Kalau trip Jepang tahun lalu saya mengunjungi Tohoku Region di Utara, tahun ini saya mengunjungi Chogoku Region di selatan Jepang. Tepatnya di Okayama prefecture.

Kebetulan saya mampir ke sini saat musim panas. Jadi musim ini sedang masa orang liburan, banyak festival, dan banyak panen buah-buah segar!

Ada apa saja yang bisa kamu lakukan di Okayama? Yuk simak daftar di bawah ini!

1. Melihat Bunga Matahari Bermekaran di Hiruzen

Bunga matahari, atau dalam bahasa Jepang disebut Himawari, adalah tanda musim panas telah tiba. Foto ini saya ambil di kota Maniwa, tepatnya di Hiruzen Jersey Land yang masih dalam area Taman Nasional Hiruzen.

2. Selagi di Hiruzen Jersey Land, jangan lupa makan eskrim dari sapi jersey ini!

Sapi Jersey yang dikembangbiakan di Hiruzen ini punya karakteristik susu yang unik. Rasanya sangat buttery dan lembut, dengan karakter body yang kuat,  menandakan lemaknya yang cukup banyak. Kalau dijadikan eskrim, tentu jadi es krim yang sangat memanjakan lidah.

Pssst, tentu eskrim ini agak mahal daripada kalau kamu beli eskrim yang biasa yah.

3. Berendam di Yubara Onsen, Onsen Outdoor di bawah lembah!

Sudah tahu onsen kan? Berendam di kolam hangat untuk ala Jepang ini memang bikin badan pegel-pegel seharian setelah bekerja jadi nikmat sekali.

Masih di Maniwa City, ada satu kolam onsen yang sangat terkenal bernama Yubara. Kolam onsen yang terkenal di sini adalah yang kolam natural di luar ruangan, tepat di bawah lembah, di sungai asahi dan bendungan.

4. River Trekking!

Sungai Yamanori terletak Maniwa city. Letaknya di bawah lembah dan hutan yang lebat. Di sini, kita bisa trekking berjalan-jalan di sungai, sambil berenang di bawah air terjun.

Kita patut bersyukur tinggal di negara tropis. Kegiatan seperti ini bisa kita lakukan sepanjang tahun. Namun buat negara empat musim seperti Jepang, hal seperti ini cuma bisa dilakukan di puncak musim panas saja. Yakali mau terjun ke sungai gini pas musim dingin haha!

5. Menginap di homestay warga lokal

Jepang biasanya agak konservatif dalam menerima orang asing. Mencari host untuk coachsurfing pun agak sulit dibanding negara lain. Namun waktu kami mendapat info dari Tourism Okayama tentang homestay di Kibichou town, kami sangat senang dan langsung menginap di Michan Homestay!

Mulai dari memetik sayuran di kebun, membantu michan memasak, hingga makan dan tidur ala Jepang di rumah yang cukup tradisional ini.

Baca : Serunya Menginap di Rumah Orang Jepang

6. Tour Sepeda Keliling Kibichou Town

Di Kibichou Town, saya juga ikut tour sepeda bareng kibi cycle (instagram link). Saya bersepeda selama beberapa jam dan berpuluh kilometer tanpa kecapekan. Loh bagaimana bisa? Karena saya memakai sepeda yang dibantu motor listrik! Haha!

Di perjalanan kami berhenti beberapa kali untuk berfoto. Juga mampir ke salah satu perkebunan di sini. Saya bertemu dua Jii-chan pemilik kebun jagung disini dan mencoba jagungnya. Walaupun mentah, tapi rasanya sudah super manis dan juicy! Entah apa yang dilakukan orang-orang Jepang supaya jagungnya jadi enak begini!

7. Makan Kobe Beef!

Kobe ini adalah daging sapi nomer satu Jepang. Yang paling mahal di Jepang, bahkan mungkin termahal di dunia. Untuk sebuah daging sapi mendapat label kobe beef, banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti harus dibesarkan di daerah khusus di Jepang, makanannya, hingga tingka marble lemaknya.

Saat di Okayama City, saya mencoba kobe beef di restoran Megu. Karena restoran Megu ini menyediakan daging kobe yang halal! Untuk set menu sukiyaki di sini, siap-siap merogoh kocek sekitar 1.2 juta rupiah per orang.

Dagingnya, luar biasa empuk dan tak perlu effort untuk mengunyahnya. Rasanya juga sangat fresh! Saya makan dengan sukiyaki style. Direbus di kuah yang agak manis, lalu dicelupkan ke telur yang sangat creamy. Omaigad….

Info restoran di website Okayama Tourism.

The PEACH MARK

Pssst, selain restoran yang bersertifikasi halal, Okayama juga punya logo “Peach Mark” yang bisa jadi acuan kita kalau ingin mencari makan atau penginapan. Peach Mark ini diambil dari buah persik (peach) yang sangat terkenal di sana.

Peach Mark 1 menandakan bahwa restoran tersebut punya menu berbahasa inggris dan akan ada tanda jika ada makanan yang mengandung pork atau turunannya.

Untuk hotel yang mempunyai logo ini juga biasanya disediakan sajadah dan penanda kiblat di kamar. Bahkan hotel seperti Granvia Hotel Okayama punya musola yang bisa dipakai publik, tanpa kita harus menginap di sana!

