• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Bali & Nusa Tenggara / Mendaki Puncak Tertinggi Pulau Bali

May 23 2016

Mendaki Puncak Tertinggi Pulau Bali

Entah bagaimana saya bisa mengiyakan ajakan Firsta ketika ia mengajak saya untuk menaiki puncak tertinggi pulau dewata itu. Tanpa sadar, tiba-tiba saya sudah melaju di atas motor sewaan dari homestay saya di Sanur menuju Pura besakih, salah satu titik awal pendakian Gunung Agung.

Jalur pura besakih digunakan jika ingin naik ke Puncak Gunung Agung 3142 mdpl. Sedangkan jalur satu lagi yang waktu pendakiannya lebih singkat adalah jalur Pura Pasar Agung, namun hanya akan sampai di bibir kawah.

gunung agung sunrise
Foto pertama saya di gunung Agung saat sunrise

Kami akan naik tek-tok. Alias tidak buka tenda, tanpa menginap. Sampai puncak, kami akan turun langsung turun kembali.

Hal gilanya, kami akan naik jam dua belas malam, dan sampai di puncak saat sunrise. Sebetulnya biasa saja, seperti trek terakhir gunung semeru ataupun rinjani. Namun, saya menaiki kedua gunung itu sudah 2-3 tahun lalu. Sekitar 10 kilogram yang lalu. Setelah itu saya jarang naik ‘gunung betulan’. Entah saya kuat atau tidak, saya pun memulai langkah pertama dengan bismillah.

Senter saya nyalakan. Kami mulai melangkah langsung masuk ke hutan. Bertiga, plus satu orang guide. Mendaki di gunung agung harus menggunakan pemandu. Tarifnya sekitar 300 ribu per orang. Biasanya sudah termasuk sarapan, senter, dan trekking pole.

gunung batur dari gunung agung
Terlihat Gunung Batur dan danau kintamani di kejauhan

Buat kamu yang ingin kesini, saya kasih tahu dulu : TANJAKANNYA GAK PAKE AMPUN. Duh, sampai pakai caps lock. Tapi bener deh. Bisa dibilang 95% tanpa ada jalur landai.

Saya kepayahan. Tanda harus sudah diet. Firsta mungkin kesal harus menunggu saya. Apalagi Nico, suaminya yang bule dan berkaki panjang ini terlihat seperti berjalan di jalan datar, padahal tanjakan tiada henti.

puncak gunung agung
Jalurnya ngeri-ngeri sedap..

Ada tiga pos sebelum puncak. Tak ada tanda-tanda ataupun shelter di pos-pos ini. Namun jarak antar pos sekitar satu setengah jam hingga dua jam.

Di beberapa titik di jalur terdapat jalur yang sangat terjal sehingga dipasang tali bantuan. Saya lemas membayangkan untuk turunnya nanti.

Mendaki malam sebetulnya jauh lebih nyaman daripada mendaki siang. Karena selain tak panas, mendaki malam hari juga terasa romantis karena ditemani bintang-bintang. Kalau kamu punya teman yang bisa melihat lebih, lebih baik peringatkan dia supaya tak memberi tahu macam-macam. Karena malam romantis bisa saja berubah menjadi malam horor. Hihi, bercanda.

 

shadow sunrise
Gunung hantu alias bayangan puncak gara-gara sunrise.

Entah berapa kali saya berhenti dan berjalan kembali, sekitar pukul tiga pagi kami berhenti di permulaan jalur berpasir dan berbatu dengan dinding yang cukup tinggi untuk menahan angin. Vegetasi sudah mulai berubah. Kami duduk, memulai api unggun, dan membuat kopi panas. Disini kami beristirahat sejenak. Beberapa orang nampak sedang tertidur mengisi tenaga untuk persiapan summit attack.

Pemandu kami nampak tertidur pulas tak lama setelah ia membuatkan kami minuman hangat. Ia hampir tiap hari mendaki gunung agung di malam hari, jadi pasti sangatlah lelah. Pekerjaan yang sangat berat. Tapi nampaknya ia sudah sangat terbiasa. Walaupun badannya kecil, ia punya stamina yang luar biasa.

