Mencoba Mirrorless Fuji X-T1 Untuk Memotret Wedding ( plus X-PRO 2 preview! )

61

Ini pertama kalinya saya memotret wedding menggunakan kamera mirorrless, khususnya Fuji XT1. Terakhir kali saya memotret wedding, saya masih memakai Canon 5d si full frame tua yang klasik itu. Saya agak skeptis dengan kemampuan AF mirorrless sampai saya mencoba Olympus EM5 beberapa tahun lalu.

Untuk Fuji sendiri, saya baru merasa XT1 adalah kamera fuji yang benar-benar bisa diandalkan AF-nya. Generasi sebelum itu, seperti XPro1, XE1, saya tak bisa percaya karena kemampuan AF-nya dibawah standar saya. Meskipun saya lebih suka warna Fuji dibanding kamera lainnya, tapi kemampuan AF, kecepatan handling, tak bisa membuat saya beralih dari micro 4/3.

Untuk memotret pernikahan kawan saya ini, saya berkesempatan menggunakan Fuji X-T1 dengan lensa 16 1.4 dan 35 1.4. Kamera Olympus EM10 saya kenakan lensa tele 40-150 untuk momen yang dimana saya tak bisa mendekat. Rekan saya om Bolang juga pakai kamera micro 4/3 Panasonic GX7 untuk mengambil video. Saya sangat berharap fuji memperbaiki kualitas videonya karena saya sangat suka output warna fuji. Pasti terlihat sangat bagus di video. Untuk saat ini, kamu pasti bercanda kalau menggunakan fuji untuk video hehe.

Saya mulai saat si pengantin dandan di kamar hotel. Disini saya cukup pakai 16 mm saja. Lensa ini sangat cantik. 16 mm di Fuji ekuivalent dengan 24 mm di full frame. Namun diafragma 1.4 tetap membuat lensa ini bisa memisahkan object dengan background.

Baik, mari lihat foto-fotonya dulu.

fuji 16 1.4
Wide angle tapi ada ‘bokeh’ nya | XT-1, 16mm 1.4
dandan mz?
dandan mz? | XT-1, 16mm 1.4
Ini dari file raw, karena yang jpeg si gunung tangkuban perahu di belakang tak bisa di recover highlight-nya.
Ini dari file raw, karena yang jpeg si gunung tangkuban perahu di belakang tak bisa di recover highlight-nya. | XT-1, 16mm 1.4

Lensa 16 1.4 sangat cepat AF nya dan akurat. Lain cerita dengan si 35 1.4, lensa ini agak terasa pergerakan motornya dan AF nya lebih lambat dibanding 16mm. Sepertinya sudah diperbaiki di lensa 35 f/2 yang baru.

Apalagi kalau focus saat keadaan subjek backlight. Good luck saja kalau pakai lensa 35 1.4.

Sehabis akad | XT-1, 35 1.4
Sehabis akad | XT-1, 35 1.4
wedding-fuji-XT1-24
XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
Duh matamu berlinang mz | XT1, 35 1.4
fuji XT1 wedding
*hiks* | XT1, 35 1.4
fuji XT1 wedding
Lempar koin yang ternyata diganti permen | XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
Mz.. | XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
Mz, masa nikahan masi ngebuzz aja? | XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
Para bapak dan ibu undangan. Skin tone enak banget ya fuji | XT1, 35 1.4

Mungkin karena pernah menjalani bisnis slide dan film negative untuk kamera analog dulu, fuji jadi mengerti warna yang renyah. The thing is, warna fuji tidak merepresentasikan kenyataan. Tapi entah kenapa, enak dilihat. Fuji Provia, settingan standar saja sudah..ah gimana menjelaskannya ya, semua foto disini pakai provia saja tanpa diatur macam-macam.

Saya juga senang dengan settingan classic chrome, mirip seperti tone warna “positive film”-nya Ricoh GR yang juga saya miliki. Klasik, rendah saturasi, dengan kontras tinggi menyajikan warna yang sangat subtle. Tapi jika high-iso jpeg saya merasa dynamic range menurun drastis sehingga micro-contrast (misalnya detail rambut menjadi hitam, hilang detail) menjadi menurun.

Look at these healthy skin tone directly out of camera : 

Yang  foto om  mister ini benar-benar jpeg asli dari kamera. Film simulation fuji provia. Joss.

