Saya ingat dulu waktu kuliah saya sering main HT (handy talkie) sampai larut malam. Mengobrol dengan teman-teman radio amatir memang mengasyikan sampai kadang lupa waktu. Karena saya memang kuliah jurusan telekomunikasi, utak-atik antena dan radio adalah keseharian.

Namun sayang, saya tak sempat mengikuti ujian masuk ORARI untuk mendapatkan call sign seperti YB0ST (baca: Yengki Bravo Zero Sierra Tango) — ini adalah punya Pak Sutiyoso, salah satu mantan presiden ORARI yang juga mantan gubenur Jakarta.

Waktu berlalu hingga saat ikut rombongan Terios 7 Wonders ke kalimantan ini. Ada satu perhentian yang membuat saya penasaran : kuliner lontong Orari! Apakah si lontong ini punya sejarah dengan salah satu organisasi radio amatir Indonesia ini? Atau untuk memesan seporsi lontong gurih dengan ikan haruan ini harus pakai HT dengan frekuensi tertentu? Hehe.

Lontong Orari Banjarmasin
Lontong Orari Banjarmasin

Kami sampai pukul 11 malam di Di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan itu, saat tengah malam pun bisa bersantap lezat: melahap gurihnya lontong orari. Makanan yang selalu jadi pilihan komunitas radio amatir, yang memang doyan begadang. Orang radio amatir memang tak jauh berbeda dengan programmer. Kalong.

Atmosfer rumah makan Lontong Orari memang pas jadi penampung orang yang kemalaman sekaligus kelaparan. Meja-meja rendahnya ditata lega, membuat tubuh yang penat bisa dibaringkan sepanjang warung tak penuh pengunjung. Pilihan menunya pun simpel. Lontong sayur santan dengan berbagai pilihan lauk, mulai dari ikan haruan, ayam, hingga telur bebek yang dimasak habang. Ya, memang bukan makan malam yang baik untuk yang lagi diet, sih.

lontong-orari-banjarmasin-3
Lontong Orari. Pakai telur, ikan haruan, lontong berbentuk segitiga raksasa, dah kuah kenta

Tak lama setelah kami pesan, seporsi lontong hangat segera tersaji di atas meja, diracik bersama sayur nangka yang rasanya gurih, manis, dan pedas. Salah satu pilihan lauk paling khas adalah ikan haruan atau gabus asap karena kota ini memang punya tradisi mengasap ikan haruan. Taburan bawang goreng yang segera larut dalam santan menambah gurihnya sajian itu. Ikan haruan yang dimasak habang (dimasak merah dengan sejumlah bumbu yang terbuat dari cabai kering, gula, garam, bawang merah, bawang putih) bertekstur lembut dengan bau khas ikan asap.

Lontongnya yang padat dan kental. Lontong rumah makan itu memang berbeda dari kebanyakan lontong yang umum ditemukan di luar Banjarmasin. Jika biasanya lontong dimasak dengan bungkusan daun pisang memanjang, lontong banjar dimasak dalam bungkusan daun yang berbentuk segitiga. Segitiga yang bisa memenuhi satu buah piring normal. Aroma harum kayu manis dan pedasnya serai berbalur kemiri menemani rasa gurih. Oh, ini adalah jam 12 malam, diet saya dipastikan gagal.

Sluurrrppp
Sluurrrppp

Mungkin untuk mbak Vira, blogger keturunan Padang penyuka pedas kuahnya terlalu manis. Namun magi mz Fahmi yang keturunan Jawa, nampaknya ia sangat menikmati rasa gurih namun dominan manis ini.

Jam buka Lontong Orari memang sedikit unik, mulai pukul 10.00 pagi sampai pukul 04.00 dini hari tak henti melayani pembeli.  Di Banjarmasin, lontong biasanya memang menjadi menu sarapan, dan memang penjual lontong hanya berjualan pagi hari.

Mungkin lontong Orari ingin terlihat berbeda, makanya ia buka pada jam-jam dimana semua tukang lontong tak berjualan. Jenius.

lontong-orari-banjarmasin

Penamaan ’Lontong Orari’ sendiri juga muncul belakangan, gara-gara rumah makan ini sering dikunjungi komunitas radio amatir yang juga anggota ORARI.  Mereka kalau berkumpul biasanya sampai subuh. A geek gathering. Makanya, lontong ini disebut Lontong ORARI.

Mungkin kalau FPI yang sering kesini namanya jadi..ah, sudahlah.

Setiap hari, dapur Lontong Orari menghabiskan waktu sekitar 7 jam untuk membuat lontong yang padat, kenyal. Waktu masak yang lama ini menjadi salah satu kunci yang terus dipertahankan sejak awal warung ”Orari”.

Dan sepertinya, selama perjalanan Terios ini berat badan saya bertambah…

Monitor, monitor, Terios 1 hingga terios 7 sedang di Lontong Orari, mari merapat, begitu ganti….!

 

Ekspedisi Terios 7 Wonders ini adalah perjalanan media bersama Daihatsu. Semua opini adalah milik pribadi. Lihat tulisan lainnya dibawah ini.

  1. Menerobos Kabut Asap Kalimantan — Terios 7 Wonders
  2. Bertemu Orang Utan Liar di Taman Nasional Sebangau
  3. Monitor, Mari Makan Lontong Orari, Ganti! 
  4. 8 Blogger Kece yang Ikut Berpetualang Bersama di Borneo Wild Adventure 
  5. Bertemu Bekantan di Pulau Kaget, Monyet Ganteng Tapi Pemalu 
  6. 14 Tips Untuk Konvoi Perjalanan Darat Jarak Jauh dengan Mobil 
  7. Anggrek liar di Kalimantan, Masihkah Ada?
  8. PALIAT, Kuliner Nikmat Khas Tabalong!
  9. Kerbau Amuntai yang Punya Hobi Aneh : Berenang!
  10. Mengintip Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan
  11. Potret Adat Dayak Kenyah di Desa Pampang, Samarinda
  12. Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai!
  13. Tak usah Ragu, Inilah 7 Alasan Mengapa Derawan Harus Jadi Destinasi Liburanmu Selanjutnya!
  14. 7 Pengalaman Menakjubkan Yang Kami Temui Selama Perjalanan ‘Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure’! (plus video perjalanan!)

15 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')