Saya baru sadar bahwa final putaran ke dua Indonesia vs Thailand akan dilangsungkan hari Sabtu di minggu itu. Secara kebetulan, saya sedang berada di Thailand satu hari sebelum final dilangsungkan! Spontan saya langsung membuka browser untuk membeli tiket secara online. Namun tak beruntung, penjualan online sudah ditutup.

Kawan saya dari Thailand menyarankan saya langsung ke outlet thaiticketmajor.com yang tersebar di mall-mall. “Kali aja masih ada satu-dua kursi yang kosong,” katanya dengan kesal. Maklum, dia habis saya ledek karena Indonesia menang di leg pertama.

Baik, saya langsung googling untuk mencari tiket final itu. Jarang-jarang nih nonton negara sendiri bertanding di luar negeri.

Pencarian terdekat langsung mengarahkan saya ke mall central silom. Namun, melihat antrian yang panjangnya sudah seperti lokomotif commuter line, saya langsung jiper.

Antrian beli tiket….

Saya tanya ke mamang petugasnya. “Tiket final Indonesia vs Thailand masih ada gak, bang?” kata saya. Tentunya dengan bahasa inggris dan sedikit bahasa tubuh.

“Yesss yessss,” katanya. Dia langsung memberikan saya nomor antrian yang nomornya sudah ratusan. Wah, yasudah paling tidak saya masih bisa dapat tiket.

Saya melihat beberapa orang Indonesia juga ada di antrian. Setelah saya tanya, ternyata mereka mengantri tiket untuk konser Coldplay bulan april mendatang di Bangkok! Dan nampaknya, cuma saya saja yang disini beli tiket final piala AFF.

Setelah sekitar setengah jam menit mengantri, saya pun masuk ke loket tiket. Tapi mba-mbanya bilang….

“Sold out for Indonesia. Only for thaiiii….,” kata si mba-mba petugas. Lahhhhhhh, bejimanee ini. Pasti tadi pas nanya saya disangka orang thailand. Mulai dari pramugari, supir tuk-tuk, sampai tukang pijet di Thailand ini mengira saya orang Thailand! Lihat saja di vlog saya ada yang bilang, “You look like thai!”

Saya pun berjalan lemas keluar.

Menghibur diri dulu dengan Mango Sticky Rice

Keesokan harinya saat hari H final, saya pun bingung mau kemana. Saya mendapat kabar dari kawan saya Mba Mita kalau dia baru saja memenangkan sebuah kuis dan hadiahnya adalah menonton final di Bangkok.

“Ada jatah tiket kosong gak dari yang ngajak lu kesini?” kata saya di whatsapp.

“Nanti gue kabarin yahhh!” kata mba Mita.

Saya pun menunggu. Sambil menunggu saya main-main ke Grand Palace dulu untuk mengambil beberapa footage video. Di grand palace sangat ramai dengan orang berbaju hitam, sepertinya masih dalam rangkaian acara pemakaman Raja Bhumibol. Saat masuk ke area jalanan istana pun saya dan semua orang harus menunjukan identitas dan masuk ke dalam x-ray scanner untuk keamanan.

Semuanya berbaju hitam
Kena photobomb

Menjelang sore, tak ada kabar dari kawan saya. Yasudahlah, saya berinisiatif untuk langsung stadium. Kali aja ada calo yang jual tiket. Atau paling sialnya streaming aja di depan stadion sambil dengerin suara teriakan penonton.

Saat saya sampai ke stadium, saya bengong. KOK GAK ADA ORANG?! Cuma ada beberapa orang yang jogging, tak ada tanda-tanda bakal ada pertandingan satu jam ke depan. Padahal saya jelas-jelas ada di National Stadium. Nama stasiun keretanya pun National Stadium.

Setelah bertanya kesana kemari, ternyata tempat yang jadi perhelatan final adalah RAJAMANGALA NATIONAL STADIUM! Buka google map, ternyata Rajamangala tak ada stasiun manapun yang ada di dekatnya. Jaraknya sekitar 14 kilometer. Dan di map jalanan warnanya merah semua alias macet! Kalau saya nekat tetap naik taksi pun estimasi sampai satu setengah jam!

Saya pun menyerah. Lebih baik saya mencari cafe yang ada TV-nya buat nobar deh. Namun tiba-tiba telepon berdering dan ada yang berteriak di ujung sana.