Fuji X-T1, 35 1.4
Fuji X-T1, 35 1.4
fuji XT1 wedding
XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
XT1, 16 1.4
fuji XT1 wedding
Para Tuan & Nyonya hadirin.
fuji XT1 wedding
Mb itu istri orang jangan di embat… | XT1, 35 1.4
fuji XT1 wedding
Wihh pake Osmo | XT1, 16 1.4
Who's next?! | XT1, 35 1.4
Who’s next?! | XT1, 35 1.4

Kesimpulan

  1. Lensa 16 1.4 adalah salah satu lensa terbaik fuji. Lensa lebar dengan aperture tinggi membuat hasil fotonya unik. Sangat cocok untuk foto dokumenter. Mungkin kalau disuruh memilih satu lensa saja untuk dipakai, saya akan memilih lensa ini. Belum ada merk mirrorless lain yang punya lensa seperti ini (kecuali DSLR, banyak hehe). Olympus punya 12 f/2 yang juga bagus namun masih karena 16 mm ini punya 1.4 tetap saja hasilnya lebih “3d”
  2. Lensa 35 1.4 secara optik sangat bagus. Namun AF masih payah jika cahaya backlight ataupun kondisi low light.
  3. XT1 sudah sangat mumpuni untuk memotret dengan pace yang tinggi seperti memotret wedding. Walaupun saya belum coba C-AF nya. Saya masih belum percaya ada mirrorless yang C-AF nya bisa dipakai secara professional.
  4. Baterai dari full hingga kosong saya hitung sekitar 250 frame dengan menggunakan EVF. Bawalah sekitar 3-5 buah untuk pemotretan seharian.
  5. Warna jpeg fuji untuk skin tone sangat mantap. Sekian.
  6. Tapi saya sulit mengemulasi warna jpeg fuji jika memakai RAW. Jadi lebih kekuningan. Saya pakai Adobe lightroom btw.

Overall, baru kali ini saya tidak berkata “meh” kepada fuji. Saya bahkan mencoba kamera terbarunya yaitu fuji X-Pro 2 yang terbaru dan saya merasa kamera ini baru betul-betul yang standar teknologinya menyamai merk-merk lain. Contohnya saja saat mengakses menu dan memilih salah satu option, misalnya memilih kualitas foto — kamera akan butuh loading sekitar 2 detik untuk mengganti setting. Di X-Pro 2 semuanya serba cepat. Handling sangat meningkat apalagi dengan ditambahkannya joystick untuk memilih langsung titik autofokus ( seperti canon 5d/1d series) Autofokus sangat terasa perbedaannya di low light, EVF tidak lagi nge-lag. Hanya saja yang saya sayangkan LCD nya fixed tidak bisa bergerak, dan dial ISO yang desainnya sangat bagus namun sama sekali tak praktis karena harus mengangkat dial shutter speed baru bisa memutarnya.

Lihat dial iso nya?
Lihat dial iso nya?

High ISO-nya pun sangat lumayan. ISO 12.800 nya adalah native dan bukan di-push. Ini contohnya. Tapi ini jpeg ya, saya belum bisa buka file RAW-nya yang besarnya 50 mb satu foto itu (uncompressed):

ISO 3200 | X-Pro 2, 100-400 mm
ISO 3200 | X-Pro 2, 100-400 mm
ISO 6400 | X-Pro 2, 100-400 mm
ISO 6400 | X-Pro 2, 100-400 mm
ISO 12.800 | X-Pro 2, 100-400 mm, masih usable
ISO 12.800 | X-Pro 2, 100-400 mm, masih sangat bisa digunakan.

Saya cukup tertarik dengan fuji X-Pro 2 ini, jika ada kesempatan saya akan segera menulis review tentang kamera ini.

Terima kasih!

Thanks buat mb Yuki atas foto saya. Diambil pakai fuji X-T10 yang kurang lebih sama dengan X-T1 dengan body lebih mungil.
Thanks buat mb Yuki atas foto saya. XT1 dan EM10. Diambil pakai fuji X-T10 yang kurang lebih sama dengan X-T1 dengan body lebih mungil.

Disclaimer : Post ini tidak disponsori oleh siapapun kecuali yang lagi baru saja manten diatas.

61 COMMENTS

  1. baru mampir lagi.

    Nah gini dong… balik lagi ke web yang widthnya lebar, ngeliat fotonya kan jadi maximal kk. :D

    anyway… cobain motret wedding pake X100S atau T wir..

  2. mas wira, mau sedikit nanya2..saya ada rencana beli fuji xt10..budget udah saya siapkan sesuai dgn harga d situ tokocamzone. tapi saya kaget, di situs fokusnusantara dan jpc kemang harga ternyata beberapa juta lebih mahal. kira2 ini kenapa ya? setau mas wira sekarang xt10 dijual berapa? mungkin pernah survey hhe
    terima kasih

    • Setahu saya di toko camzone bukan distributor resmi, jadi barangnya bukan garansi resmi fuji Indonesia. Garansi ke fuji langsung nggak ada, jadi lebih murah. Kalau mau aman sih ambil yg resmi aja di focusnusantara atau jpckemang

  3. semua bahasa matematika nya saya masih bingung :)
    tapi gpp,, paling tidak saya sedikit paham, bagaimana memilih kamera yang cocok di kantong :D

  4. Bokeh dapat, detailnya juga tajam ya Wir, sampai detail-detail di wajahnya juga jelas banget. Ini warnanya asli atau digocek sedikit kah? Seperti agak-agak HDR gitu rasanya.

