"HAAAAAAAAAAAA," seorang tetua berteriak keras sekali dan seketika ada tiga orang yang melompat ke atas atap. Mereka bersiap, mengambil ancang-ancang di setiap sisi dan tengah, dan membawa serta bambu panjang yang panjangnya sama dengan rumah tersebut. Pandangan mata sang tetua terlihat tajam, tak bergeming, fokus ke atas atap rumah. Musik adat yang mirip gamelan - tetapi dengan dentuman yang cepat...
Dari ujung Halmahera. Sampai tenggara jau. Katong semua basaudara. Pesawat milik Skuadron 4 C212 lepas landas dari bandara Sultan Babulah Ternate membawa tim ekspedisi kapsul waktu menuju provinsi selanjutnya : Maluku. Ada tujuh kru kapal di kapal militer buatan PT Dirgantara Indonesia ini. Pesawat bermesin twin turbopop ini bisa mengangkut 20 orang dengan kecepatan jelajah maksimum 150 knot. Jangan bayangkan pesawat yang sama...

Sota

Fiol Bevek bersepeda dua hari untuk mencapai Indonesia. Ia menggunakan sepeda ontel tua dengan batang berkarat dan rantai yang kering tanpa pelumas. Fiol menggunakan sepatu boot yang dengan bercak lumpur hingga celananya. Perjalanan dari kampungnya di Papua Nugini membelah hutan hingga Sota, Merauke ini nampaknya tak mudah. Fiol membawa dua dus mie instan rasa ayam bawang. Tak hanya mie, kardus itu juga berisi...
Ini adalah salah satu sudut Kota Jayapura, salah satu kota di paling timur Indonesia. Mungkin tidak pernah terpikir oleh kita, ternyata kota yang jaraknya 5 jam dengan pesawat dari Jakarta ini pun punya mall. Saya hampir saja menonton star wars disini. Ini salah satu view dari salah satu hotel yang saya inapi, hotel Yasmin. FYI, ada juga hotel Aston tak jauh...
Ternyata hiu tidak perlu kita takutkan. Justru hiu yang harusnya takut dengan kita - manusia yang selalu memburunya. Padahal, hiu selalu membantu manusia agar panen ikan di laut menjadi optimal. Masih ingin makan sup sirip hiu ? SAYA akan selalu ingat dengan sebuah adegan dalam film Jaws yang saya tonton waktu kecil. Seekor hiu purba megalodon menyerang pantai yang berisi banyak sekali...
"Nanti kita bergerak memutar mengikuti arus hingga ke dasar laut, lalu semuanya diam di batas karang yang sudah ditentukan," kata om Saka, divemaster kami. "Macam nonton bioskop saja kita dibawah nanti, jangan terlalu banyak bergerak, kalo banyak bubble nanti dia kabur," ia menambahkan. Tepat pukul tujuh pagi, sesaat setelah briefing,  kami meninggalkan dermaga Mansuar. Laut pagi ini tenang, cuaca bersahabat. Om Saka, divemaster kami mengarahkan...

Follow me on Social Media!

1,492FansLike
7,560FollowersFollow
3,869FollowersFollow
367SubscribersSubscribe