Good morning from Saigon

Kalau kamu bilang para pemotor di Jakarta adalah yang paling parah di dunia, kamu belum pernah ke Saigon.

Saigon adalah nama lain dari Ho Chi Minh City, Ibukota negara Vietnam. Saigon adalah nama sebelumnya. Tapi saya lebih suka menyebutnya Saigon, terdengar lebih keren.

Sesampainya di Saigon, kawan saya yang bernama vhat, seorang anak mudah Vietnam yang saya kenal di Bangkok langsung mengajak saya nongkrong di kedai kopi.

Happy lunar new year

Baru beberapa menit saya menginjakan kaki di Saigon, saya sudah pusing mendengar klakson motor yang nyaring itu dibunyikan dimana-mana. Padahal di depan motor itu tak ada masalah apa-apa!

Sepertinya memang sudah hobi membunyikan klakson walaupun kendaraan di depannya masih jauh. Mungkin mereka memang sangat berhati-hati.

Tapi kata vhat, ini lagi sepi sekali kendaraan. Karena orang-orang sedang pulang kampung untuk merayakan lunar new year, atau bahasa Indonesianya : Imlek.

Sunshine

“Besok gue temenin jalan-jalan keliling Saigon yah! Tapi gabisa lama-lama, sore gue udah harus balik untuk makan malam tahun baru bareng keluarga,” kata vhat.

Keesokan paginya vhat menjemput kami di penginapan. Kami menginap di salah satu hotel di Distrik 1 Ho chi Minh. Tujuan pertama kami adalah Tan Dinh Market yang letaknya sekitar satu kilometer saja berjalan dari penginapan.

Tapi vhat sudah memperingatkan, “Gue ga tahu sih, kayaknya mereka tutup siap-siap buat tahun baru besok…”

Keren rambutnya aa

Ternyata betul. Pasar betul-betul ditutup! Saya datang di timing yang salah.

Beruntungnya, ada penjual Pho di dekat pasar yang baru saja buka. Dan inilah Pho otentik pertama saya di Vietnam!

Rasanya….duh. Itu kuah kaldu sapi betul-betul ringan tapi padat. Mie berasnya lembut tapi nggak overcook. Daginya tipis yang merah itu tiba-tiba matang waktu disiram kuah kaldu berempah yang dimasak berjam-jam ini.

Belum lagi ditambah ‘lalapan’ herbal khas Vietnam. Rasanya itu sarapan paling menyenangkan selama trip saya keliling Asia Tenggara.

Just Pho you

Kami melanjutkan memotret di sekitar pasar yang tutup. Masih ada aktivitas pagi itu diluar pasar. Satu wanita kawan vhat ikut bergabung bersama kami.

Pasar tujuan kami berikutnya yang cukup terkenal, Ben Thanh Market pun betul-betul ditutup. Wajar sih ya, semacam lebaran kalau di Indonesia.

Hari sudah siang, kawan-kawan Vietnam kami ini sudah harus pulang untuk ‘berlebaran’. Namun sebelum itu, mereka mengajak kami ke Cholon, Chinatown-nya Saigon. Mereka membeli berapa perlengkapan yang nampaknya masih kurang untuk merayakan lunar new year.

Thien Hau Temple

Saya tak enak dengan Vhat yang menemani saya di hari raya. Jadi saya berpisah dengan kawan Vietnam saya siang itu.

Vhat memberikan ‘angpau’ kepada kami. “For your luck,” katanya. Namun ia bersikeras tak boleh membuka amplop itu sampai saya pulang di Indonesia.

Saya pun melanjutka memotret di sekitar penginapan hingga tiba saat besok pagi saya menuju kota terakhir di perjalnan saya : Hanoi.

Tutup semuanyaaa. Jangan kesini pas Imlek :))
Silly face dog
Selamat tahun baru
Solat jumat di Masjid Musulman
Kawan vhat yang ikut memotret. Mengendarai motor bareng orang-orang ini lebih gila daripada di jakarta!

Terima kasih!

7 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')