Dari jauh, Arborek sudah memikat. Pulau hijau kecil yang melayang di tengah birunya samudera nampak seperti dunia fantasi. "Selamat datang di desa wisata Arborek," begitu tulisan di atas gerbang pintu desa ini menyambut saya. Desa wisata, adalah sebuah predikat yang diberikan pemerintah daerah untuk sebuah desa percontohan. Arborek adalah sebuah desa yang saya rasa pantas untuk itu. Tak hanya pasir putih...
ekspedisi kapsul waktu
Ekspedisi Kapsul Waktu, Papua -- Tangannya gemetaran memegang mikrofon. Suaranya terdengar tegang, namun tetap terdengar tegap dengan logat khas indonesia timur. “Saya bermimpi…Papua Barat jadi merdeka……” anak itu mulai bicara. Suasana tiba-tiba sunyi. Tim ekspedisi dan dan para haridin terfokus pada anak laki-laki kurus tinggi berkulit hitam dan berambut keriting itu. “….merdeka dari kebodohan dan kemiskinan…., serta pendidikannya bisa sama dengan pulau-pulau...
Layaknya matahari, saya percaya, Indonesia akan terbit dari timur. Dari Sabang sampai Merauke, memanjang dari barat ke timur, gugusan bentang alam hijau negeri kita ini selalu menggoda siapapun untuk menjejakan kaki dan menjelajahi seluruh isinya. Ini bukan bualan semata. Walaupun negeri ini tak punya keindahan musim semi seperti negeri sakura, selimut-selimut debu di negeri timur tengah, ataupun gumpalan salju...
Dari ujung Halmahera. Sampai tenggara jau. Katong semua basaudara. Pesawat milik Skuadron 4 C212 lepas landas dari bandara Sultan Babulah Ternate membawa tim ekspedisi kapsul waktu menuju provinsi selanjutnya : Maluku. Ada tujuh kru kapal di kapal militer buatan PT Dirgantara Indonesia ini. Pesawat bermesin twin turbopop ini bisa mengangkut 20 orang dengan kecepatan jelajah maksimum 150 knot. Jangan bayangkan pesawat yang sama...
"Macam kaki Jawa saja kau pakai sepatu segala," kata Saka, pemandu kami, kepada Rudi, pemandu kami yang lain. Sebetulnya pilihan alas kaki Rudi sudah sangat tepat. Karena kita akan mendaki sebuah gunung karang. Bebatuannya tajam, sangat berbahaya. Saya pun memakai sarung tangan agar tak terluka saat berpegangan di karang. Tak jauh berbeda seperti Wayag yang saya kunjungi tahun lalu, hanya memang...
Siang itu matahari malu-malu menunjukan sinarnya. Tiga mobil kami beranjak dari pantai Khalkote -- pusat dari kegiatan Festival Danau Sentani -- menuju sisi Sentani timur yang lain. Kami melipir punggungan bukit di tepi Danau Sentani. Dari atas bukit, Sentani lebih terlihat seperti teluk daripada danau saking luasnya. "Kita nanti ke Danau Emfotte dulu, baru menyebrang ke kampung Abar," kata om Andre...

Follow me on Social Media!

1,532FansLike
9,588FollowersFollow
3,988FollowersFollow
616SubscribersSubscribe