MTMA bali
Si Bli pemandu kami fans #MTMA banget nampaknya….

Saya mencoba istirahat. Namun udara terlalu dingin untuk membuat saya terlelap. Perlahan langit hitam pun berubah jadi biru pekat, tanda kami harus segera melanjutkan pendakian ke puncak.

Saat matahari muncul, barulah sadar kami bahwa jalur gunung agung ini sangat kecil dan kiri-kanannya terdapat jurang.  Jalur ke puncak betul-betul batu. Kalau kita terjatuh pasti langsung END. Langkah saya makin lunglai, tapi udara subuh yang sejuk membuat saya tetap bersemangat.

Beberapa kali saya bilang ke Firsta, mungkin ia sampai kesal, “Ini nanti turunnya gimana yah beb? Naiknya aja terjal begini HAHAHA.”

Ia cuma bilang dengan tenang,”udah, gak usah dipikirin.” Kadang sambil kesal juga, “UDAH, GA USAH DIPIKIRIN!!”

Saya cuma bisa tertawa sambil meringis.

puncak gunung agung
Kak Firsta dan bebeb-nya. Aku cuma bisa meluk trekking pole yang dingin itu…

Tak lama saya sampai di puncak bertepatan dengan matahari yang muncul dari horizon. Ada tiga puncak yang akan kita lewati. Foto di atas adalah foto di puncak kedua. Sedangkan yang dibawah ini adalah foto puncak ketiga dari puncak kedua.

puncak gunung agung bali
Puncak Gunung Agung dan orang-orang yang mendaki hari itu.

Selagi yang lain berjalan ke puncak ketiga, saya memilih untuk istirahat dan sarapan sendiri di puncak kedua. Menikmati momen-momen di puncak sambil melihat pesisir Bali dari titik tertinggi pulau dewata ini.

Sambil memikirkan bagaimana cara turun dengan selamat sampai di pura besakih kembali….

Menuju puncak ketiga dimana terlihat kawah gunung agung.
Menuju puncak ketiga dimana terlihat kawah gunung agung.
puncak gunung agung
Mejeng dulu

Total perjalanan ke puncak memakan waktu sekitar 6 jam. Nah, menurut logika turun pasti lebih cepat kan? Tapi, dengan kondisi yang belum tidur semalaman dan dengkul yang sudah bergetar sendiri, ternyata memakan waktu hingga 8 jam.

Jalur yang semalam kami lewati hanya dengan senter, sekarang terlihat jelas. Rasanya pengen meluncur saja sampai di bawah.

Anyway, saya berfikir naik gunung ini lebih menantang daripada gunung semeru maupun rinjani. Kalau naik kedua gunung itu seperti marathon, naik gunung agung ini lebih mirip lari sprint yang butuh tenaga ekstra dengan konstan.

Sesampainya dibawah, saya bersumpah tidak akan pernah naik gunung lagi.

Tapi, itulah yang saya selalu pikirkan setiap habis turun gunung. Dan, sialnya, bukan; untungnya, saya selalu saja rindu dan ingin kembali ke ketinggian!

Salam dahsyat!

mendaki-gunung-agung-bali-15
Gunung Batur di kejauhan (yang di tengah danau kawah)
mendaki-gunung-agung-bali-16
Firsta dan Bli MTMA
mendaki-gunung-agung-bali-13
Saatnya kembali ke bawah
mendaki-gunung-agung-bali-21
Tanjakannya kira-kira begini…
Foto keluarga
Foto keluarga by Bli MTMA
turun yuk
turun yuk. | Photo by Firsta
Jiper ngeliat jalurnya.
Jiper ngeliat jalurnya. | Photo by Firsta
mendaki-gunung-agung-bali-18
Sampai jumpa lagi Gunung Agung!

