“Selamat pagi, Pak Wira,” sambut seseorang di terminal 3 Soekarno Hatta, ketika saya turun dari Toyota Alphard —  mobil yang jika kamu kendarai, kamu pasti akan dikira supir.

Sebentar. Disambut di Bandara? Alphard? Ada apa ini? Sejak kapan kamu jadi temennya Syahrini, mz?

Ehm. Bukan kok. Saya memang sedang mau terbang. Kebetulan, saya dapat kesempatan untuk mencoba layanan First Class Garuda Indonesia. Dari Jakarta ke London.

Nah, salah satu layanan First class ini adalah penjemputan dari rumah kita untuk ke Bandara. Asal rumahnya masih di Jabodetabek ya. Rumah saya kebetulan di Tangerang Selatan. Dan kebetulan, si alphard masih muat buat ini masuk ke dalam gang rumah saya.

first class garuda indonesia review
Dijemput ke rumah untuk diantar ke bandara dengan alphard

Sejujurnya, saya lebih suka kalau yang menjemput adalah mercy E-class. Karena selain saya lebih suka sedan, si alphard ini terkenal empuk namun limbung susnpensinya. Jadi membuat penumpangnya mabuk.

Dulu saya pernah menumpang Alphard seorang pejabat daerah dari Bandung menuju Tasikmalaya. Saya pun mabuk dibuatnya. Mungkin tidak cocok pakai mobil mahal.

Email dari garuda yang mengkonfirmasi layanan penjemputan ke rumah

“Dulu memang pakai Mercy mas, tapi karena bagasinya kurang besar, jadilah diganti Alphard,” ujar bapak driver alphard yang menjemput saya.

Namun karena perjalanan dari rumah ke Bandara hanya 35 menit saja, saya tak begitu mempersalahkan.

Layanan first class juga mencakup personal assistant di Bandara. Pria yang menyambut saya tadi adalah asisten pribadi saya. Ia langsung mengambil koper saya dan mengatar saya ke counter check ini khusus pelanggan First class.

Oh iya, kalau kamu belum tahu, kabin Garuda Indonesia ada tiga kelas. Yang pertama adalah kelas ekonomi, kemudian kelas bisnis, dan yang paling atas adalah kelas satu alias First Class.

Tak ada yang perlu saya lakukan selain duduk manis dan mulai membuat vlog perjalanan ke London kali ini. Kamu bisa tonton di paling bawah artikel.

First Class Lounge Terminal 3

first class garuda indonesia review
First Class Lounge Terminal 3 Soekarno Hatta

Setelah check in, saya  langsung diarahkan ke lounge. Bukan lounge yang biasa digunakan oleh business class atau anggota gold/platinum. Tapi memang lounge khusus penumpang first class.

Lounge-nya tak besar. Tapi karena saya hanya sendiri pagi itu, jadinya rasanya jadi sangat besar. Wajar saja, kursi first class memang hanya 8 orang. Baru sekitar 40 menit sebelum flight, ada beberapa penumpang first class yang hadir di lounge.

Meja makan di lounge first class

Kursi di lounge banyak yang privat dengan partisi-partisi, tentunya untuk kepentingan privasi. Untuk makanan dan minuman tak ada buffet yang tersedia. Semuanya harus minta ke pelayan yang disediakan untuk menu ala carte.

Saking sepinya, saya berencana untuk merakyat saja dengan cara pindah ke lounge business class. Tapi berhubung ada beberapa pekerjaan yang belum sempat saya kerjakan, jadi saya memilih menyendiri dan bekerja saja di sini sambil menunggu penerbangan saya dengan kode GA86 ini.

Kabin & Tempat Duduk First Class Garuda

first class garuda indonesia review
Ready to fly. Untuk welcome drink saya memilih jus kacang hijau. Ada service hot towel juga.

Kabin first class garuda punya delapan buah seat. Dengan konfigursai 1-2-1. Jadi memang hanya dua baris saja.

Dari 8 kursi yang tersedia, saat itu ada 6 pax yang memenuhi kursi. Tidak buruk lah ya, mengingat katanya penerbangan langsung jakarta ke london ini kabarnya seringkali kosong.

Waktu saya pulang dari London ke Jakarta pun, hanya satu kursi first class yang kosong. Apakah ini pertanda rute ini tidak jadi ditutup?

first class garuda indonesia review
Ruang kaki yang amat lega

Saya memilih seat 1A di paling depan. Penumpang pertama di belakang pilot. Seperti di foto, ada tiga jendala yang khusus dipersembahkan untuk saya. TIGA!

Jadi tidak usah ditanya ya legroomnya seperti apa. Kalau tiga orang ditaruh sini pun masih muat sebetulnya haha!

Kursinya sangat lebar, karena memang bisa dibuat tempat tidur yang datar 180 derajat. Bahan interior meja nampaknya kayu yang cukup berat dan tebal.

Pemilihan warna coklat kursi dan interior sangat classy. Walaupun terkesan datar jika kita perhatikan. Monitor IFE punya outer warna orange yang menurut saya sangat tidak cocok dengan keseluruhan kabin.

Suasana yang terkesan datar ini mungkin akan bisa diperbaiki jika ada sedikit hiasan seperti bunga anggrek seperti di first class emirates atau business class thai airways?