  5. Nice shots, hasil foto-foto nya bikin ayem lan tentrem. Oya, warna theme blog-nya juga ayem and tentrem. Makasih bro, bermanfaat banget buat nubi seperti saya. Salam kenal, Nano “Energy Giver” :-)

  6. Mas Wira, kalau boleh tau untuk foto “Who’s Next” (tamu undangan lagi nangkep bunga) itu settingannya apa ya? saya (nubie) make X-T10 + 35mm f2 dan terus terang sampe sekarang susah bgt nangkep moving objects, pasti ada bagian blur nya. Kadang kalo udah frustasi suka switch ke auto mode semua (shutter speed + aperture + ISO) padahal ngincer aperture priority.. udah auto malah blur nya suka tambah banyak :)) disitu kadang diriku merasa hina :’)

    Mohon bimbingannya, Mas :D

    • Itu pake mode aperture priority di f/1.4 aja mas. Aperturenya yang auto saja. Kalau momen gitu sih masalah kesigapan aja ok hehe.

      • f/1.4 ya.. pantes bokehnya legit hehe.

        nah itu dia mas, kalau aperture saya jadikan auto kayaknya kurang gimanaaa gt ehehe. kalau settingan shutter speed yang dimaenin bakal lebih mencegah foto blur ndak ya?

        • Tergatung action yang mau ditangkep mas. Shutter speed lebih tinggi ya pasti mencegah foto dari shake. Kalau saya prefer aperture-nya manual, sisanya auto.

  7. Wow keren..
    Biasanya selalu lihat update feed mas Wira lebih banyak foto-foto pemandangan/landscape
    Tapi ternyata bisa juga toh main ke wedding photography

    Mantaplah tipsnya
    Bisa dicoba kapan-kapan, klo perlengkapan juga sesuai :)

  8. Nice article mas Wira, aku jadi ngerti banyak ttg mirorless…aku cuma punya DSLR 750 sama 7100…beraaaat…habis jalan, minta dipijet :D ha ha ha…makanya lagi nyari2 article tentang mirorless ini. Tadinya tertarik banget ama Fuji X-T10 …tapi setelah baca ..mikir2 lagi…Thanks ya …Salam dari Denmark

  9. Mas aku masih dilema antara mau fuji film xa-2 apa canon m3. Aku ngeliat hasil foto orang warna foto pada si fuji normal normal saja. Tapi pas waktu dicek ke konter kamera saya liat hasilnya warna hijau gituu. Jadi jauh sama hasil yang si canon lebih fokus pula. Itu kenapa ya?
    Minta ilmunya sedikit hehe

  10. Mas Wira, setelah saya baca blognya mas wira, saya langsung cari XT-1 kok sudah di discontinue yaa..

    Yang masih ada XT-10.. Perbedaan XT-1 sama XT-10 signifikan gak mas? Mohon pencerahan

    • karena baru saja muncul X-T2. Kalo kualitas foto tidak terlalu berbeda. Cuma beda fitur2 premium seperti weather sealed, continous shooting, dll

  11. Salam knal mas wir, ane baru semalam ngambil x-t1, dan lagi belajar2 tentg mirorles, (migrasi dari 6d) heheh, mau nanya kalo di xt1 untuk munculkan tanda focusingnya dimana ya, biasa kan ada kotak putih di canon kalo udah focus dia jd merah dan bunyi tit, kalo di xt1 dimana y?? Makasihh sebelumnya

  12. Mas Wira, bagusan mana XPro2 dengan XT2 ? Liat hasil foto di google kayaknya lebih bagusan XT2 yak? dan lebih simple juga make nya hehehe :D

  13. Salam kenal mas wira,saya andri. maaf sebelumnya saya baru kenal mas wira,hehe. Tp dari review singkat yang mas kasih tentang si fuji ini bikin saya jadi faham,artinya masnya emang master dari master *eaak.
    Jadi gini mas saya mau tanyak,dengan budget saya yang sedikit (2.5jutaan) kira kira saya bisa dapet kamera apa ya mas? Atau prosummer apa yang kira” mantep dan cocok buat pemula seperti saya? Rencananya akan saya gunakan untuk foto makanan,dokumenter,dll :). Terima kasih,saya tunggu jawabannya master :v wkwk

  14. Mas Wira minta pendapatnya dong, saya masih bingung nih antara memilih mirrorless Fujifilm x t20 kit dengan DSLR Nikon D7200, kira kira worth it mana ya untuk foto jalanan, outdoor & traveling

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')