Memilih Kamera Vlogging

9

Saya baru saja mencoba-coba mulai ngeblog dengan video alias membuat VLOG.

Vlog, atau video blog sekarang lagi populer sekali di internet. Sama seperti blog, mereka punya topik masing-masing seperti travel, beauty, lifestyle, daily life dan lain-lain.

Vlog pada dasarnya adalah bercerita menggunakan video. Biasanya sang vlogger sendiri juga bertindak sebagai cameraman. Maka dari itu, kamera mereka pegang dengan posisi selfie.

Pertama kali saya ngomong sendiri sambil selfie itu rasanya aneh banget, malu dilhat orang-orang. Tapi lama-lama akhirnya cuek juga, sih haha!

Untuk memulai vlogging, sebetulnya kita cuma butuh kamera smartphone saja. Namun saya ingin kamera yang proper untuk vlogging. Saya pun mulai riset mencari informasi. Akhirnya ketemulah kamera-kamera ini.

Kriteria saya dalam pemilihan kamera ini adalah:

  • Autofokus bisa diandalkan; Tak kabur-kabur dan malah fokus ke background
  • LCD bisa flip ke depan; agar framing tak meleset
  • Ada slot untuk microphone external

Paling tidak sih bisa memenuhi dua krieteria di atas. Inilah mereka :

1. Canon G7X series

G7X II

Kamera ini sangat populer di kalangan vlogger. Layarnya yang bisa flip ke depan dan warna canon yang membuat dunia ini lebih terlihat berwarna sudah jadi cukup alasan untuk memilihnya. Belum lagi kamera yang beratnya paling ringan diatantara semua kamera ini

Walaupun hanya punya mode video di 1080 60p, kamera dengan ukuran sensor 1 inch dan lensa equivalent 24-100mm ini punya mode otomatis yang cukup bisa diandalkan.

Autofokus di cahaya normal cukup baik. Walaupun tidak instan seperti sony RX100 mark 4.

Namun audionya terlalu ‘cempreng’ dan tak ada jack 3.5 mm untuk mic. Sayang sekali.

Contoh VLOG dengan canon G7x

 

2. Sony RX100 series

RX100 mark IV

Punya mode 4k yang cantik. Punya juga mode 1080 120p untuk slow motion. Audio jauh lebih baik daripada canon G7x, walaupun sama-sama tak ada slot mic.

Autofokus kencang. Ukuran pun sama-sama mini, bisa masuk ke kantong jeans.

Untuk foto pun kualitasnya paling mumpuni diantara rival sekelasnya, walaupun saya kurang suka warna sony yang terlalu natural.

Kelebihan lainnya adalah bisa di charge menggunakan power bank. Karena battery life nya sangat payah.

Tapi sayang, harganya agak membuat kantong saya sedikit ngeri untuk kamera kecil seperti ini. Untuk build quality juga menurut saya masih lebih baik canon G7x mark 2, apalagi di bagian mekanisme flip LCD-nya. Untuk harga satu kamera ini, kamu bisa membeli dua buah canon G7x mark 2.

Contoh vlog menggunakan RX100 mark V

 

3. Go Pro 

Go pro

Sebetulnya kamera ini sangat praktis sekali. Kecil dan ringkas. Kalau housingnya dilepas, audio-nya pun lumayan. Bisa pakai mic external dengan adaptor usb ke 3.5 inch. Saya pun sudah punya kamera ini di tas saya.

Namun, lensa fisheye-nya yang membuat pusing kepala kalau ditonton lama-lama untuk video yang bukan tentang action, jadi saya skip juga kamera ini..

Contoh vlog dengan gopro

 

4. Canon 80d

Canon 80d

Kamera ini pentolannya si seleb vlogger casey neistat. Walaupun canon terkenal ‘pelit’ fitur di kamera consumer, kamera ini cukup lengkap dan tiga poin yang saya sebutkan dapat semuanya.

Lensa ultrawide 10-18 juga lumayan terjangkau, enak buat vlogging karena cukup lebar.

Autofokus dual pixel AF juga paling terkenal handal untuk autofocus video.

Tapi…

Ini kamera DSLR! Ukurannya besar dan cukup berat, jadi saya skip juga pilihan ini….

Contoh vlog dengan canon 80d

 

5. Sony A6000 series

a6300

Kamera ini hampir perfect sih, walaupun LCD nya cuma bisa flip atas bawah saja dan punya masalah overheating kalau shoot 4K.

Tapi masalah rendering warna sony yang bukan selera saya, terutama masalah skin tone. Dan lensa-lensanya yang kurang ‘antusias’ karena rasanya sony lebih fokus ke seri fullframe A7 series daripada seri APS-C seperti A6xxxx ini hihi.

Memang sih bisa pakai adapter untuk pakai lensa canon misalnya, tapi ukurannya jadi membesar dan harga adaptor pun tak murah untuk yang bisa autofocus tetap berjalan.

 

6. Canon EOS M3

Saya membeli kamera ini, berharap ini adalah versi mini dari canon 70d/80d. Namun ternyata kamera ini hanya seperti seri G7x yang lebih besar. Untuk foto mungkin hasilnya sama dengan DSLR, tapi untuk video biasa saja.

Namun memang, di range harganya, cuma eos m3 yang punya slot microphone. Layar flip nya ke atas, jadi butuh sedikit modifikasi

Contoh vlog dengan canon EOS M3

 

7. Panasonic GX8

Selain Sony, merk yang terkenal videonya bagus adalah Panasonic. GX8 juga cukup memenuhi kriteria kecuali autofokusnya yang masih sangat kurang responsif untuk video.

Contoh VLOG dengan GX8

 

8. Fujifilm XT20

xt2

Ini pilihan yang aneh sebetulnya. Menggunakan fuji untuk video bisa jadi bahan tertawaan beberapa orang yang paham bagaimana kualitas video fuji sebelum seri Xpro2 dan XT2 muncul.

Di fuji XT2, video sudah sangat mumpuni. Bitrate 100 Mbps di resolusi 4k. Autofokus cukup halus dan cepat untuk vlogging. Sayang layarnya hanya bisa tilt ke atas dan bawah saja.

Namun ukuran kamera ini terlalu besar menurut saya. Jadinya saya mencoba fuji XT20 si adiknya yang baru muncul

XT20 ini kalau boleh saya bilang punya kemampuan 80% nya XT2 dengan harga yang cuma setengahnya. Saya pikir sih itu sangat worth sekali. Sayangnya, input mic di XT20 tidak standar yaitu ukuran 2.5 mm, jadi butuh konverter untuk 3.5 mm. Sangat tidak nyaman karena konverter tersebut menambah panjang kamera.

Contoh VLOG dengan XT2

Contoh VLOG dengan XT20

— COMING SOON, MASIH DIEDIT :)) —

Bagaimana denganmu? Apa tertarik untuk membuat VLOG juga?

Terima kasih!

 

9 COMMENTS

  1. Haha iya yaa rasanya aneh kalo ngomong sendiri di depan kamera, tp lama lama seru dan cuek sih. Apalagi di tempat rekreasi kadang banyak jg yg melakukan hal yg sama heheh

      • Wir kalau denger suara sendiri aku demen huhahahhaa. Agak narsis 🤔. Masalahnya kalau liat muka plus ngomong belepotan plus entah kenapa tiap ngomong harus benerin rambut atau garuk idung hahaha. Ganggu kan ya itu 😂

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')