Sebelum take off saya cukup punya waktu lama untuk santai menikmati welcome drink. Tentu saja ini karena saya adalah orang pertama yang masuk dibanding 200-an orang lainnya.

Kita bisa memilih welcome drink berupa juice, champagane, atau sekedar air putih.

Banyak jenis wine tersedia. Sebagai traveler syariah, saya mohon maaf tidak bisa mencoba. #eh

Makanan dan Minuman First Class

Sajian setelah take off adalah caviar. Telur ikan sturgeon yang harganya terkenal mahal ini disajikan dengan pancake kecil, crème fraîche, dan kerupuk udang.

“Indonesian touch,” kata pramugari sambil tersenyum kepada saya, ketika saya bertanya mengapa ada kerupuk udang di sini.

Caviar ini rasanya mirip sea urchin, uni dalam bahasa jepang, atau bulu babi dalam bahasa indonesia. Rasanya mirip saripati salmon. Punya bau laut yang menyenangkan dan segar. Tidak amis sama sekali. Dan surprisingly, sangat cocok dengan kerupuk.

caviar service with ‘indonesian touch’

Makanan tentu saja disajikan dengan fine dining. On board chef mendatangi saya dan menawarkan menu-menu yang ada di siang itu. Saya memilih lumpia untuk menu pembuka makan siang pertama. Rib eye steak untuk main course. Dan berbagai macam desert.

Main course rib eye steak

Selain makan utama, ada juga menu in between fuel. Menu yang bisa kamu pesan kapan saja selama penerbangan. Menunya seperti sate, bakso, potongan buah, cheese cake dan aneka makanan kecil lainnya.

desert
ini ikan seabass dengan kentang dan udang

Selain 3 course menu, tersedia juga cheese course. Sajian berbagai macam keju seperti Cashel Blue cheese dan Farmhouse Brie ini saya skip karena saya sudah terlalu kenyang..

potongan buah segar dan yogurt

Untu minuman, selain berbagai wine dan champagne yang tidak saya coba, masih banyak puluhan menu lainnya termasuk teh dan kopi bebagai jenis.

Jenis teh tak kurang dari sepuluh kalau saya tidak salah ingat. Dari japanese green tea hinggga darjeeling tea tersedia.

Apalagi kopi. Dari espresso based coffee seperti cappucino, latte, long black, hingga single origin manual brew coffee tersedia. Untuk pilihan biji kopi ada lintong sumatera dan toraja. Duh saya sampai bingung!

coffee and tea experience

Amenities

Body lotion dan face lotion bermerk hermes ini betul-betul menunjukan kelasnya. Saya betul-betul suka dengan harum nya eau d’orange verte ini. Aroma campuran berbagai macam citrus dan herbal ini sungguh menenangkan.

Hermes body lotion
remote IFE, masih sama seperti kelas ekonomi. Ada remote bebentuk tablet di sebelah kiri bawah untuk mengendalikan posisi kursi
noise-canceling headphone. Suara sangat baik meredam noise
sisir, sikat gigi, dll. Andai ada kamar mandi juga
Kantung amenities
voucher internet complimentary. Unlimited data untuk penumpang first class. Internetnya kadang cepat kadang lambat, tapi saya masih bisa upload IG story selama penerbangan.
first class garuda indonesia review
Saya lupa foto close up, tapi slipper yang diberikan adalah slipper terempuk dan ternyaman yang pernah saya pakai!
Lavatory
Amenities dalam lavatory

Tidur di Pesawat

Kursi di first class bisa jadi fully flat bed 180 derajat. Setelah kursi direbahkan, pramugari akan menyiapkan matras tambahan agar tempat tidur makin empuk.

Tak lupa bantal berukuran besar dan bantal guling! Betul-betul Indonesia sekali. Saya tak tidur lama-lama karena berjuang untuk persiapan kalau-kalau jetlag.

Tapi memang posisi tiduran ini membuat perjalanan jadi sangat terasa berbeda. 14 jam jakarta london tapi saya tak merasa lelah sama sekali.

Takutnya, saya malah jadi susah nanti kalau naik kelas ekonomi lagi!

posisi lagi menonton televisi
Hiasan bintang di langit-langit pesawat
Meja yang besar membuat nyaman untuk makan ataupun kerja
Sunset time

Sesampainya di Heathrow, London, saya dijemput lagi oleh asisten yang mengantarkan saya untuk ke imigrasi lewat jalur cepat. Bagasi kami juga sudah dipisahkan di sebelah conveyor belt, walaupun tidak ada lounge khusus arrival seperti di Bandara Soekarno Hatta.

Overall ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Beruntung sekali saya bisa mencicipi rute ini dengan first class. Karena kabarnya semenjak Oktober 2018 rute ini akan ditiadakan. Update : rute ini tetap ada tapi tidak ada first class-nya. Jadi kalau kamu mau naik first class garuda, rutenya adalah tinggal Jakarta – Bali – Tokyo.

Kalau kamu ingin naik first class dan tidak ingin mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah, jadilah member garuda miles dan kumpulkan terus poin miles-nya. Garuda seringkali promo dengan garuda miles, bahkan pernah sampai 90%!

Ini videonya pengalaman saya naik first class di youtube.

Terima kasih!

2 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')