IA TERSOHOR DENGAN KEKUATAN, kesigapan, dan keramahannya di seantero dunia pendaki.

Tak seperti pendaki kebanyakan, ia tidak menggunakan tas carrier besar. Meski begitu, beban yang  dibawa hampir tiga kali lipat pendaki normal.

Di usianya yang tak lagi muda, matanya masih sigap dari kejauhan mengawasi kelengkapan pendaki yang ia jaga.

Urat urat muncul di kakinya yang berotot, kulitnya legam terbakar matahari, kekuatannya dan kecepatannya yang luar biasa membuat malu pendaki pendaki muda yang terlalu bangga akan persinggahannya di tanah dewi anjani – termasuk saya sendiri.

Dengan segala perlengkapan berat dan logistik, ia selalu berlari di depan. Bukan karena ia tidak cukup sabar menunggu klien-nya yang berjalan lambat, tetapi ia ingin memastikan saat pendaki yang ia jaga sampai di pos, tenda sudah berdiri beserta makanan dan minuman hangat sudah siap tersaji.

porter rinjani

Beralas sandal jepit, dengan gagahnya ia melaju bak tank perang. Hanya sebuah sarung yang melindunginya dari dinginnya cuaca pegunungan. Tak ayal, tenda yang ia gunakan hanyalah sebuah ‘bivak’ dengan terpal dan bambu.

Luar biasa, dengan segala beban itu ia tetap tersenyum. Menyapa setiap pendaki yang ia temui. Merekalah yang membuat keindahan Rinjani menjadi lebih berwarna.

porter rinjani

porter rinjani

Terima kasih bapak porter!

n.b : lain waktu ke Rinjani, saya akan sewa porter!

10 COMMENTS

  1. kenapa kamu tidak mengkritik mereka para porter yg mendaki memakai celana jeans??
    kenapa kamu cenderung mengkritik mereka yg km klaim adalah pendaki 5cm?!
    hahahahhaaa…
    saya rasa kamu kurang piknik ke sebuah alam bawah sadar negara ini yg dinamakan dengan keberagaman//bhinneka tunggal ika.. borrr… :v

  2. Mas Wira.. Apakah berencana menggapai ouncak Anjani lagi Mei ini? Hehe kali aja iya, saya pengen bareng :))
    Oiya mas Wira btw punya CP porter rinjani ngga? Makasih sebelumnyaa

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')