Dibanding Solo ataupun Jogja, menurut saya Semarang memang kota yang agak underrated untuk dijadikan destinasi wisata di Pulau Jawa.

Semarang biasa dilewati oleh orang-orang yang ingin berwisata ke Kepulauan Karimun Jawa ataupun dataran tinggi Dieng. Di samping itu, biasanya orang-orang mampir untuk sekadar membeli oleh-oleh khas berupa lumpia.

Namun sebagai penggemar arsitektur, sejarah, dan tentunya kuliner, menurut saya Semarang punya sesuatu yang sangat spesial.

Semarang juga sangat mudah diakses dari Jakarta. Pesawat, kereta, hingga bus selalu ada setiap waktu. Karena itulah saya sering mampir ke sini.

Saya lebih memilih menggunakan pesawat karena hanya satu jam saja perjalanan dari Jakarta. Jadi, pagi-pagi sekali saya bisa berangkat, lalu esok harinya atau lusa saya bisa kembali. Cocok untuk liburan akhir pekan, bukan?

Penerbangan yang biasa saya pakai untuk ke Semarang

Saya biasa beli tiket pesawat lewat Traveloka App karena sangat simpel. Pembayaran juga bisa menggunakan mobile internet banking, sehingga hanya perlu bermain jempol di smartphone saja. Tak sampai lima menit, tiket sudah saya pegang. Sesimpel itu.

Alasan lainnya kenapa saya pilih OTA ini karena Traveloka bisa membandingkan langsung harga antar maskapai. Seringkali saya dapat harga termurah di Traveloka dibanding lainnya. Poin plus yang saya dapatkan adalah bisa hemat terus.

Yang paling saya suka adalah fitur Easy Reschedule. Jadi, kalau-kalau kita mau ganti tanggal penerbangan ya gak akan ribet. Sudah, jadi keterusan.

Oke. Jadi, hal apa saja yang wajib dilakukan saat berlibur di Semarang? Yuk, simak rekomendasi dari saya di bawah ini!

 

1. Makan Soto Ayam khas Semarang di Soto Ayam Pak Man

Soto khas Semarang

Soto Pak Man punya beberapa cabang di Semarang. Namun yang paling sering saya kunjungi adalah di Jalan Palmurasih. Alasannya, lokasi tempat makan ini ada di dekat bandara Ahmad Yani, sehingga saya bisa langsung sarapan di sini setelah mendarat.

Soto Pak Man berkuah bening tanpa santan. Rasanya gurih dan sedikit manis. Tambahkan perasan jeruk limau supaya makin terasa segar. Bagi saya, porsi mangkuk kecil juga sangat pas untuk sarapan.

Di setiap meja, tersedia pilihan topping yang bisa kita tambahkan sendiri seperti sate kerang, sate usus, sate telur puyuh, perkedel, dan keripik tempe. Saya selalu menambahkan kerupuk untuk celupkan di kuah soto yang nikmat.

Menurut sang peracik soto yang saya temui di tempat makan ini, soto lebih otentik jika nasi dicampur dengan kuah. Namun kalau kamu adalah tim nasi dipisah, tinggal bilang saja.  Mereka akan tetap melayani, walaupun sambil mengernyitkan dahi karena dianggap agak aneh.

 

2. Napak tilas Laksamana Cheng Ho di Kelenteng Sam Poo Kong

Warna merah Sam Poo Kong

Tahukah kamu siapa Cheng Ho? Beliau adalah seorang laksamana Muslim dari Tiongkok yang berlayar ke berbagai penjuru dunia pada abad 14 – 15 Masehi. Ia bertemu para pemimpin dunia dan berdiplomasi untuk mengembalikan kejayaan kekaisaran Tiongkok pada masa itu.

Saat itu, nusantara juga salah satu tempat persinggahannya. Beliau singgah di pesisir Semarang. Banyak awak kapal Cheng Ho yang menetap di sini, sementara Cheng Ho melanjutkan pelayarannya. Oleh karenanya, Sam Poo Kong dibangun untuk mengenang beliau dan sekarang kamu bisa melihat patungnya di kelenteng ini.