“WIR DIMANA LO! INI ADA ORANG BAGI-BAGI TIKET GRATIS! KAYAKNYA ORANG PSSI DEH. GUE UDAH AMANIN SATU BUAT LO! CEPETAN!!”

Dheg.

Saya langsung mencari akal. Taksi pasti kena macet. Tak berapa jauh dari tempat saya berdiri, ada orang berompi oranye dengan nomor di punggungnya. Saya baru ingat, mereka ini tukang ojek!

Saya pun bernego menggunakan kalkulator yang ada di handphone karena mereka tak bisa berbahasa inggris. Dari 250 baht akhirnya saya sampai di angka 170 baht. Baiklah, demi Indonesia!

Mamang ojek penyelamat

Abang ojek ini motornya besar seperti yamaha nmax. Tapi manuvernya luar biasa. Di sepanjang jalan macet dia selalu saja bisa mencari celah. Jumlah motor yang tak terlalu banyak seperti di jakarta membuat selap-selip di sekitar mobil jadi enak. Untuk saya tidak naik taksi, karena jalanan betul-betul macet!

Sudah jam 6 sore, saya masih saja merayap mencari celah di kemacetan Bangkok. Berkali-kali kawan saya menelepon posisi saya sedang dimana.

“Gue udah masuk, nanti lo dibawah balkon ya. Gue lempar tiket dari atas,” kata mba Mita.

Ajegile. Hahaha. Baiklah, saya pun akhirnya sampai. Dan rasanya saya salah masuk gerbang nih…

Supporter Thailand

Karena puluhan ribu orang yang hadir, sinyal seluler semakin sulit. Saya tak bisa menghubungi mba Mita. Sempat terhubung, tapi sepertinya suara saya tak sampai kesana. Saya pun berputar mencari kawanan orang berbaju merah. Setelah beberapa saat, akhirnya saya bisa bertemu mba Mita dan akhirnya tiket saya dilempar dari atas balkon.

“Cepetannnn! Udah mau mulai!!!” katanya

Saya berlari menuju pintu pemeriksaan dan berhasil masuk! Yayyyyy!

Rajamangala Stadium

Saat menyanyikan lagu Indonesia raya, saya sangat merinding. Beberapa orang saya perhatikan menitikan air mata. Jumlah orang Indonesia hanya 500 orang. Melawan supporter thailand yang ada 40 ribu orang lebih, tentu saya juga ikut merinding ketika mereka menyayikan lagu nasional mereka.

Kamu harus coba sekali-kali merasakan nonton langsung di stadium untuk merasakan sensasinya!

Namun, kita semua sudah tahu hasilnya. Indonesia kali ini masih tetap jadi juara dua. Tentu kecewa, tapi supporter thailand dan indonesia tetap bermain sportif. Bahkan mereka bertepuk tangan sambil berteriak, “INDONESIA! INDONESIA! INDONESIA!” Yang juga dibalas dengan sambutan dari supporter Indonesia,”THAILAND! THAILAND!”

Dua tahun lagi, kita akan balas kekalahan ini!

Batas supporter indonesia dan thailand
Bertemu beberapa kawan yang saya kenal disini
mba mita yang sudah dandan abis-abisan
.
.
Bertemu Anis Baswedan yang juga sedang menonton.

INILAH VIDEO KESERUAN WAKTU NONTON FINAL AFF 2016!

Terima kasih!

.

19 COMMENTS

  1. Ya Allah nama saya disebut berkali-kali sama blogger hitzzzzz. Hahaha… Tahun depan kalo masuk final SEA Games kita mampir ke Kuala Lumpur. Eh videonya belum ada link-nya itu. Gue sampe nyamperin sendiri ke YouTube. :”)

  2. Hahahaha seru ceritanya.. Aku sempat pikir, anjiiiirrr ini Wira gak nonton bikin postingan tentang nonton. Eh, ternyata akhirnya berhasil juga nonton. Aku pernah beberapa kali nonton pertandingan bola Indonesia lawan negara lain di Jakarta dan iya! Asik banget nonton langsung! Seruuuu!

  3. gile, pasti seru banget itu pengalamannya.
    dari dulu pengen nonton indonesia secara langsung tapi jarang banget di kota saya,
    sekali pun ada tiketnya mahal. jadi curhat hehe
    keren bang, btw :))

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')