tbex media trip
In the past TBEX asia 2015 Bangkok, I had followed a session with the theme as it is written in the title above. The presentation was delivered by an Irish Public Relations Agency company who specialized in the field of travel. Actually, this session is not for bloggers, but for business people in the industry. But, because the class I attended was quite...
Tempat pertama yang saya kunjungi di Yamagata prefecture adalah Rissahku-ji Temple di Yamadera. Salah satu kuil paling penting di Tohoku Region. Kabarnya kuil ini sudah ada sejak tahun 860! Dari Yamadera Station untuk sampai di kuil ini hanya lima menit berjalan kaki. Tapi ternyata saya salah, itu bukan Rissahku-ji. Melainkan Konpunchudo Temple. Rissahku-Ji berada di atas gunung sana. Hanya 1015...
Nama lengkapnya adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Namun untuk mempersingkat, mari kita sebut saja Bandara Sepinggan. Sepinggan ini adalah bandara yang terletak di Balikpapan, Kalimantan Timur. Bandara ini baru saja mendapat penghargaan ciamik. Berdasarkan penilaian Airport Council International, Sepinggan adalah bandara terbaik di dunia tahun 2017 dalam hal layanan kepuasan penumpang pada kategori 5-15 juta penumpang pertahun. Wow! Dan...
Saya menghabiskan masa kecil di tahun 90-an pada zaman smartphone belum ada. Saya ingat sekali saya masih sempat bermain permainan tradisional yang tak perlu bantuan software. Tapi butuh kaki dan tangan yang bergerak langsung. Sebut saja kelereng, petak umpet, bentengan, lompat tali, ular naga, engklek, dan masih banyak lagi. Waktu main ke Kampung Lawas Maspati di tengah kota Surabaya setelah dari pelabuhannya yang megah itu,...
BIASANYA, kata monyet digunakan mengumpat karena monyet biasanya punya wajah dan kelakuan yang nakal. Tapi, saya rasa nggak cocok dengan monyet satu ini. Ia ganteng, seperti saya. Hidungnya mancung. Walaupun perutnya sedikit buncit. Maskot Dufan ini punya hidung panjang besar berwarna merah yang unik. Suaranya memekakan telinga sehingga menakuti burung-burung. Hobinya melompat dari satu dahan ke dahan lain yang tinggi. Perkenalkan, namanya...
Layaknya rumah di Jepang, saat memasuki Ryokan saya diharuskan untuk melepas sepatu, menaruhnya dengan rapih di rak, dan menggantinya dengan sandal khusus. Seorang wanita paruh baya dengan sigap membungkukan badan, menyapa kami. Ia bergegas memberikan welcome drink dan snack. Saya melahap sebuah kudapan kecil berupa biskuit berisi kacang merah dan teh hijau panas Jepang, yang sangat pas di sore musim...

Follow me on Social Media!

1,537FansLike
10,913FollowersFollow
4,061FollowersFollow
1,077SubscribersSubscribe