Waktu saya menengok ke gate 12 pagi itu, saya langsung tersenyum. Karena ketika melihat pesawatnya, saya tahu ini bukan penerbangan yang biasa.

Penerbangan GA304 yang akan menerbangkan saya dari Jakarta ke Surabaya pagi itu akan memakai pesawat dengan livery vintage.

Boeing 737-800 dengan kode registrasi PK-GFN ini memang berbeda sendiri dengan pesawat garuda lainnya. Pesawat yang biasanya berwarna bercorak biru tua dan toska pada bagian belakang, kali ini berwarna merah dan oranye berbentuk strip yang memanjang ke bagian belakang pesawat.

Indonesian Airways PK-GFN

Livery classic ini memang ada di tahun 1970an. Jadi bernuansa jadul alias jaman dulu. Ini adalah waktu garuda masih memakai pesawat DC-10. Tulisan ‘brand logo 1969-1985’ juga terlihat di badan pesawat.

Warna di ujung sayap juga berganti menjadi merah. Pesawat ini diproduksi pada tahun 2011. Jadi umurnya sudah 7 tahun per desember 2018 ini.

wingtip berwarna merah

Nah tidak hanya pesawatnya yang bergaya retro, ternyata para awak kabin, terutama pramugarinya juga mengenakan busana pada tahun tersebut!

Kalau biasa para pramugari menggunakan kebaya yang elegan, kali ini seragam mereka membuat mereka nampak beberapa tahun lebih muda.

seragam cabin crew bernuansa 70an

Seragam bergaya vintage casual ini adalah karya Hanae Mori, desainer terkenal di asal Jepang. Ia juga mendesain seragam awak kabin japan airlines pada era yang sama.

old vs new

Seragam tahun 70an ini berupa terusan dengan warna terang. Warna atas kuning dan bawah berwarna oranye.

Para awak kabin juga dilengkapi dengan topi bundar berpita dengan warna senada yaitu dasar topi oranye dengan balutan pita kuning.

Tampilan para pramugari juga makin anggun dengan balutan scarf warna oranye dan bercorak hitam.

headrest cover dibuat senada berwarna orange

Tak lupa inflight meal yang berupa ‘roti bluder’ cokro asal madiun juga menjadi  snack pagi itu. Ini memang penerbangan singkat, jadinya tidak ada makanan besar.

Roti bluder adalah jenis roti yang memiliki tekstur sangat empuk dan sedikit berminyak di dalamnya. Dalam olahannya ternyata roti ini perpaduan antara adonan roti dan cake, sehingga menjadikannya mempunyai tesktur yang sangat lembut dan halus.

dibuat dengan penuh tjinta

Di Eropa, bluder merupakan roti favorit dan diguakan untuk menyambut tamu kehormatan. Roti bluder merupakan roti yang diproduksi oleh orang-orang Eropa, roti ini mulai masuk di Indonesia kemungkinan saat masa kolonial.

Wah, rasanya kembali bener-bener kembali ke tahun 70an!

langit cukup cerah

Cuaca pagi itu cerah di surabaya walaupun jarak pandang agak terbatas. Pesawat mendarat dengan mulus 10 menit sebelum jadwal yang seharusnya.

Saya menyempatkan berfoto bersama para awak kabin untuk sekedar kenang-kenangan dair penerbangan garuda jadul ini.

cantik cantik sekali

Kalau dipikir-pikir, kita bersyukur ya hidup di era sekarang saat tiket pesawat sudah relatif terjangkau. Zaman dahulu, tahun 70an itu yang bisa naik garuda hanyalah segelintir kalangan.

Sekalinya bisa naik garuda, bangganya luar biasa sampai setiap ketemu orang dan ditanya, “mau kemana?” pasti dijawab, “mau ke (sebut destinasi) nih! naik GARUDA! sambil kibas-kibas tiket :))

sempat plane spotting di ujung runway saat pesawat kembali ke jakarta dengan nomor penerbangan GA309

Versi video bisa kamu tonton di bawah ini ya!

.

2 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')