Written by wira · Categorized: Bali & Nusa Tenggara, Hiking & Trekking, Indonesia, Travel Story · Tagged: gunung agung, pendakian pulau bali

Reader Interactions

Comments

  1. Iqbal Rois says

    24 May ’16 at 05:40

    Mz, betapa aku mencintai tulisan2 yg seperti ini.. :’)

    “Sekitar 10 kg yg lalu..” :))))))

    Semuanya pada keburu2 sih, coba lebih nyantai, pasti harusnya gak kesiksa gitu naik dan turunnya. :D

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 10:26

      Dipindang cyinn ~ *melambai* :))

      Reply
  2. Sindy says

    24 May ’16 at 08:58

    wahh mantap, saya yang tinggal di bali aja belum perah mendaki…
    biasanya cuma keliling objek wisata biasa yang tidak melelahkan.

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 10:25

      Wah harus dicoba sekali-kali mas hehe.

      Reply
  3. Shufi says

    24 May ’16 at 09:56

    Wir nanjak yuk… yang jalan santai aja, argopuro misalnya wahahahaha

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 10:04

      Leuser sekalian pi… :))

      Reply
  4. Mumun says

    24 May ’16 at 11:20

    Ahahaha… sounds like my experience with Firsta. Sampe ke bawah juga gitu! Ga mau Yah karena lu anak gunung, lu dapet yang 3000an mdpl. Hooo… Firsta nih!

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 11:59

      YHEAAAAA MUMUN AKHIRNYA NAIK GUNUNGG :))

      Reply
  5. wismayanti says

    24 May ’16 at 11:57

    sedih banget cuma bisa meluk treking pole :p

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 11:59

      Daripad meluk angin mb…

      Reply
  6. Teguh Rachmanto says

    24 May ’16 at 11:58

    Salam kenal mas wira.. Sudah 1-2 minggu ini saya ngikutin blognya. Seru! Saya baru ini di dunia blog dan mencoba untuk blogging.

    Lewat jalur pura besakih menuju puncak memang cuma 6 jam?? emangnya star dr ketinggian berapa? btw, pake kamera apa nih mas wira?

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 12:00

      Salam kenal mas. iya, cuma 6 jam kok hehe. Saya pakai kamera mirrorless olympus dan fuji saat ini.

      Reply
      • helterskelter says

        2 Jun ’16 at 17:03

        cie cie jadi nih pake Fuji? *lalalala…

        Reply
        • wira says

          3 Jun ’16 at 21:16

          huvt.

  7. Firsta | Discover Your Indonesia says

    24 May ’16 at 12:39

    Akhirnya rilis juga tulisannya (dan fotonya dikirimin juga!)
    Alhamdulillah ya bisa update di Instagram! *pilih-pilih foto*

    Wiraaaa.. kan udah ditawarin pelukan bertigaaaa.

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 12:53

      Aq nggak mau diduakan mb beb :(

      Reply
  8. Dian Radiata says

    24 May ’16 at 14:43

    Cuma bisa bilang KEREN!

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 17:58

      MAKASIH mba Dian!

      Reply
  9. niken says

    24 May ’16 at 15:25

    sekitar 10kg yg lalu wkwkwkwk

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 17:57

      eh ketawa si kampret :)))

      Reply
  10. Rifqy Faiza Rahman says

    24 May ’16 at 15:29

    Gunung suci idaman saya juga ini, hehehe. Sama seperti saat mendaki Gunung Arjuno, pas balik selalu “ngumpat” gak naik lagi gunung ini ah! Eh, gak sampai setahun, diulang lagi lewat jalur yang sama :D

    Foto-fotonya selalu keren :)

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 17:58

      Hihihi, ya kira-kira seperti itu :))

      Reply
  11. jonathanbayu says

    24 May ’16 at 20:09

    Seru banget ya naik gunung, di Bali lagi! Sudah sering kesana tapi cuma nikmatin pantainya doang, sepertinya next time harus nyoba nih. Tulisan yang menarik ditambah fotografi yang andal bikin postingan ini tambah perfect! hehe

