr dengan hasil yang paling alami yang saya lihat hingga saat ini. Sangat bermanfaat saat kondisi cahaya terlalu kontras. GH800 akan mengambil 3 buah foto dengan range terang gelap yang berbeda, kemudian akan menggabungkannya menjadi satu foto utuh dengan range dari gelap ke terang yang seimbang.

Mode HDR BenQ Gh800. Warnanya sangat natural!
Gunung Tangkuban perahu. Mode HDR BenQ Gh800. Warnanya sangat natural!

Handling Experience

GH800 adalah kamera yang cukup responsif. Bermain-main mode dial dan menu, tidak perlu effort lebih. Tombol-tombolnya juga mantap ditekan dan mode dial tidak mudah terubah sendiri seperti BenQ G1.

Memegang GH800, sama nyamannya ketika memegang DSLR. Bedanya, bobot GH800 yang 500 gram dengan lensa 23-810. Mungkin hanya seperempatnya DSLR dengan lensa serupa. Well, setahu saya tidak ada dslr dengan lensa superzoom seperti itu sih hehe!

Ada satu buah dial putar yang pada posisi jempol kita untuk merubah parameter shutter speed dan aperture (diafragma) tergantung mode pemotretan. Sayangnya memang cuma satu, jadi ketika kita memakai mode manual, kita harus menswitch fungsi tombol ini dengan tombol ok.

Ladybug. Mode super macro.
Ladybug. Mode super macro.
Mode macro GH8000
Mode macro GH8000
Masih mode macro GH800
Masih mode macro GH800
Macro
Macro
Lebah. Mode macro pada posisi tele GH800
Lebah. Mode macro pada posisi tele GH800

Untuk zoom, digunakan lever yang berada di tombol shutter. Juga ada lever zoom di sisi kiri lensa. Zoom-nya sangat cepat, namun terkadang sulit untuk kontrol yang presisi.

Yang paling menarik adalah mode HDR. BenQ sepertinya sangat yakin implementasi mode HDR pada kamera ini berfungsi dengan sangat baik, sehingga ada shortcut ke mode HDR ini di mode dial. Dengan mode ini, kamera akan mengambil foto dengan tiga buah tingkat terang-gelap yang berbeda, dan menggabungkannya secara otomatis untuk menghasilkan foto yang mempunyai range cahaya yang besar.

Contohnya adalah untuk foto sunset. Jika kita mengukur metering kamera ke matahari, maka kita hanya akan mendapat matahari, sedangkan bagian daratan akan gelap. Begitupun sebaliknya. Maka, mode HDR ini pun menjadi penyelamat. Saya juga menulis tutorial saat membuat foto HDR secara manual, namun memang agak repot.

Scene mode juga masih ada di seri Gh800 ini. Filter-filter seperti lomo, fisheye, night portait tetap ada. Yang baru saya lihat adalah mode panorama. Sangat mudah digunakan, tinggal menggeser posisi kamera ke samping, sepanjang kita ingin panoramnya sepanjang apa.

Untuk video, GH800 juga tidak mengecewakan. Terdapat mode 1080i 60 fps, 1080p 30 fps, 720p 60 untuk slow motion. Ada juga mode 120 fps untuk benar-benar slow motion, tapi hanya pada resolusi 480p. Video juga dilengkapi dengan mic stereo dan mode wind cut (mengurangi suara angin yang masuk).

Jika siang hari cerah terik, dan kita tidak bisa melihat LCD dengan jelas. Kita bisa gunakan Electronic viewfinder. Berbeda dengan DSLR yang menggunakan optical viewfinder, dengan EVF yang kita intip adalah sama dengan LCD. Namun tidak akan terganggu cahaya matahari. Walaupun ukuran EVF terlalu kecil, namun sangat membantu jika cahaya terik.

bisa juga motret burung, di tas genteng :))
bisa juga motret burung, di atas genteng :))
telephoto zoom
telephoto zoom

The super zoom & super macro

Menurut saya, fitur ini adalah nilai jual utama kamera ini. Lensa zoom 22-810 ini sangat serba guna. Mulai dari landscape, portrait, hingga wildlife bisa dicapai lensa ini. Tidak seperti G1 yang mempunyai f/1.8, GH800 hanya mempunya f/ maksimum 3.4. Hal ini bertujuan untuk menekan ukuran lensa. Jika tetap menggunakan f/1.8, saya tidak bisa membayangkan ukuran dan berat kamera ini.