Jika kamu bukan penggemar budaya dan sejarah. Kelenteng ini tetap saya sarankan kamu kunjungi karena setiap sudutnya sangat instagramable kalau kata anak jaman now.

 

3. Makan lumpia

Tentu saja tak lengkap ke Semarang kalau belum makan lumpia. Lumpia adalah salah satu kuliner yang punya akulturasi budaya Tionghoa dan lokal yang cukup kental.

Komposisi lumpia terdiri dari rebung, telur, sayuran, dan udang ebi yang dibungkus dengan lembaran tipis adonan tepung gandum. Makanan khas ini digoreng dan disajikan dengan saus yang terbuat dari gula merah dengan aroma bawang putih yang kental.

Lumpia bisa ditemukan dengan mudah di Semarang. Dari pedagang kaki lima, penjaja oleh-oleh, hingga restoran bintang lima. Kamu bisa menemukan penjaja lumpia di sekitar jalan utama Semarang seperti Jalan Pemuda ataupun Jalan Pandanaran.

Kalau lumpia favorit saya sendiri biasanya di Restoran Toko Oen di Jalan Pemuda. Selain lumpia, restoran yang sudah ada sejak 1936 ini juga punya kuliner yang terkenal seperti roti ganjel rel dan eskrim homemade yang legendaris di Semarang. Tempatnya pun sangat bernuansa retro dan cozy, pas banget buat foto-foto.

 

4. Jalan-jalan di bangunan tua bersejarah Lawang Sewu

Bangunan bersejarah ini dulu terkenal gara-gara punya nuansa yang mistis. Namun sekarang tak lagi, tempat ini sudah menjadi salah satu ikon budaya kota Semarang.

Dahulu, Lawang sewu adalah kantor perusahaan kereta api milik Belanda. Itu mengapa bangunannya cukup bernuansa Eropa. Bangunan ini memang punya banyak sekali pintu, walaupun tak mencapai seribu seperti namanya. Lawang sewu artinya adalah pintu seribu.

Kalau saran saya, cobalah mengunjungi Lawang Sewu malam hari. Ada tur yang bisa kamu ikuti. Bukan mau cari yang horor-horor kok, cuma memang terasa lebih romantis saja kalau malam hari. Dan tentunya, tidak ada panas matahari Semarang yang rasanya menyengat itu!

 

5. Berkunjung ke Masjid Agung Jawa Tengah

Seperti Masjid Raya Baiturrahman di Aceh, Masjid Agung Jawa Tengah ini juga terinspirasi dari desain Masjid Nabawi di Madinah.

Ada enam buah payung raksasa di teras depannya yang bisa dibuka dan ditutup untuk melindungi orang-orang dari cuaca. Jika kamu ingin melihat payung ini dibuka, cobalah datang saat ada acara ramai seperti shalat Jumat.

Oh ya, ada tower yang bisa kamu kunjungi untuk menikmati pemandangan Kota Semarang dari ketinggian. Namun, siap-siap untuk mendapati antre yang sangat panjang jika kamu datang ke sini saat hari libur.

 

6. Menelusuri legenda Goa Kreo dengan ratusan penjaganya

Goa Kreo disebut-sebut sebagai tempat bertapanya salah satu tokoh Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga. Di tempat ini, ada ratusan monyet liar yang menjadi “penjaga” goa tersebut.

Jangan membawa makanan yang berlebihan dan sesuatu yang menggantung seperti tali kamera yang terlalu mencolok. Bisa-bisa, kamu dikejar terus oleh monyet bandel ini.

Di sekeliling Goa Kreo, terdapat sebuah waduk bernama Jatibarang. Waduk ini menampung persediaan air Kota Semarang. Di pinggirnya, juga terdapat banyak warung tempat kuliner jika kamu ingin makan siang di pinggir danau buatan ini.

