Entah mengapa rasanya kehadiran kami para manusia tidak membuat monyet ini merasa terancam. Mereka seaakan tak melihat kehadiran kami.

Tingkah mereka pun tak seperti monyet yang saya sering lihat di Monkey forest di Bali, ataupun di pinggiran jalan malimbu di Lombok yang hobinya mencuri makanan dari manusia. Sungguh mereka sangat kalem — santai berendam di mata air panas, dan nampak sangat menaati aturan macam orang Jepang.

Ehm, saya tidak bermaksud menyamakan kedua makhluk itu sih. Apa karena mereka monyet Jepang? Atau karena suhu minus dua derajat ini membuat mereka jadi malas bergerak?

Entahlah, tapi menurut saya, jalan kaki menanjak sekitar dua kilometer di tengah hutan pinus yang bersalju betul-betul terbayar!

Paling bagus ke sini memang saat winter

Cara menuju Jigokudani Snow monkey Park

Jigokudani Snow monkey park ini terletak di Nagano prefecture. Cara menuju ke Jigokudani ini paling gampang adalah naik bus dari Nagano Station. Naik kereta juga bisa, tapi nanti harus disambung bis lagi.

Jadi kalau kamu dari Tokyo, bisa naik shinkansen ke Nagano terlebih dahulu. Di Station nagano kamu bisa membeli Snow Monkey pass di counter Kintetsu line. Harganya 3500 yen ( per januari 2019).

Dengan snow monkey pass ini kita sudah termasuk transport untuk ke sana (boleh pilih bus/kereta) dan tiket masuk snow monkey pass. Harganya cukup murah dibanding dengan kamu langsung membeli satu per satu. Lumayan menghemat beberapa ratus yen, bisa buat beli makan siang hehe.

Pada waktu saya ke sana, jadwal bis terlihat lebih dahulu berangkat. Jadi saya memilih menggunakan bus. Padahal kalau yang saya baca-baca di salah satu situs review perjalanan, naik kereta bakal lebih bagus pemandangannya. Walaupun harus disambung dengan bus.

Shinano limited express.

Ini adalah kereta yang saya gunakan dari Nagoya ke Nagano. Karena memang saya bukan dari Tokyo waktu itu.

Saya pilih kereta ini daripada shinkansen karena bentuknya unik. Bagian depan kereta itu jendela kacanya sangat besar. Jadi jika kamu beli tiket green car ( kereta no.1/first class) bakal bisa dapet view depan kereta yang luas sekali!

Shinano limited ekspress di stasiun nagano

Saya tentunya memilih kelas ordinary, tapi beberapa kali menyelinap ke first class (jangan ditiru hihi) untuk mengambil gambar. Dari Nagoya ke Nagano harganya 6810 yen di ordinary class dan non-reserved seat.

Kerata ini memang tidak secepat shinkansen. Kecepatannya masih sekitar 130 km/jam. Sehingga Nagoya ke Nagano ditempuh dalam waktu 3.5 jam.

Trek ke Jigokudani.

Suasana hutan pinus

Jalan dari gerbang taman ke tempat para monyet ini berendam di onsen sekitar 2 kilometer. Jalannya mudah kok. Hanya saja cukup panjang melipir punggungan yang cukup licin, karena tanah berlapis es.

Jadi pastikan kamu bawa sepatu trek yang betulan. Kalau bisa yang waterproof karena trek sangat basah sehingga licin. Total waktu berjalan normal adalah sekitar 40 menit.

Kalau kamu beruntung seperti saya, sesekali kamu akan menemukan monyet salju yang sedang melintas di trek.

cari kutu~

Kalau kamu sudah menemukan peradaban lagi setelah berjalan di hutan, artinya kamu sudah dekat dengan para monyet ini. Di tempat ini memang terdapat resort, yang tentunya juga terdapat onsen. Terkadang, si monyet ini salah masuk onsen. Bukannya yang ada di atas gunung, namun malah masuk ke resort haha!

Oh iya, kamu nggak boleh berendam bareng monyet-monyet ini ya. Dilarang keras karena mereka bisa saja tiba-tiba ribut dan berantem dengna sesamanya. Bahaya!

tak hanya berendam, beberapa bahkan berenang!

Area taman adalah seluruh lembah jigokudani yang cukup luas. Namun hampir semua orang berpusat di kolam air panas tempat para monyet berendam. Banyak sekali turis dengan kamera berlensa panjang yang mengelilingi monyet lucu ini.

enaaaaa

Tapi ingat ya, selucu apapun mereka, jangan ganggu mereka dengan cara apapun. Walaupun terlihat jinak, mereka tetaplah binatang liar. Jadi pastikan kamu ada di jarak aman ya. Jangan terlihat membawa makanan atau benda-benda menggantung yang menarik perhatian. Se-behave apapun monyet-monyet salju ini, mereka tetaplah monyet!

Oh iya, jangan lupa membawa makanan ringan karena tak ada yang menjual makanan di sepanjang trek (tentu saja, ini gunung beneran haha!)

Buat videonya, kamu bisa lihat di bawah ini ya!

4 COMMENTS

  1. “Se-behave apapun monyet-monyet salju ini, mereka tetaplah monyet,” terus kok aku kefikiran istilah ini “Sejahat-jahatnya singa, nggak ada yang makan anaknya sendiri.” Laaah hehe

    Ini beneran deh monyet-monyet yang mengenal peradaban. Mereka bisa berendam mandi dan saling gosokin badannya begitu :D

    • hahaha iya ini monyet ntar kenapa nggak peduli sama manusia. Mungkin mereka terlalu sibuk buat mencampuri urusan orang, gak kayak netijen :))

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')