Quick Weekend Escape : Pangalengan

18

20160415181946Buat anak weekenders, paling enak kabur ke mana sih kalau tak ingin terlalu jauh dari Jakarta?

Puncak? Terlalu ramai dan macet. Kota Bandung? Apalagi. Ujung Kulon? Wah ide bagus, tapi kejauhan dan jalannya nggak bagus. Yah, jadi kemana dong tempat yang nggak begitu jauh dari Jakarta tapi bisa bikin pikiran kamu jadi fresh?

Well, ini selera sih. Tiap orang beda-beda. Tapi saya mau share tempat yang biasa saya datangi kalau lagi suntuk. Masih dekat bandung tapi bukan di tengah kota. Tepatnya di selatan Bandung, Kabupaten Bandung. Bukan, bukan di Ciwidey tempat kamu menemukan Kawah Putih. Tempat ini ada di punggungan gunung yang berbeda. Yak, tempat yang terkenal dengan kebun teh dan penghasil susu ini : Pangalengan!

Kenapa saya rekomen tempat ini? Pertama, tempat ini sepi banget. Kamu gak akan lihat banyak turis disini. Tempat ini cocok banget buat berduaan sama pasangan (sayangnya saya terjebak dengan tiga kawan saya yang jomblo-jomblo ini). Kedua, pemandangan bukit kebun teh disini bener-bener plong sejauh mata memandang! Buat kamu yang tiap hari kerjanya bertatap mesra dengan layar laptop yang jaraknya gak sampai setengah meter itu, sungguh ini adalah sebuah keniscayaan. Ketiga, jalan ke sini bagus dan mulus. Sekitar dua jam saja dari kota Bandung. Jadi kalau kamu berangkat dari Jakarta sekitar jam 1 dini hari seperti saya, kamu akan sampai tepat saat matahari terbit.

Yah, kalau nggak mendung sih seperti kami… *garuk-garuk tanah*

Anyway, sore itu saya sudah mulai bergerak dari Jakarta untuk menjemput kawan saya yang berada di Bekasi. Yha, Bekasi, maka dari itu harus berangkat dari rumah sore-sore. Karena saya tahu, kadang waktu tempuh Jakarta – Bekasi bisa jadi lebih lama dari pada Bekasi – Bandung. If you know what I mean.

Dan beberapa jam pertama saya habiskan dengan ini :

mazda 2 istop
Daily life on Jakartans

Tapi beruntungnya karena saya pakai mobil Mazda 2 yang punya fitur i-STOP, jadi gak cepet capek dan hemat bensin. Jadi, i-STOP ini fungsinya bakal bisa mematikan mesin sementara kalau kendaraan kita sedang banyak berhenti seperti keadaan macet seperti ini ( AC tetep nyala kok). Dan ketika kita injak rem, mesin bisa menyala kembali dalam waktu sekitar 0.3 detik.

Kemudian juga dengan adanya fitur keamanan i-ACTIVESENSE saya lebih merasa aman dan terbantu, salah satunya Blind Spot Monitoring System untuk memperingatkan pengemudi jika ada kendaraan lain di blind spot (yang tak terlihat di spion, biasanya di samping) dengan icon menyala di bagian bawah kaca spion ditambah bunyi “beep beep”.

Walaupun perjalanan ke Bekasi cukup lama, untungnya tidak terlalu melelahkan dengan mobil ini.

Setelah makan, menjemput satu lagi kawan kami yang terjebak commuter line yang ngadat,  dan sedikit beristirahat, kami berempat pun meluncur langsung ke Pangalengan. Walaupun kami berempat adalah manusia berukuran ekstra, mobil imut ini tetap nyaman digunakan dan tidak berkelakuan seperti truk membawa karung beras yang merangkak menaiki tol Cipularang.

Sesampainya di Bandung, kami mampir sebentar ke kampus kami di Dayeuhkolot. Daerah ini semakin sumpek saja rasanya. Hari itu adalah hari reuni akbar, tapi saya tak terlalu minat. Mungkin jika ada reuni 10 tahun lagi saya baru akan datang, hehe.

Jalan ke Pangalengan memang mulus, hanya mungkin beberapa sedikit jalan berlubang di Dayeuhkolot menuju Banjaran karena sering sekali terendam banjir.

Mobil terus meluncur, hujan mengguyur deras, hingga jam 3 pagi (duh, terlalu cepat) kami sudah sampai di masjid di tengah perkebunan teh Cukul, Pangalengan. Niatnya mau tiduran di dalam Masjid, tapi ternyata masih dikunci. Kursi belakang mobil pun dilipat hingga menjadi tempat tidur kami.

