Cara membuat teh talua
Saya punya satu travel warning buat kalian yang bakal pergi ke Sumatera Barat : Siap-siap perut membesar! Haha! Penerbangan pagi buta itu membuat perut saya keroncongan saat mendarat di daratan Minangkabau. Tak tertarik makan fastfood di Bandara, saya langsung mengarahkan mobil sewaan ke Bukit Tinggi. Masih di Jalan utama Bandara, kami memberhentikan mobil di sebuah warung. Warung ini bernama "Soto Angkasa". Tentu saja...
Pada suatu hari yang cerah, saat saya sedang asik-asiknya mengerjakan proyek akhir, tiba-tiba datang seorang 'iblis' yang berkata, "wir ke bromo yuk". Saya shock. "Muke gile lu, gue lagi ngerjain PA gini lu mau ajak ke bromo, udah mepet nih" gw mencoba menolak. Tetapi memang sang iblis punya naluri setan penggoda yang sangat kuat, "Udeh PA lu cuma gitu...
  “Mesin kapalnya rusak mas, paling nanti kapal satu lagi menuju Siak jam setengah tiga sore,” kata seorang kru kapal di Pelabuhan Duku, Pekanbaru. Padahal saya sudah pagi-pagi ke Pelabuhan untuk menuju salah satu kabupaten penghasil minyak di Riau itu. Saya berencana untuk melakukan perjalanan pulang pergi satu hari saja ke Siak. Karena tak banyak yang bisa saya lihat di Pekanbaru. “Di Pekanbaru...
Mereka menyebut dirinya orang laut. Lahir dan hidup semua bergantung dari lautan. Mereka tak punya daerah teritorial seperti suku lainnya. Seluruh pesisir Wakatobi - bahkan nusantara, adalah rumah mereka. Mereka benar-benar 'bangsa laut' KAMI naik sampan kecil bermesin robin untuk menyebrang ke salah satu perkampungan Bajo di Pulau Kaledupa. Laut begitu tenang, langit membiru, di kejauhan terlihat rumah-rumah panggung yang...
ulin raksasa
Deru suara kendaraan yang melewati jalan Bontang-Sangatta, Kalimantan Timur, lenyap perlahan seiring langkah kaki kami yang meniti jembatan papan kayu yang membelah Taman Nasional Kutai. Pintu masuk Kawasan wisata Sangkima ini memang tepat di jalan raya provinsi yang rindang dengan pepohonan. Empat jam perjalanan dari Balikpapan yang dibumbui drama tanah longsor sempat membuat kami was-was. Namun, akhirnya kami sampai...
Nenek moyangku seorang pelaut. Hendak mengarung luas samudera… ITULAH sepenggal lagu ciptaan Ibu Sud tahun 1940 yang sering dinyayikan oleh saya diwaktu kecil. Jauh hari sebelum Copernicus menyatakan bahwa bumi itu bulat, bangsa barat menyatakan bahwa bumi itu seperti meja datar. Tentu nenek moyang kita (mungkin) tidak tahu mengenai hal ini, dan terus saja gagah berani mengarungi lautan. Akhirnya, saya mencoba tantangan...

Follow me on Social Media!

1,515FansLike
8,681FollowersFollow
3,945FollowersFollow
459SubscribersSubscribe