Naik-Naik ke Puncak Wayag

38

Kapal untuk kesini sudah mahal, perjalanan pun lama. Ditambah, sampai sana saya harus mendaki gunung batu ke puncaknya, dengan kemiringan nyaris vertikal!

Tapi, mungkin itulah mengapa kepulauan ini begitu indah. Alami, jarang yang menjamah. Saya tidak pernah menyebut sebuah tempat adalah hidden paradise. Tapi kali ini, mari kita nobatkan wayag sebagai hidden paradise pertama versi saya hehe!

Perjalanan dari Waigeo memakan waktu sekitar 3 jam dengan speedboat. Jika menggunakan kapal standar, siap-siap untuk menghabiskan waktu dua kali lipatnya. Soal harga, sebuah speedboat dengan kapasitas 15-20 orang bisa mencapai delapan juta rupiah! Beruntung trip saya ini adalah trip bersponsor. Yes, i am a lucky bastard!

Laut begitu tenang, bulan november memang  waktu tepat untuk main ke Raja Ampat. Refleksi awan terlihat jelas sepanjang perjalanan. Matahari timur memang ganas, tapi saya lebih memilih duduk di atas atap kapal untuk menikmati perjalanan.

Dekat wayag

“Puncak wayag ada dua, puncak pertama trek-nya lebih mudah, puncak kedua trek-nya lebih sulit tapi lebih bagus,” kata Ramli supir kapal saya.

Singkat cerita kapal-pun bersandar di tepian sebuah pulau bebatuan.

“Loh, kita sandar disini, kah?” kata saya, mencoba logat timur hihi.

“Iya, langsung naik dari sana,” Ramli menunjuk ke arah batu.

“Hah?” saya agak nggak ngerti dengan ekspresi muka bodoh.

Setelah dekat, barulah terlihat itu adalah trek untuk ke atas. Ini bukan trekking biasa, nyaris rock climbing!

Tanpa komando, saya langsung naik di urutan pertama. Saya tidak mau foto saya diganggu oleh makhluk-makhluk yang pasti akan ‘foto-foto’ disana hehe!

Ternyata, tanjakan wayag ini sungguh berbahaya. Kemiringan bisa sampai 80 derajat. Bagi yang pernah naik gunung gede, kurang lebih seperti tanjakan setan, tapi murni bebatuan dan tanpa tali pengaman!

Itu bukit batu yang akan didaki, sangat curam. Jangan tertipu dengan efek lensa 14 mm saya yang membuatnya jadi landai!

Ini berbahaya, apalagi rata-rata pengunjung menggunakan sandal jepit. Kenapa tidak dibuat tali pengaman untuk berpegangan? Salah langkah sedikit dan tergelincir, bisa fatal sekali akibatnya. Beruntung kami baik-baik saja, hanya lecet-lecet sedikit di tangan dan kaki.

Berikutnya, saya sudah bingung untuk mendeskripsikan si Wayag ini. Enjoy the photos!

Perjalanan ke wayag
Perjalanan ke Wayag
Dermaga Wayag, tempat melapor kunjungan. Bening.
Hiu yang bebas berenang di pantai wayag
Wayag. Finally!
Tambah framing pohon di kiri :D
A closer look
Puncak wayag satu. Foto ©Rachmat Fajar, tim idtravellers Raja ampat
Foto paling penting.

Sampai jumpa di paradise-paradise lainnya!

Tips untuk ke Wayag

1. Cari temen yang banyak, biar bisa share cost. 10-15 orang biar gak mahal-mahal banget jadinya. Kalau perlu, tempel pengumuman bahwa kamu lagi nyari buddy ke wayag di penginapan-penginapan. Sewa speedboat biar gak mati gaya 6 jam di laut!

2. Bawa sarung tangan dan sepatu trekking, medannya berat banget bro!

3. Minta berangkat subuh-subuh, jadi sampai sana masih agak pagi dan terlalu panas! Matahari papua ganas! Pakai sunblock SPF tinggi!

38 COMMENTS

  1. Mas Wir, ente memang paling jago menebar racun, ha..ha..ha… Rencananya akhir Agustus 2013 mau ” ngesot ” ke sana ah…lagi cari travelmate yang banyak, kalau solo trip ? # pikir dulu 1000x ….. Dermaga Wayag mirip kondisinya dengan Resort Kanawa , NTT. Kecuali bukit-bukit yang nggak ada di Kanawa. Thankz mas Wir atas foto-fotonya. Terus jepret ya …….

    • Mas Halim, gabung bareng kita aja. Rencananya kita beangkat akhir Agustus 2013, lagi buru tikat murah nih….kirim email aja ya, biar saya kasih nopenya.

      Salam ransel.

  2. serius ngilerrr banget liat view nya keren abis plus di tambah ngiler tingkat dewa baca kalo perjalanan ada sponsor #hadehhhhh kapan gw disponsorin yaaa ???

  3. Foto wayag mas wira yg “wayag finally” dan “tambah framing pohon di sebelah kiri” di facebook ada yg di bilang itu pulau pianemo .. haddeehh

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')