    Reply
  12. BaRTZap says

    24 May ’16 at 22:45

    Hahaha kayaknya kita dimana-mana selalu gitu Wir. Pas atau paska naik gunungnya kita akan bersumpah gak akan naik gunung lagi, bahkan kadang merutuk “duh ngapain sih gw pake naik-naik gunung segala?” … Tapi begitu udah turun, begitu posting, begitu kapan-kapan liat fotonya lagi, begitu inget pasti kangen …. It’s like mantan pacar yang nyusahin tapi ngangenin gitu hahahahaha

    Nice post Wir, jadi pengen nyobain juga manjat Gunung Agung. Pemandangannya superb! Apalagi yang gunung hantu dan danau kawah nya itu :-)

    Reply
    • wira says

      25 May ’16 at 05:37

      ((( MANTAN ))) hahahhaa. Happens all the time yah :)

      Reply
  13. Demas says

    25 May ’16 at 09:45

    Keren Mas foto2nya. I’m a big fan of your photos.

    Kindly visit my page as well ☺
    GRACE FILLED TRAVEL JUNKIE

    Thanks!

    Reply
  14. hilmi says

    25 May ’16 at 11:00

    Salam kenal mas Wira, sudah beberapa kali mampir buat referensi nulis dan foto yang selalu SUPERB.

    Sepertinya banyak yg seperti itu ya mas, ngomong kapok tapi ya diulangi lagi, termasuk saya, :D

    Reply
    • wira says

      25 May ’16 at 13:51

      Salam kenal mas hilmi. Heheh, betul. Kapok sambal. :)

      Reply
  15. tudipa says

    25 May ’16 at 14:43

    keren mas..

    salam.. ;)

    Reply
  16. Johanes Anggoro says

    26 May ’16 at 12:06

    eeeh treknya gak kalah serem ama gunung2 yg ketinggiannya lebih tinggi ya.. tp viewnya jg gak kalah keren ama gunung2 mainstream :3

    Reply
  17. Nia says

    31 May ’16 at 08:06

    Suka banget liat blognya…
    post terus keindahan alam ini ya bang :D

    Reply
  18. Fajar Permana says

    2 Jun ’16 at 15:02

    Keren ini.. Ambil foto nya pake kamera apa mas?

    Reply
  19. masifin says

    7 Jun ’16 at 11:34

    foto-fotonya di blog ini selalu amazing…terutama yang foto alam dan gunung….mesmerazing and inspiring

    Reply
  20. Bali Go Live says

    13 Jun ’16 at 10:54

    Foto-foto yang memukau.. Kelelahan mendaki gunung ini akan terbayar ketika kita melihat pemandangan yang disajikan. :)

    Reply
  21. titiw says

    14 Jun ’16 at 16:14

    Ahhh cakepnya…

    Kak firsta… sama gunung2nya.. hahahaha :)) Itu kamu naik gunung ndada persiapan fisik kak? Hebring!

    Reply
    • wira says

      14 Jun ’16 at 16:46

      Nggak! Lagi di Bali tiba-tiba diajakin sama si kak Firsta! Makanya itu lemah banget aku kak hahah

      Reply
  22. Rudi Hartoyo Medan Wisata says

    21 Jun ’16 at 16:16

    Naik gunung kayak pengen lepas dari mantan y mas,, awalnya bilang gak mau lagi,, tapi masih diingat n ngulang lagi,, Ehhh,, hahahah

    duhh, buat kangen puncak :D

    Reply
  23. KADEK ARINI says

    22 Jun ’16 at 17:59

    wkwkwkkwkw LOL NGAKAK BLI MTMA HAHHAHA

    Reply
  24. Dee - @HEYDEERAHMA says

    22 Jun ’16 at 19:23

    Fotonya selalu memukau nih, Kak Wira!

    Biasanya kalo ke Bali, orang2 mah ke pantai, ini Kak WIra beda sendiri. Naik gunung agung!
    Keren Mz!

