Dari jauh, Arborek sudah memikat. Pulau hijau kecil yang melayang di tengah birunya samudera nampak seperti dunia fantasi. "Selamat datang di desa wisata Arborek," begitu tulisan di atas gerbang pintu desa ini menyambut saya. Desa wisata, adalah sebuah predikat yang diberikan pemerintah daerah untuk sebuah desa percontohan. Arborek adalah sebuah desa yang saya rasa pantas untuk itu. Tak hanya pasir putih...
"Nanti kita bergerak memutar mengikuti arus hingga ke dasar laut, lalu semuanya diam di batas karang yang sudah ditentukan," kata om Saka, divemaster kami. "Macam nonton bioskop saja kita dibawah nanti, jangan terlalu banyak bergerak, kalo banyak bubble nanti dia kabur," ia menambahkan. Tepat pukul tujuh pagi, sesaat setelah briefing,  kami meninggalkan dermaga Mansuar. Laut pagi ini tenang, cuaca bersahabat. Om Saka, divemaster kami mengarahkan...
Penyelaman pertama kami nampak tak disambut hangat oleh sang surya. Mendung menggelayut. Kapal kami sedikit terbanting gelombang saat mencoba menimurkan diri dari Pulau Mansuar. Tak ayal, rekan saya om @motulz mulai mengeluarkan isi perutnya. Saya yang lama tak melaut dengan kondisi seperti ini pun mulai merasa terhuyung. Sebetulnya agak sangsi menyelam dengan kondisi seperti ini. Saya terakhir menyelam sudah hampir setahun yang...
Layaknya matahari, saya percaya, Indonesia akan terbit dari timur. Dari Sabang sampai Merauke, memanjang dari barat ke timur, gugusan bentang alam hijau negeri kita ini selalu menggoda siapapun untuk menjejakan kaki dan menjelajahi seluruh isinya. Ini bukan bualan semata. Walaupun negeri ini tak punya keindahan musim semi seperti negeri sakura, selimut-selimut debu di negeri timur tengah, ataupun gumpalan salju...
"Bobane artinya pantai, hena berarti pinang, jadi bobane hena itu pantai yang banyak pohon pinang," kata seorang nelayan, ketika saya tanya nama pantai ini. Ibarat artis ibukota, Bobane hena pun punya nama populer di kalangan turis. Namanya adalah dermaga galau, pantai galau. Tak habis pikir kenapa namanya bisa agak alay seperti itu. Padahal, menurut saya segalau apapun orang, jika datang...
"HAAAAAAAAAAAA," seorang tetua berteriak keras sekali dan seketika ada tiga orang yang melompat ke atas atap. Mereka bersiap, mengambil ancang-ancang di setiap sisi dan tengah, dan membawa serta bambu panjang yang panjangnya sama dengan rumah tersebut. Pandangan mata sang tetua terlihat tajam, tak bergeming, fokus ke atas atap rumah. Musik adat yang mirip gamelan - tetapi dengan dentuman yang cepat...

Follow me on Social Media!

1,533FansLike
9,444FollowersFollow
3,987FollowersFollow
590SubscribersSubscribe