Let's make it happen!
Let’s make it happen!

Semasa sma hingga kuliah, saya ini orangnya sangat pemalu. Gugup jika berbicara dengan orang, jarang keluar rumah, dan jarang sekali mencoba hal baru.

Hingga suatu ketika, untuk sebuah urusan, saya harus pergi ke sebuah desa di pesisir selatan Jawa Barat sendirian. Iya, saya yang penakut itu pergi tanpa ditemani siapapun.

Saya sendiri tak percaya.

Sepanjang perjalanan saya sudah membayangkan hal-hal buruk yang akan menimpa saya disana. Kamu tahu..seperti membayangkan saya akan diculik oleh suku-suku pedalaman, dan kemudian dinikahkan dengan anak kepala suku..yang juga laki-laki.

Namun, ketika saya disana, nyatanya yang terjadi adalah saya selalu bertemu dengan orang-orang baik.

Waktu saya sampai malam hari, diturunkan begitu saja oleh supir angkutan umum di tepi pantai, saya berjalan tak tentu arah. I get lost, literally. Namun seorang nelayan yang sedang mengangkat ikan mengajak saya ke rumahnya. Dengan menaruh rasa curiga, saya pun mengiyakan. Saya disuguhi ikan-ikan segar dan mendengarkan cerita-cerita para nelayan tersebut. Saya pun terpaksa harus mendengarkan dan ikut bercerita juga.

Dan, hei, bisa mengobrol  lancar dengan orang asing adalah sebuah pencapaian besar buat saya waktu itu! Walupun terpaksa, hehe.

Saya pun tak enak menolak ketika ditawarkan untuk menginap dirumahnya.

“Tempat yang kamu tuju itu masih jauh, besok pagi saja lanjutkan perjalanannya,” kata si Bapak Nelayan sambil tersenyum.

Sekarang, saya baru percaya Tuhan selalu mengirimkan orang-orang baik untuk membantu para pejalan.

Mungkin juga semenjak saat itu, saya menjadi  tak takut lagi melakukan perjalanan, bahkan malah jadi candu.

Dan, sayapun menulis di kertas yang tertempel di dinding kamar berisi keinginan-keinginan saya : Menjelajahi seluruh Indonesia, minimal sudah menginjakan kaki di semua provinsi pada usia 20-an, dan setelah itu menjelajahi dunia!

***

Di atas puncak rinjani
Di atas puncak rinjani

Saat ini, empat tahun setelah itu, dari 34 provinsi yang ada, tinggal sembilan provinsi lagi yang belum pernah saya singgahi.

Saya mencintai fotografi. Dan gara-gara itu pula saya bisa banyak traveling ke banyak tempat secara cuma-cuma, bahkan dibayar.

Tapi, percayalah, Indoenesia itu luar biasa! Mungkin di internet kamu sudah melihat foto-foto keindahan gunung Rinjani, bawah laut Raja Ampat, ataupun rimbunnya belantara di Kalimantan. Tapi kamu harus lihat sendiri dengan mata kepalamu!

Melakukan perjalanan akan membuat pikiranmu terbuka. Menerima perbedaan dan belajar bertoleransi. Merasakan bagaimana menjadi minoritas. Karena sejatinya hidup ini adalah perjalanan.

Suatu pagi ketika saat saya berada di puncak gunung Rinjani, puncak gunung pertama yang saya singgahi, seorang bule tiba-tiba  saja bilang ke saya, “Your country is very beautiful, mate.”

Saya cuma bisa terseyum dan berkata, “Yes, indeed!”

Now i just want to travel more.

To make it happen to travel the world!

Jadi, sekarang giliranmu. Apa yang akan kamu lakukan di usia 20an-mu untuk menggapai mimpi-mimpimu? Yuk bagikan di twitter dengan hashtag #makeithappen

Tweet and share you unleash 20s now and we will #makeithappen !

Info selengkapnya ada disini.

Let’s #makeithappen!

[/adv]

8 COMMENTS

  1. […] Semasa sma hingga kuliah, saya ini orangnya sangat pemalu. Gugup jika berbicara dengan orang, jarang keluar rumah, dan jarang sekali mencoba hal baru. Hingga suatu ketika, untuk sebuah urusan, saya harus pergi ke sebuah desa di pesisir selatan Jawa Barat sendirian. Iya, saya yang penakut itu pergi tanpa ditemani siapapun. Saya sendiri tak percaya. Sepanjang […] Lebih Lanjut […]

  2. Inspiring! Kasusnya hampir sama dengan aku nih. Aku orgnya introvert banget tapi pengen traveling terus. Agak-agak kontra sama kepribadian, hehe. Tapi akhirnya aku bisa jalan-jalan sendirian ke Eropa 2 bulan. Masih banyak di bucket list, good luck for us!

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')