    Reply
  25. Sinyo says

    27 Jun ’16 at 09:43

    jadi kapan ajak aku naik Gunung kak hehe…

    Reply
  26. gloria says

    31 Jul ’16 at 16:12

    Hi mas tanya dong, kalo untuk hiking dari pura besakih.. harus book guide dlu gak yah ? apa boleh langsung dtang hari H dan book di sana aja ? lebih baik kalau datang hari H, datang jam berapa ya ?
    Thank you, btw foto nya” bagus” banget nihh boleh tau pake fuji seri apa ?

    Reply
  27. Ezytravel.co.id says

    31 Aug ’16 at 13:22

    Hallo.. bagus banget artikelnya ya.. sangat padat dan lengkap dengan foto foto menariknya sangat terhibur dan santai untuk bacanya makasihh

    Reply
  28. keluargabackpacker says

    7 Sep ’16 at 16:40

    Duh…makin pengen! Ini dulu dapetin guide nya on the spot kah mas? Pake tawar2an dulu? Apa memungkinkan utk nenda jg? (bnyk yg bilang gak bisa nenda, tapi ada yg bilang bisa2 aja, bingung mau konfirm ke mana). Trimkisiii sebelumnya :)

    Reply
  29. Maya Pratiwi says

    12 Nov ’16 at 22:38

    entah apa lagi yg ada di pikiran saya sekarang setelah baca blog mu, mas.. hhahahaa
    akhir bulan ini mau kesana lohh !
    KUY bgt lah rasanya.. bismillah saja lah ???

    Reply
  30. Listya Nurina says

    26 Dec ’16 at 09:54

    Hi mas Wira..mau tanya sedikit soal porter/ guide nya..itu pas kita start,akan banyak guide yg menawarkan jasanya ya atau by appointment? Aku jg maunya cuma tektok. Makasih yaa

    Reply
    • noona ian says

      15 Jan ’17 at 09:30

      Hi Listya… ikut dong? Kapan mau kesana

      Reply
  31. noona ian says

    15 Jan ’17 at 09:26

    Hi Mas Wira, makasih blog :) jadi pengen buru” kesana :p

    Reply
  32. Intan says

    6 Feb ’17 at 17:01

    Mahal ya mas naiknya kesana, poto2 nya keren mas, terus berkarya ya

    Reply
  33. Shinta says

    26 Feb ’17 at 08:05

    Wow…baca dengar jalurnya bikin sy jiper duluan sblm rencana nanjak kesana 😥

    Reply
  34. fitria nabillah says

    1 Mar ’17 at 19:30

    Mas wira .. minta kontak guide nya donggg . Tq

    Reply
  35. Gede Endy says

    3 May ’17 at 12:51

    mas minta kontak Guide donk… trims

    Reply
  36. agus says

    7 May ’17 at 19:16

    Mas, it guidenya misal cm saya sendirian kena brapa y mas, duh mupeng banget…. Tahun ini harus kesini….amin…

    Reply
  37. Sakhi says

    2 Jun ’17 at 02:18

    Bulan july ni yuk,,nyari barenan nih
    Btw foto nya keren ms wira 😁

    Reply
  38. Ronal says

    5 Jun ’17 at 16:16

    Ntar nyusul 22 juli, insya Allah..

    Reply
  39. Yoddiar Topan says

    7 Jul ’17 at 11:57

    Salam Rimba..!!

    Reply
  40. husen says

    14 Aug ’17 at 19:33

    Mas kalo tanpa jasa guid boleh gak ya? Klo boleh ngurus surat2 nya ke polisi gmn?

    Reply
  41. masirwin says

    27 Apr ’20 at 14:17

    Keren pemandangannya ,,, pengen banget mendaki ke Gunung Agung

    Reply
  42. Jual Rumah di Bali says

    31 Jan ’23 at 08:35

    wah hebat bisa naik ke gunung agung, pingin banget ke sana, saya baru sampai gunung batur aja,

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 6 Rekomendasi Kamera Mirrorless Untuk Pemula
  • Jangan cuma ke Tokyo! Inilah 9 Tempat Wisata di Nagoya, Prefektur Aichi!
  • Bandung Morning Photowalk with Samsung NX30
  • About

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...