Mode macro digunakan untuk mendekatkan fokus pada semua posisi zoom. Ada satu lagi mode super macro, yang bisa lebih dekat lagi posisinya daripada mode macro. Tapi posisi zoom akan terkunci di sekitar 35 mm. Dengan ini, lensa bisa fokus dengan jarak 1 cam di depan subjek.

Semut. Super macro mode.
Semut. Super macro mode.
zoom sekitar 80 mm
zoom sekitar 80 mm
zoom sekitar 300 mm, kalau 800 mm bisa mengambil detail bangunan di bawah.
zoom sekitar 300 mm, kalau 800 mm bisa mengambil detail bangunan di bawah.

Yang paling penting, lensa ini sangatlah TAJAM di posisi wide, namun sedikit berkurang seiiring bertambahnya posisi zoom.

Autofokus bekerja sangat baik, walaupun tidak terlalu cepat, pada cahaya yang cukup. Pada cahaya minim, posisi wide tetap bisa mengunci fokus. Namun pada posisi tele, GH800 cukup kesulitan untuk mencari subjek.

Yang menarik, mode fokus bisa langsung kita set ke infinity (jarak tak hingga), sehingga pada saat memotret landscape minim cahaya, kita tak perlu nyalakan autofokus yang pasti sudah kesulitan bekerja.

Kesimpulan

BenQ GH800 adalah kamera all around yang sangat baik. Dengan lensa superzoom yang tajam, apapun bisa difoto asal cahaya masih mencukupi. Untuk low light, saya sarankan untuk menggunakan monopod/tripod untuk membantu menyangga kamera. Karena misalnya, jika kita menggunakan posisi zoom 500 mm (posisi sekitar setengah zoom bar, shutter speed minimal adalah 1/500)

Terima kasih!

GH800-0826

IMG_1057 IMG_1081 IMG_1117

Dari lebar
Dari lebar
ke posisi tele
ke posisi tele

GH800-0850

HDR mode
HDR mode
full zoom, 800 mm :D
Bulan di sore hari cerah. Full zoom, 800 mm :D

 

*Untuk spesifikasi lengkap, bisa dilihat di webiste resmi BenQ, dan jika ingin berdiskusi, silakan kunjungi fanpage BenQ Indonesia di facebook.

**GH800 bisa dibeli disini :

GH800 Rp 2,999,000 (with Free Memory 8 GB.)

Witacom. 021- 6019619, 6019355 (Orion mangga dua)

Pilofice 021-56983609

[adv]

24 COMMENTS

  1. Muchas gracias por la nota y la revisión de los detalles que has hecho, en realidad veo mucho interés en hacer una buena revisión de esta cámara y son pocas las opiniones que he encontrado.
    Por lo demás hay que probar todo lo que ofrece esta cámara para sacarle el mayor provecho.
    Un saludo desde Costa Rica.
    Gustavo

  2. Fotony keren, stlh melihat review akhrny sy pun membeli benq gh800 ini. Krn sy newbie mhn pencerahaanny, gmn mengatur settingan agar mendpt efek blur d blkg dan fokus d tengah. Trima kasih

  3. mau nanya, saya beli nih kamera

    mau motret pakai mode macro, coba nge shoot semut, tapi gak bisa dapet kaya gambar diatas ya,
    minta tutorialnya dong mas, jarak yang pasnya gimana, pake mode apa, dll

    saya masih newbie, ini kamera pertama saya

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')