Melintasi Jembatan Kuning Ponulele di Palu

8
Melewati jembatan ponulele
Melewati jembatan ponulele

Saat tim Terios 7 wonders melewati kota Palu, kami sempat berhenti disini karena icon kota ini cukup membuat kami memincingkan mata. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang langsung mencuram ke laut, dipercantik oleh Teluk Palu, dan dilengkapi dengan sungai panjang yang membelah kota. Kombinasi yang sangat memanjakan mata. Ditambah lagi dengan sebuah jembatan lengkung pertama berwarna kuning, rasa-rasanya kota ini sangat pandai bersolek.

Jarang saya melihat sebuah ibukota provinsi yang punya panorama secantik ini. Perpaduan pegunungan, lembah, dan laut seperti ini biasa saya temui di kota-kota terpencil. Namun tidak dengan kota Palu yang merupakan ibukota Sulawesi Tengah.

Terios menyebrangi jembatan ponulele
Terios menyebrangi jembatan ponulele
Dalam jembatan
Dalam jembatan

Jembatan palu 4 atau yang sering disebut jembatan ponulele merupakan sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise ini berada di kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat. Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis.

A little spec : panjang jembatan utama : 250M. Titik tertinggi lengkung jembatan : 20,2M dan badan jembatan lebar jembatan 7,5 M, sendangkan luas permukaan besi total jembatan : 6234,40 M2

Letak jembatan ini juga sangat strategis karena dari tempat ini, kita bisa saksikan keunikan Kota Palu yang tersusun oleh tiga topografi , yaitu pegunungan, lembah, dan laut.

Dari sebuah taman di pinggir jembatan.
Dari sebuah taman di pinggir jembatan.

Ketika saya berdiri di atas jembatan dan memandang ke arah utara,  saya melihat suguhan panorama pegunungan yang menjulang tinggi, jika memandang ke arah barat maka akan menjumpai panorama Teluk Palu, sedangkan jika memandang ke arah selatan maka pemandangan lembah Kota Palu lengkap dengan pemukiman warga terlihat jelas di sana.

Ponulele secara fungsi adalah penghubung antara Kecamatan Palu Timur dan Palu Barat yang letaknya berseberangan. Dan, tentu jembatan ini juga memiliki nilai tambah tersendiri bagi Kota Palu, karena kehadirannya membuat kawasan Teluk Palu semakin indah. Keindahan dan kemegahannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis kece seperti saya. Di malam hari, jembatan ini terlihat begitu indah dan megah dengan adanya kilauan cahaya lampu yang menerangi sisi kiri, kanan, serta puncak jembatan.

Buat pecinta sunset atau sunrise, jembatan ini punya pemandangan yang lengkap ke segala arah. Dan dilengkapi banyak kuliner yang memanjang di sekitar jembatan. Saya tak akan melewatkan makan malam romantis ditemani gemerlap lampu ponulele.

Salam sahabat.

8 COMMENTS

  1. Tulisan dan foto-foto yang bagus, Mas. Sedikit koreksi saja, jembatan ini memanjang dari barat ke timur. Kalau memandang ke utara, kita akan melihat laut Teluk Palu. Kalau ke barat, pegunungan. Ke timur juga pegunungan, yang tidak setinggi di sisi barat. Kalau ke arah selatan, pemandangan lembah kota Palu.

  2. […] Saat tim Terios 7 wonders melewati kota Palu, kami sempat berhenti disini karena icon kota ini cukup membuat kami memincingkan mata. Kota ini dikelilingi oleh pegunungan yang langsung mencuram ke laut, dipercantik oleh Teluk Palu, dan dilengkapi dengan sungai panjang yang membelah kota. Kombinasi yang sangat memanjakan mata. Ditambah lagi dengan sebuah jembatan lengkung pertama berwarna […] Lebih Lanjut […]

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')