Membuat Visa Schengen Eropa Lewat VFS Global Belanda

5

Buat yang mau ke Eropa, kamu butuh visa Schengen ini!

Tidak semua negara di Uni Eropa bisa kamu masuki dengan visa schengen. Namun 25 dari banyak negara eropa bisa kamu masuki dengan hanya visa schengen ini seperti Austria, Belgium, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Italy, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Norway, the Netherlands, Poland, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden dan Switzerland.

Untuk negara Uni Eropa non Schengen diantaranya : Bulgaria, Croatia, Bosnia, Macedonia, Romania, Ukraine, Serbia, Kosovo, Montenegro,  UK (eh, UK mah udah bukan uni eropa lagi ya?), dan masih banyak lainnya.

Musim semi di Antwerp, Belgia.

Mengapa membuat schengen lewat Belanda?

Untuk membuat visa schengen sebetulnya bisa lewat kedutaan negara schengen mana saja yang ada di Indonesia. Syaratnya adalah negara tersebut jadi destinasi utama kamu. Misalkan saja jadi tempat kamu pertama kali mendarat. Atau memang paling lama kamu akan ada di negara tersebut. Karena tiket pulang-pergi saya pakai Garuda Indonesia Jakarta – Amsterdam, jadi saya apply lewat Belanda.

Dan kenapa pakai jasa VFS? Karena sekarang sudah tidak bisa langsung daftar ke kedutaan Belanda, semua aplikasi harus lewat VFS Global yang letaknya ada di Mall Kuningan City Jakarta.

Apakah sulit mengurus visa schengen?

Pengalaman saya sulit sih tidak. Asal dokumen lengkap dan valid, seharusnya proses aman-aman saja.

Berapa lama pembuatan visa schengen?

Saya membuat visa lewat VFS belanda pada bulan Maret 2017, prosesnya 15 hari kalender. Namun ternyata 7 hari kalender sudah ada notifikasi email kalau paspor sudah bisa diambil.

Biaya pengurusan?

Untuk biaya visa schengen adalah 60 Euro, ditambah service fee VFS 25 Euro. Totalnya 85 Euro. Kalau dirupiahkan sekitar 1.3 juta rupiah.

Berikut langkah-langkah pembuatan visanya :

Langkah pertama : Buat Appointment di website VFS Global

VFS Global Belanda memang yang paling ramai dikunjungi turis Indonesia. Karena kabarnya sih paling ‘baik’ kalau mengurus schengen. Jadi antriannya cukup panjang.

Karena kalau mau apply, kita harus bikin booking terlebih dahulu di tanggal yang tersedia. Jangan terlalu mepet untuk membuat appointment ini, karena bisa saja kita sudah kehabisan slot sampai 2 bulan kedepan!

Makanya saran saya, 2-3 bulan sebelum berangkat sudah mulai membuat visa ini agar lebih santai.

Booking appointment langsung di VFS Global Belanda.

Setelah selesai proses appointment maka akan dikirimkan buktinya ke email seperti ini

 

Langkah kedua : Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan

Ini daftar dokumennya, lumayan banyak jadi jangan sampai ketinggalan kalau nggak mau bolak-balik.

  • Formulir visa schengen yang sudah diisi. Download dan print sendiri saja disini.
  • Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
  • Pas foto ukuran 4.5 x 3.5 dengan latar belakang putih.
  • Travel Insurance. Saya beli insurance online dari axa. Bukan endorse loh contoh saja.
  • Copy rekening tabungan 3 bulan terakhir. Pastikan saldo cukup. Cukup buat naik pesawat first class ke eropa sama belanja tas hermess, hehe. Paling tidak jumlah minimalnya ada untuk Rp 1 juta per hari. Kalau kata orang-orang sih angka amannya ‘diatas 50 juta rupiah’.
  • Surat keterangan kerja untuk pegawai atau SIUP untuk pengusaha.
  • Bukti reservasi hotel. Bisa pesan di booking.com yang bisa di cancel kalau ada apa-apa.
  • Bukti booking pesawat pulang-pergi. Bisa lewat travel agent dulu untuk booking tanpa harus bayar full. Atau pakai maskapai yang bisa confirmed ticket lalu bayarnya bisa beberapa hari setelahnya. Kalau saya karena tiket promo, jadi memang sudah issued duluan. Resiko sih kalau beli dahulu tapi ya ikhlaskan saja.
  • Copy KTP yang sudah diterjemahkan ke bahasa inggris. Cukup tulis tangan saja atau diketik terjemahnya tidak perlu pakai jasa terjemah yang tersumpah.
  • Copy kartu keluarga dan akte kelahiran. Ini tak perlu sih, saya bawa tapi tidak diperiksa. Tapi bawa saja buat jaga-jaga.
  • Itinerary. Buat simpel saja yang penting jelas ada dimana dan kota apa selama berapa hari. Kalau lewat Belanda ya paling tidak harus paling banyak jumlah harinya disana.
Contoh Itenerary saya

 

Langkah ketiga : Datang ke VFS

Datang sesuai jam yang kamu pilih sendiri ke VFS di kota kamu. Untuk yang di jakarta ada di kuningan city lantai 1.

Pengalaman saya, si petugasnya cuma periksa semua berkas aja, dan tidak bertanya macam-macam. Petugasnya juga ramah tidak seperti petugas imigrasi. Tak sampai 10 menit, saya diminta duduk ke antrian kembali dan menunggu antrian untuk mengambil data biometrik dan pembayaran.

Kata petugasnya, proses ini akan memakan 15 hari kalender. Namun mungkin itu waktu terlama untuk proses, karena visa saya cukup 7 hari kalender saja sudah bisa diambil.

 

Simpel sekali sebetulnya. Yang agak repot memang mempersiapkan dokumen-dokumen saja. Tapi keputusan tetap pada kedutaan. Mereka punya hak untuk menolak kita masuk ke negaranya dengan alasan yang tidak bisa kita ketahui. Jadi kalau bisa sih ya, apply tiga bulan sebelumnya. Karena kalau misalkan ditolak (jangan sampe deh, sayang duit, apalagi kalau udah beli tiket), kamu bisa apply lagi tapi harus minimal 30 hari setelahnya. Jadinya masih ada waktu.

Praha!

Selamat jalan-jalan ke eropa! :)

Psstt, jangan lupa nonton vlog saya di youtube yah!

5 COMMENTS

  1. Asyikkk! Infonya berguna nih siapa tahu nanti aku pergi ke Eropa ya amin amin amin. Anyway ternyata visa Schengen lebih murah daripada visa Australia ya. Visa OZ hampir 1,6 juta. Hahahaha xD

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')