Sudah lama sekali saya tidak berlibur ke Pangandaran. 

Padahal, pesisir selatan jawa barat yang berbatasan dengan kabupaten Banjar dan Ciamis ini punya banyak tempat wisata unik. Sebut saja pantai pangandaran, green canyon, sungai citumang, dan masih banyak lainnya. 

Alasan saya berpikir dua kali untuk kembali ke Pangandaran adalah kondisi jalanan menuju ke sana. Bukan, bukan jalan rusak. Justru kondisinya sangat mulus.

Namun jalanan yang naik turun, memutari punggungan, dan kelokan super tajam membuat perjalanan darat selama hampir sepuluh jam dari Jakarta menuju Pangandaran sangat mengocok perut.

Kalau naik pesawat sampai 10 jam, sudah hampir sampai eropa tuh, hehe! Oh iya, dari Jakarta ke Pangandaran juga ada pesawat. Tapi tentunya harganya relatif mahal, karena penerbangannya menggunakan pesawat kecil yang kapasitasnya kurang lebih 10 penumpang saja.

Nah, belum lama ini saya mendapat kabar yang cukup segar dari PT Kereta Api Indonesia. Bakal ada kereta menuju Pangandaran! Dan ada kabar yang lebih segar lagi dari itu : harga promonya 1 rupiah saja!

Untuk yang belum pernah naik kereta, naik kereta itu rasanya sangat nyaman, minim guncangan. Tak ada kelokan yang bikin pusing dan mual, kecepatan nyaris konstan. 

Dan yang paling penting adalah tak kena macet! Bahkan, kalau di kereta kamu bisa sambil kerja buka laptop (atau menonton film) tanpa membuat kelapa pening!

Pemesanan tiket kereta api lewat traveloka

Tanpa pikir panjang, saya langsung membuka aplikasi traveloka di ponsel dan mencari kereta relasi Jakarta ke Pangandaran. Yup, selain tiket pesawat, tiket kereta ternyata juga bisa dipesan lewat traveloka!

Tapi kok, harganya bukan 1 rupiah seperti kata PT. KAI? Tertera harga Rp. 100,000 untuk KA Pangandaran tujuan Jakarta – Banjar. Lhaaa, ini apa lagi kok cuma sampai Banjar bukan Pangandaran?

Ternyata, yang masuk ke harga promo adalah kereta dari Bandung ke Banjar saja. Untuk Jakarta-Bandung, kita tetap membayar harga normal kereta seperti biasa. Dan KA Pangandaran ini ternyata menempati jadwal yang biasa digunakan oleh KA Parahyangan tambahan.

Dapat harga promo 1 rupiah saja untuk satu orang! (Jadi 1000 rupiah ternyata waktu pembayaran, tapi tak apa karena masih sangat murah)

Namun yaa karena haga promo, saya langsung mengajak beberapa kawan saya untuk ikut serta mencoba kereta ini. Tanpa pikir panjang, saya selesaikan transaksi di traveloka. Tak sampai 5 menit tiket sudah di tangan.

Pemandangan ciamik spanjang perjalanan. Perhatikan ruang kaki yang sangat lega di kereta ini!

Tiket kereta ini sama halnya seperti tiket pesawat. Ada informasi tentang keberangkatan dan kode booking untuk check in di dalam stasiun.

Namun tentang saja, kamu tidak perlu datang check in minimal 45 menit sebelum keberangkatan. Selama kereta belum berangkat, kamu bisa check in dan print boarding pass di mesin self  check in dalam stasiun.

Bahkan saya pernah datang 5 menit sebelum kereta berangkat. Bukan sengaja sih, karena ada macet yang menyebabkan saya jadi telat datang ke stasiun. Untungnya kereta belum berangkat!

Perlu kamu tahu, jalur kereta dari Bandung ke Pangandaran itu memang sudah ada sejak zaman kolonial belanda. Namun baru-baru ini, pemerintah memang berencana untuk reaktivasi 4 buah jalur kereta di Jawa Barat. Jalur tersebut adalah Cibatu-Garut, Bandung- Ciwidey, Bandung-Pangandaran, dan Rancaekek- Tanjung Sari.

Interior KA. Pangandaran

Nah untuk rute Bandung-Pangandaran, reaktivasi baru selesai sampai di stasiun Banjar saja. Kereta ini akan berhenti di stasiun Cibatu, Cipendeuy, Tasikmalaya, hingga stasiun Banjar.

Buat yang mau ke Garut disediakan bis shuttle dari stasiun Cibatu. Dan untuk yang ke Pangandaran, ada bis shuttle dari Stasiun akhir Banjar.

Rangkaian KA Pangandaran terdiri dari delapan kereta. Empat kereta kelas eksekutif dan empat kereta kelas ekonomi. Ada 520 buah tempat duduk. 

Keberangkatan KA pangandaran dari stasiun gambir adalah jam 07.50, sampai di Bandung sekitar jam 11.10. Kemudian berangkat lagi jam 11.40 dan tiba di Banjar sekitar jam 15.30. 

Jadi untuk menempuh jarak 328 km ini dibutuhkan sekitar 8 jam perjalanan. Kalau saja kereta cepat Jakarta-Bandung sudah ada, pasti bisa memangkas waktu hingga setengahnya nih!

Kereta buatan PT. INKA ini sangat nyaman. Kursi kelas eksekutifnya lega, ada meja untuk makan dan kerja, jendelanya luas. Sehingga perjalanan delapan jam ini bisa kita lewati dengan santai.

Saya memilih untuk membuka laptop dan menyelesaikan beberapa editan video untuk youtube saya. 

Stasiun Cipendeuy

Beberapa kali kereta berhenti di stasiun kecil yang suasananya romantis. Sebut saja di stasiun Cipendeuy yang letaknya di desa kecil yang dikelilingi pegunungan. Udaranya pun sejuk. Di stasiun ini, para tekniksi kereta api mengecek kondisi rem karena akan banyak jalur menurun setelah stasiun Cipeundey.

Kemudian ada stasiun Tasikmalaya yang tak kalah romantis. Terlihat di balik pagar para keluarga yang datang menjemput sanak keluarganya dengan suka cita. Kebanyakan stasiun di jalur ke Pangandaran ini masih bangunan lama dari zaman kolonial yang dilestarikan.

Perjalanan dengan kereta selalu menyenangkan

Entah mengapa saya merasa mood di dalam stasiun kereta jauh lebih sentimental dan romantis dibanding bandara, apalagi terminal bus. Mungkin karena saya terlalu sering memutar film before sunrise dan before sunset. Tapi, kamu setuju dengan saya tidak?

Anyway, saya berharap jalur kereta ini bisa segera sampai ke Pangandaran. Saya sudah kangen untuk bersantai dan menikmati matahari terbenam sambil minum air kelapa di pantai pasir putih!

3 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')