Tepat di perkebunan teh
Tepat di perkebunan teh

Pagi pun datang. Salah satu kawan saya yang tidur di teras masjid beralaskan keset (haha!) dibangunkan oleh seorang bapak yang akan azan subuh. Pangalengan dingin, tapi saya tetap di dalam mobil dan menyalakan AC. Loh, gak kedinginan? Nggak dong, suhu dalam mobil akan tetap pas karena ada fitur Climate Control AC yang akan menyesuaikan suhu di luar dan di dalam sehingga kita tetap nyaman. Masih setengah sadar, kawan saya bangun dan mengambil wudhu, kemudian masuk ke mobil untuk melanjutkan tidur…sampai teman saya yang lain membuang ‘angin’ di dalam mobil dan langsung membuat mata kami sadar-sesadarsadarnya.

Duh!

Hujan berhenti. Tapi matahari tak menampakan batang hidungnya. Kami pun langsung bersiap-siap untuk mengeksplor Pangalengan sesuai rencana kami. Mau tahu rencananya? Pertama, sampai di masjid ini dengan selamat, memotret sunrise, cari tukang gorengan, dan pulang. 

Literally a quick escape.

test drive mazda 2
Berharap ada sedikit kuning matahari
test drive mazda 2
At least udara segar sehabis hujan tanpa polusi ini bisa kita nikmati
test drive mazda 2
Late sunrise

Oke, selain mengikuti rencana saya yang cuma motret sunrise yang makan gorengan (tapi, serius  nih, gorengan dan kopi plus kabut pagi di kebon teh ini sorga sob), apa saja sih yang bisa kamu lakukan di Pangalengan? Kamu bisa saja… :

  • Rafting di sungai
  • Kemping di tepi Situ Cileunca atau sekitar kaki Gunung Tilu
  • Jalan-jalan di Kebun Teh Malabar, Kebun teh kertasari, dan Kebun Teh Cukul. Masing-masing punya karakter landscape yang berbeda. Minum teh di kedai pinggir jalan, sambil makan gorengan (teteup)
  • Taman Makam Monumen Bosscha buat yang suka sejarah
  • Ngobrol-ngobrol dengan para petani kebun teh, syukur-syukur kalau sedang panen.
  • Pacaran, kalo punya pacar….

Ehm, anyway kalau nggak mendung, kamu bisa lihat view kebun teh dan kabur yang seperti ini, saya ambil beberapa tahun lalu saat masih tinggal di Bandung *drumroll*

Kabutnya itu loh, sesuatu sekali. Yah, tapi mau gimana, namanya juga alam hehe.

Berikut foto-foto pagi yang (sayangnya) mendung kami di Pangalengan

mazda 2 indonesia test drive
Ganteng kan…? …mobilnya.
mazda 2 indonesia test drive
Itu kamera mirrorless lensanya gede amat?
mazda 2 indonesia test drive
Jalan meliuk-liuk tetap asoy
mazda 2 indonesia test drive
Rumah paling belakang cakep, katanya punya orang jerman.
mazda 2 indonesia test drive
Meluncur gannn
mazda 2 indonesia test drive
Tenang saja kalau mobil berhenti di tengah jalan menanjak, mobil tidak akan turun karena akan ditahan otomatis oleh fitur Hill Launch Assist. Berguna banget kalau macet di tanjakan. Untung waktu disana sepertinya cuma ada kita aja sih jadi lancar jaya hihi!
mazda 2 indonesia test drive
Seger Ijo-ijo

Kalau sedang roadtrip seperti ini, paling enak dengerin lagu-lagu country yang ngebeat biar berasa anak hipster yang lagi jalan di route 66-nya Amerika, haha. Nah di mazda 2 gampang banget karena ada fitur MZD CONNCECT (ini semacem OS nya mobil, tempat mengatur semua settingan termasuk fitur audio) dan commander control di layar touchscreen, tombol putar di dekat rem tangan, dan di setir sendiri. Mulai dari radio, cd, navigasi, colokan ke smartphone, bisa langsung kamu mainkan deh playlist kesukaan kamu!

Jadi, sudah punya rencana weekend ini? Daripada ke mall terus, mendingan jalan-jalan kayak saya ke Pangalengan hehe. Dan kalau mau cobain mobil mazda 2 ini, silakan aja langsung ke website nya Mazda ya. Kamu bisa minta untuk test drive mobil loh!

20160410211221

Salam dahsyat!

18 COMMENTS

    • Masih berdiri kok, walaupun tiap hari pasti dia lelah lihat macet di bawahnya yang gak pernah berhenti. Gatot kaca? Wah aku kurang tahu sih hihi.

  1. Kalau jalan-jalan dengan mobil Mazda sekeren ini ditambah pengalengan yang hijau, weekend yang wonderful banget. Terus bagaimana dengan penginapan di sini Mas? Ada kah?

  2. Ini baru travel blogger beneran,hehe

    Banyak tulisannya yang hasil dari perjalanan sendiri,mantab mas, pengen juga punya blog kek itu,cuman masih jarang ngetrip.hehe

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')