Pantai Tanjung Aan, Lombok.
Pantai Tanjung Aan, Lombok.

Apa yang terlintas di benakmu ketika mendengar kata Lombok?

Mungkin panorama pantai-pantainya yang tak kalah dengan Bali? Atau keringat yang bercucuran saat memakan ayam taliwang dan sambal plecing? Buat saya, Lombok adalah Rinjani. Bahkan cerita drama pendakian Rinjani jadi salah satu post yang paling banyak dikunjungi di blog ini.

Namun, fakta baru yang saya ketahui saat yang berada di pulau asal ayam taliwang ini adalah : Lombok merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar dan terbaik di Indonesia. Bahkan dunia.

perkebunan tembakau di lombok
Pohon tembakau hampir setinggi manusia dewasa

Untung saja tembakau tidak bisa dijadikan plecing seperti kangkung. Kalau iya, mungkin saja tembakau-tembakau ini juga jadi teman sambal plecing Lombok yang selalu membuat peluh berjatuhan. Karena, menurut Badan Pusat Statistik pada 2011, tercatat konsumsi sayuran masyarakat NTB mencapai 68 kg per kapita per tahun, atau di atas rata-rata nasional sebanyak 48,8 kg per kapita per tahun — menjadikannya sebagai provinsi yang terbanyak konsumsi sayurnya. Hmm, pantas saja setiap sajian makan di Lombok kangkung dan toge tidak pernah absen sebagai side dish.

perkebunan tembakau di lombok
Membuat bungkus tembakau dari bambu untuk pengiriman
perkebunan tembakau di lombok
Proses sortir kualitas di gudang tembakau

Saya bersama teman-teman blogger dan artis ibukota seperti Gus Mus berkunjung ke salah satu kebun penghasil tembakau di Desa Padamara, Lombok Timur. Ini pertama kalinya saya melihat tembakau langsung dengan mata sendiri. Ternyata, tanaman berdaun lebar dengan warna hijau kekuningan ini punya tinggi hampir seperti manusia dewasa. Dan mereka ada dimana-mana sepanjang mata saya memandang. Tak banyak terlihat orang disana, beberapa tembakau terlihat baru saja dipanen karena Agustus adalah musim panen.

“Tembakau ini tanaman manja,” kata Pak Iskandar, salah satu kepala gudang tembakau di Lombok Timur. Terlambat pengairan sedikit saja, ia bisa berubah dari kualitas tertinggi ke kualitas terendah. Beruntung lombok punya rinjani yang membuat tanah menjadi vulkanis, punya suhu yang cocok, dan cukup curah hujannya. “Di Sumba tanahnya juga bagus untuk tembakau, namun sayang air sangat kurang disana,” ujar Iskandar lagi.

Sebelum jadi penghasil tembakau, daerah lombok tengah adalah daerah yang bisa dikatakan desa tertinggal. Namun semenjak budidaya tembakau mulai di tahun 1980-an, setelah diketahui kondisi alam lombok sangat cocok dengan tembakau virginia, perekonomian daerah sini sedikit demi sedikit menjadi membaik.

perkebunan tembakau di lombok
Pekerja gudang tembakau
perkebunan tembakau di lombok
Kebun tembakau

Lahan tembakau di lombok sebagian besar milik petani dan dikelola secara swadaya. Namun, petani tetap mendapat penyuluhan dari perusahaan untuk standar bibit, cara tanam, dan serba-serbi lainnya. Dari bagian riset dan pengembangan perusahaan pun terus membantu para petani untuk meningkatkan pengetahuannya.

Namun, punya sumber daya alam terbaik untuk bercocok tanam, bukan berarti petani disini bebas masalah. Masalah mulai dari sulitnya bahan bakar untuk mengeringkan tembakau hingga masalah untuk menentukan grade kualitas tembakau seringkali ditemui. Petani harus tahu persis bagaimana cara membedakan kualitas tembakau, karena rentang harga ada di 7 ribu rupiah sampai 39 ribu rupiah perkilogramnya. Jauh sekali.

perkebunan tembakau di lombok
Sabarudin, salah satu pengusaha perkebunan tembaukau yang punya lahan sekitar 50 ha.
perkebunan tembakau di lombok
Memilah-milah tembakau

Saya pribadi tak menggunakan dan terlalu suka produk dari tembakau. Namun setelah perjalanan ke lombok ini, perspektif saya tentang tembakau sedikit berubah. Rantai produksi dari tembakau menuju produk jadi sangatlah panjang dan melibatkan banyak sekali pihak, terutama para petani. Memang terdengar klise, namun buat mereka bertani tembakau adalah warisan budaya, bahkan bagian dari hidup mereka di tanah lombok ini.

perkebunan tembakau di lombok
Juragan mau panen
Pantai Tanjung Aan Lombok
Pantai Tanjung Aan Lombok

Saya sangat berharap antara petani dan perusahaan bisa saling terus saling memberdayakan; transparan dalam penentuan kualitas maupun pembayaran, sehingga tak ada yang dirugikan. Disini, memang ada petani yang bisa naik haji berkali-kali. Namun banyak pula buruh tani berpenghasilan kecil yang sedikit demi sedikit menabung untuk berusaha menyekolahkan anaknya hingga sarjana.

Tembakau memang komoditas yang cukup kontroversial. Bagi para petani di lombok, tembakau adalah sumber pendapatan utama, jalan hidup mereka, tradisi,  dan warisan budaya. Melihat sendiri ke lapangan, saya juga tak menyalahkan pemerintah yang sulit mengendalikan ketergantungan masyarakat terhadap tembakau. Fakta sosio-ekonomi seperti ini dihadapkan pula pada fakta lain dimana tembakau merupakan bahan baku utama produk yang berpotensi bahaya bagi kesehatan.

Oh iya sebagai pengingat,  macam iklan-iklan yang selalu menampilkan lelaki jenaka yang berkumis dan menghembuskan asap tengkorak di bagian bawah, mengunakan produk tembakau tetap akan membunuhmu. Tapi, janganlah membunuh pikirannmu dengan berprasangka buruk sebelum tahu betul apa yang terjadi di balik sana.

Ah, kapan ke Lombok lagi kita?

32 COMMENTS

  1. seperti biasa, foto2nya tsakep! apalagi yang foto orang2 pekerja dan si pak sabaruding-nya! menyenangkan ya bisa lihat sesuatu dari sisi lain yang gak biasa kita lihat :)

  2. kalau diajak ke lombok juga mau mase hehehe…
    kalau di semarang sering lihat di klaten dan temanggung…
    tapi tak selebat di lombok kayanya

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')