“Mesin kapalnya rusak mas, paling nanti kapal satu lagi menuju Siak jam setengah tiga sore,” kata seorang kru kapal di Pelabuhan Duku, Pekanbaru. Padahal saya sudah pagi-pagi ke Pelabuhan untuk menuju salah satu kabupaten penghasil minyak di Riau itu. Saya berencana untuk melakukan perjalanan pulang pergi satu hari saja ke Siak. Karena tak banyak yang bisa saya lihat di Pekanbaru. “Di Pekanbaru...
Mereka menyebut dirinya orang laut. Lahir dan hidup semua bergantung dari lautan. Mereka tak punya daerah teritorial seperti suku lainnya. Seluruh pesisir Wakatobi - bahkan nusantara, adalah rumah mereka. Mereka benar-benar 'bangsa laut' KAMI naik sampan kecil bermesin robin untuk menyebrang ke salah satu perkampungan Bajo di Pulau Kaledupa. Laut begitu tenang, langit membiru, di kejauhan terlihat rumah-rumah panggung yang...
Perasaan saya ketika berada di toko perlengkapan outdoor, mungkin sama persis dengan para perempuan yang sedang berburu diskon di toko pakaian. Heboh. Rasanya ingin membeli semua barang disana. Di Bandung, banyak sekali pegiat kegiatan outdoor, yang menjadikan toko-toko perlengkapannya pun semakin banyak. Toko favorit saya adalah Kawani di Jalan Dr. Otten dan di pasar Jatayu. Daftar tempat belanja alternatif lebih...
Pada suatu hari yang cerah, saat saya sedang asik-asiknya mengerjakan proyek akhir, tiba-tiba datang seorang 'iblis' yang berkata, "wir ke bromo yuk". Saya shock. "Muke gile lu, gue lagi ngerjain PA gini lu mau ajak ke bromo, udah mepet nih" gw mencoba menolak. Tetapi memang sang iblis punya naluri setan penggoda yang sangat kuat, "Udeh PA lu cuma gitu...
Cara membuat teh talua
Saya punya satu travel warning buat kalian yang bakal pergi ke Sumatera Barat : Siap-siap perut membesar! Haha! Penerbangan pagi buta itu membuat perut saya keroncongan saat mendarat di daratan Minangkabau. Tak tertarik makan fastfood di Bandara, saya langsung mengarahkan mobil sewaan ke Bukit Tinggi. Masih di Jalan utama Bandara, kami memberhentikan mobil di sebuah warung. Warung ini bernama "Soto Angkasa". Tentu saja...
dayak kenya desa pampang
Saya pikir, untuk melihat suku dayak asli, saya harus trekking masuk ke pedalaman Borneo. Namun, ternyata tak perlu, desa dayak bernama Pampang ini tak jauh dari pusat kota Samarinda. Jaraknya pun dekat, hanya sekitar 20 km. Dayak yang tinggal di Desa Pampang ini adalah komunitas Dayak dari sub-etnis Dayak Kenyah. Sebelumnya, kawasan ini adalah hutan. Namun, kemudian warga Dayak Kenyah...

Follow me on Social Media!

1,499FansLike
7,849FollowersFollow
3,885FollowersFollow
406SubscribersSubscribe