On Photography : Less is more, Live Simply!

11

More, more, more. Kata more ini kadang kita tak sadar selalu menggerayangi pikiran kita di zaman ini. More money, more car, more camera, more crazy! How about ‘less is more’ ?  Live simply?

Termasuk saat kita mengambil foto. Kadang kita mengambil sesuatu secara berlebihan sehingga objek cerita utama yang ingin kita foto jadi malah jadi tak terlihat.

Atau bisa juga kita membeli kamera 24 megapixel, tapi bahkan tidak pernah mencetak foto diatas kertas ukuran postcard. Lagipula, kapan terakhir kamu mencetak foto?

Less is more. Itu mantra yang selalu saya gunakan dalam setiap foto yang saya ambil.

Fotografi adalah suatu bentuk penyampaian cerita. Storytelling. Kamu ingin fotomu punya pesan yang kuat, berbeda dari yang lain, dan tentunya berkarakter secara visual.

Komposisi minimalis

live simply mountoya
Good morning from West Halmahera

Komposisi, adalah hal yang paling mudah — atau bisa jadi paling sulit — untuk dibuat sesimpel mungkin. Untuk menciptakan komposisi yang minimalis, seorang fotografer harus membuang elemen-elemen yang tak dibutuhkan dalam memperkuat cerita, tanpa harus membuat foto jadi membosankan.

Yes, most photo are too simple and become boring, see instagram. Ups.

Mungkin kamu berfikir foto yang minimalis lebih mudah, nyatanya malah bisa jadi lebih sulit. Butuh lebih banyak kreatifitas. Dan tentunya butuh banyak latihan. Kita bisa melatih mata kita dengan cara meng ‘crop’ foto saat mengambil foto, bukan dengan “nanti bisa diedit di photoshop kok”.

Bisa juga dengan menggunakan lensa fix, yang tidak bisa di-zoom agar kreatifitas makin terasah.

Kamu masih bisa zoom pakai kaki loh :)

Start with line and pattern

live simply mountoya
Membuat garis (abstrak) dari hutan

Untuk membuat foto minimalis, mulailah dari garis.

Garis yang kuat akan membuat fotomu kuat. Coba perhatikan gedung-gedung dengan arsitektur modern di sekitarmu. Itu adalah tempat yang baik untuk melatih sense of minimalism di otak kita.

Cari garis imajiner untuk membawa pemirsa foto kamu seakan-akan sedang berada di tempat yang kita foto. Get those leading lines. Cari juga bentuk-bentuk geometris seperti segitiga. Mulailah melihat sebuah objek sebagai sebuah bentuk. Mulailah melihat hutan sebagai repetisi garis vertikal, melihat ombak seperti kurva yang beraturan, dan melihat kedua mata dan senyum di bibir kamu sebagai sebuah segitiga. Duh.

Ya, saya tahu perut saya terlihat seperti lingkaran. Ini pengecualian.

Less gear in your (camera) bag

Begini. Ini saya kalau saya traveling pakai tas yang besar, pasti nanti tas itu penuh. Penuh dengan barang-barang yang sebetulnya tak saya butuhkan.

“Satu lensa lagi bisa nih, laptop juga boleh, eh jangan lupa itu catokan!”

Akhirnya, saya lebih merasa sedang membawa kulkas dua pintu daripada membawa tas. Mau memotret aja rasanya sudah malas.

Di akhir perjalanan, saya merasa saya hanya menggunakan setengah dari barang-barang itu.

Akhirnya saya putuskan untuk membawa lebih sedikit. Tas kamera? Buat apa dibawa kalau cuma ada satu kamera dan satu lensa!

live simply
One object, one background, one strong image.

Less Distraction. Live Simply.

Ketika orang meminta fotonya untuk saya kritik, terkadang masalahnya sama : terlalu banyak distraksi.

Tersangka utamanya biasanya adalah background yang terlalu sibuk. Ada mobil yang lewat, kepala orang, pohon, warna yang janggal, atau apapun itu yang mendistrak si objek utama.

Saya sering memberi tips fotografi untuk memperhatikan pinggiran frame daripada objek utama.

Karena objek utama pasti sudah masuk ‘radar utama’ kita, sedangkan pinggiran frame kurang kita perhatikan.

Tak sadar, banyak benda yang seharusnya tak masuk frame malah masuk dan mengganggu komposisi.

Less is more?

Saya teringat kemasan air mineral Mountoya waktu saya traveling ke Cirebon ini. Mereka mencoba untuk menghilangkan bagian yang tak penting : label plastik.

Selain distraksi visual, label plastik ini juga tak ramah lingkungan — bahkan lebih sulit didaur ulang daripada botol plastiknya sendiri.

WEM50367

Selain di Cirebon, nampaknya kita juga bisa melihat botol kemasan cantik ini di kota-kota lainnya di Indonesia. Saya suka sekali kemasan dari Mountoya yang mengusung tema live simply. Cocok dengan mazhab foto yang saya anut.

Embrace less. Less is more. Remember to live simply. Ini adalah kunci untuk mendapatkan foto yang bagus. Dan tentunya hidup bahagia.

Salam dahsyat.

11 COMMENTS

  1. Selalu suka sama foto manusia Mas Wira. Foto anak perempuan bawa ikan itu juga pernah muncul di tulisan Mas Wira yang lain kan ya? Tulisan yang bahas pengalaman motret orang-orang selama traveling. Motret saat traveling memang menyenangkan, Mantap. Lanjutkan!

  2. wahhh tips nya pas banget nih lagi dibutuhkan hehehe
    tapi saya belum paham yg start with line and pattern itu ._.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')