Peach Mark 2 ini level nya lebih tinggi. Restoran/hotel harus punya sertifikasi Peach Mark 1 terlebih dahulu baru bisa mendapat Mark 2. Jika restoran punya logo ini, ia harus mempunyai menu vegetarian, dan menu yang tidak mengandung pork dan alkohol.

Hotel yang punya logo ini biasanya pada menu sarapan buffet terdapat keterangan bahan makanannya. Hotel tempat saya menginap, miso soup-nya ternyata mengandung alkohol, jadi gak bisa makan deh :))

 

8. Mencoba Buah Anggur Shiny Muscat

Salah satu hasil bumi di Okayama yang terkenal adalah Anggur. Terutama Anggur jenis “Shine Muscat” yang harganya lumayan mahal ini. Satu kilonya di supermarket mencapai 10,000 yen atau 1 juta rupiah!

Saya sempat mengunjungi perkebunan anggur Ishihara farm di pinggiran kota Okayama. Di sini kita bisa petik sendiri anggur dan membelinya dengan harga yang lebih normal, yaitu sekitar 300 ribu rupiah perkilo. Tetap mahal sih untuk ukuran Indonesia yah? Haha!

Shiny muscat ini rasanya betul-betul manis tanpa asam sama sekali. Rasanya seperti anggur campur mangga dan pepaya, tanpa biji pula. Pantas mahal sekali.

9. Berfoto ala Kaisar di Okayama Castle

Letaknya ada di tengah-tengah Okayama city. Layaknya kastil-kastil di Jepang, kastil Okayama ini punya sejarah panjang yang membuatnya hancur dan dibangun kembali.

Nah, selain kamu bisa menikmati museum, di kastil ini kamu juga bisa berfoto dengan Kimono ala kaisar ini! Gratis kok! Cuma karena kuotanya terbatas per hari, jadi kalau bisa kamu datang pagi-pagi ya untuk dapat kesempatan foto pakai baju tradisional Jepang ini!

10. Menikmati Keindahan Okayama Korakuen Garden

Letaknya tak jauh dari Okayama castle. Korakuen ini adalah salah satu dari tiga taman tradisional terbaik dan terindah di Jepang. Menurut info yang saya dapat di Gerbang, tempat ini masuk rekomendasi bintang tiga Michelin Green Guide (Baru tahu juga, soalnya biasanya michelin stars kan untuk restoran)

Ini taman memang cakep banget sih. Super estetik. Di musim apapun pasti cakep. Kalau musim semi ada bunga sakura. Kalau musim gugur warna-warni. Kalau musim panas hijau royo-royo. Musim dingin saljunya juga pasti cakep.

Ngajak pacar boleh juga nih ke sini, kalau punya….

*hiks

11. Panen dan Makan Buah Persik!

Buah Persik, atau peach dalam bahasa Inggris, adalah buah yang bentuknya mirip Apel namun tidak bulat sempurna. Ada satu bagian yang berbentuk seperti, maaf, bagian tubuh manusia untuk buang air besar.

Buah ini rasanya seperti perpaduan Apel, pepaya, dan mangga. Empuk dan sangat juicy. Cocok dimakan saat musim panas!

Di kebun “Oumi no Sato” kita bisa memetik buah persik, dan memakannya di kafe kecil yang sangat cozy.

12. Berjalan-jalan di “Kota tua” Kurashiki

Kurashiski adalah area yang bersejarah. Sudah ada sejak abad ke 16 sebagai daerah perdagangan yang dibelah oleh sungai.

Bangunan di sini kebanyakan masih berbentuk rumah tradisional Jepang, berwarna. dominan putih dengan aksen hitam.

Di sini banyak museum, toko oleh-oleh, dan tak lupa atraksi tour mengelilingi kota dengan perahu. Kamu juga bisa menyewa Kimono atau Jinbei seperti yang saya kenakan. Jinbei ini adalah pakaian tradisional pria Jepang saat musim panas. Terlihat dari celananya yang pendek dan banyak ventilasi udara di sekitar ketiak haha!

 

13. Parade Uraja di Momotaro Festival

Festival Momotaro adalah acara musim panas terbesar di Okayama. Jadwalnya ada di minggu pertama Agustus. Banyak acara-acara seru di sekitaran tengah kota pada waktu ini. Namun acaranya utamanya ada dua : Pertunjukan kembang api dan Parade Uraja!

Sayangnya karena hujan lebat, pertunjukan kembang api harus dibatalkan. Namun di hari terakhir festival, kami sempat mengikuti Parade Uraja. Jalanan ditutup mulai sore hari. Orang-orang mulai memenuhi jalan dan mengambil posisi untuk….menari!

Tariannya simpel dengan musik pop bernuansa folk jepang, namun punya beat yang asik. Tak terasa keringa mengucur deras, karena sekitar dua jam kami menari bersama warga yang berkostum dan olesan cat unik di wajahnya!

So, lain kali kamu ke Osaka, jangan lupa mampir ke Okayama yah! Apalagi kalau kamu punya JR pass, cuma 40 menit saja kok naik Shinkansen ke tempat ini.

Terima kasih!

7 COMMENTS

  1. emmmm….anggur dan buah persik rasanya sama-sama kaya campuran antara mangga dan pepaya ya bang :D..
    O iya awas makin berisi bang kebanyakan makan es krim berlemak tinggi wkwkwk

  2. asyik, ya, kalau summer di Jepang tuh berlimpah berbagai festival. tapi ya panas banget, ya, cuacanya. tiap ke luar negeri akooo carinya salju meluluuuuu. hahaha…

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')