 

7. Menonton Semarang Night Carnival

Dari bulan April hingga Mei setiap tahunnya, Semarang merayakan hari jadinya dengan acara Semarang Night Carnival. Acara ini biasanya berlangsung pada malam hari agar terlihat lebih meriah.

Ratusan penari dengan berbagai kostum akan meramaikan kota Semarang. Dari parade tentara, polisi, anak sekolah, dan peserta dan luar negeri ikut memeriahkan karnaval.

Kamu bisa lihat info tanggal karnival ini di website atau media sosial dinas pariwisata setempat.

 

8. Menjelajahi daerah Pecinan Semarang

Di daerah pecinan Semarang, terdapat banyak kelenteng-kelenteng keren yang bisa dijadikan sebagai objek fotografi. Salah satunya adalah Kelenteng Tay Kak Sie yang terlihat pada foto di atas.

Selain bangunan bernuansa Tiongkok, banyak juga kuliner yang bisa kamu nikmati di sini. Yang paling terkenal adalah Lumpia Gang Lombok. Ini salah satu lumpia legendaris di Semarang yang wajib kamu cicipi!

Lumpianya sangat besar dan isinya padat, rebungnya tidak terlalu menyengat dan gurihnya pun pas. Jangan lupa setelah itu cicipi juga kuliner wedang tahu yang lokasinya juga di Gang Lombok.

 

9. Mencicipi Kuliner Olahan Bandeng

Makan terus, ya? Gak apa-apa kan lagi liburan hehe. Selain lumpia, Semarang juga terkenal dengan olahan ikan bandeng. Bandeng di Semarang umumnya sudah berduri lunak, jadi tak perlu repot untuk memakannya. Dagingnya pun sangat lembut, pokoknya kamu akan ketagihan!

Tempat bandeng favorit saya adalah Bandeng Juwana di Jalan Pandanaran. Selain bisa buat oleh-oleh, ada jenis olehan bandeng seperti bandeng crispy, nasi goreng bandeng, sup bandeng, tongseng bandeng, sate bandeng, bakso bandeng, dan masih banyak yang lainnya.

 

10. Menikmati Atmosfer Kota Lama Semarang

Ada sekitar 50 bangunan yang masih asli dan berdiri kokoh di kawasan Kota Lama Semarang. Hampir semua bangunannya berciri arsitektur eropa abad ke-17. Pada masa kolonial, kawasan ini adalah pusat perekonomian. Bangunan yang cukup terkenal di sini adalah gereja berkubah bernama Gereja Blendug.

Jangan lewatkan kesempatan berfoto di sini. Pasalnya, salah satu tempat wisata di Semarang ini merupakan lokasi untuk berfoto yang favorit di kalangan wisatawan karena atmosfer tempo dulu yang dimilikinya.

 

11. Berburu Kuliner di Pasar Semawis

Inilah yang paling saya tunggu kalau ke Semarang. Makan malam di Pasar Semawis! Pasar Semawis ini cuma ada waktu weekend. Jumat, Sabtu, dan Minggu saja. Pasar ini buka mulai jam 6 sore hingga tengah malam.

Pada awalnya, Pasar Semawis adalah Pasar Imlek Semawis yang digelar pada tahun 2004, bertepatan dengan peringatan 600 tahun Laksamana Cheng Ho merapat ke Semarang. Namun, di tahun berikutnya pasar ini menjadi ada setiap minggu.

Jajanan di sini beragam! Mulai dari makanan khas Semarang, nusantara, hingga masakan Tionghoa. Favorit saya saat berkunjung di sini adalah Nasi Goreng Babat dan es puter. Oh ya, buat yang Muslim sebelum beli jajanan di sini coba ditanya dulu apakah mengandung bahan-bahan non halal atau tidak ya, karena cukup banyak makanan yang mengandung babi.

Nah, dengan adanya referensi di atas pasti kamu gak akan bingung lagi saat berencana berlibur ke Semarang. Gak perlu waktu lama atau menunggu liburan akhir tahun kok, habiskan liburan akhir pekan kamu saja sudah cukup.

Jadi, kapan pesan tiket ke Semarang?

13 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')