dayak kenya desa pampang
Saya pikir, untuk melihat suku dayak asli, saya harus trekking masuk ke pedalaman Borneo. Namun, ternyata tak perlu, desa dayak bernama Pampang ini tak jauh dari pusat kota Samarinda. Jaraknya pun dekat, hanya sekitar 20 km. Dayak yang tinggal di Desa Pampang ini adalah komunitas Dayak dari sub-etnis Dayak Kenyah. Sebelumnya, kawasan ini adalah hutan. Namun, kemudian warga Dayak Kenyah...
"Besok jam 5 pagi kita jalan ya," kata bang Tony, pukul setengah dua belas malam, setelah menempuh perjalanan melelahkan, masih bersama tim terios 7 wonders dari Kandangan sejauh 200 km selama 5 jam. Mak! Kenapa harus jam 5 pagi? Apa yang kita kejar di Amuntai ini ya? Ternyata cuma....kerbau. Well, bukan cuma sih, kerbau ini kerbau spesial. Nggak pake telor...
Dalam perjalanan panjang dari Banjarmasin menuju Balikpapan, tim terios 7 wonders sempat singgah di Kabupaten Tabalong di perbatasan Kalimantan Selatan untuk makan. Adalah rumah makan Hj. Mariam Jainudin, tempat kami menimbun lemak siang itu. Paliat, kuliner khas Tabalong di Kalimatan Selatan ini mungkin tak cocok untuk yang berkolesterol tinggi. Paliat berasal dari kata kelapa dan liat. Yang artinya santan kental. Paliat terbuat dari bahan ikan atau...
Kembali melanjutkan petualangan 'liar' kami di Kalimantan, kali ini tujuan kami adalah Kandangan untuk melihat langsung anggrek liar di alam, setelah sebelumnya menunjungi monyet bekantan yang juga liar di Pulau Kaget. Pokoknya semua liar! Perjalanan 202 km dari sungai Barito di Banjarmasin menuju Kandangan terasa cukup panjang. Selain jalan yang kurang bagus, kami sempat menemukan longsor yang makin menghambat perjalan kami. Alhasil, saat...
BIASANYA, kata monyet digunakan mengumpat karena monyet biasanya punya wajah dan kelakuan yang nakal. Tapi, saya rasa nggak cocok dengan monyet satu ini. Ia ganteng, seperti saya. Hidungnya mancung. Walaupun perutnya sedikit buncit. Maskot Dufan ini punya hidung panjang besar berwarna merah yang unik. Suaranya memekakan telinga sehingga menakuti burung-burung. Hobinya melompat dari satu dahan ke dahan lain yang tinggi. Perkenalkan, namanya...
Saya ingat dulu waktu kuliah saya sering main HT (handy talkie) sampai larut malam. Mengobrol dengan teman-teman radio amatir memang mengasyikan sampai kadang lupa waktu. Karena saya memang kuliah jurusan telekomunikasi, utak-atik antena dan radio adalah keseharian. Namun sayang, saya tak sempat mengikuti ujian masuk ORARI untuk mendapatkan call sign seperti YB0ST (baca: Yengki Bravo Zero Sierra Tango) -- ini...

Follow me on Social Media!

1,515FansLike
8,686FollowersFollow
3,945FollowersFollow
459SubscribersSubscribe