Sendiri di Riung

60

WN286491

“Hari ini nggak ada lagi yang sewa perahu, mas?” tanya saya kepada Mas Bayu, pemilik homestay Tamri.

“Kebetulan ini lagi musim sepi ini mas, hari ini cuma mas aja yang kesini sepertinya,” jawab Mas Bayu, pemilik homestay asal Surabaya, dengan logat Jawa yang kental.

Saya meringis. Ini berarti, sewa perahu seharga 350 ribu akan saya tanggung sendiri. Walupun agak berat, tapi karena sudah terlanjur sampai disini, saya tak punya pilihan.

….

Dermaga Riung
Dermaga Riung

Pagi itu matahari terik, terlihat banyak anak-anak sekolah yang mengenakan peci dan kerudung. Walaupun flores memang mayoritas katolik, di Riung saya lebih banyak melihat masjid daripada gereja.

“Disini sebagian besar muslim mas,” ujar mas Bayu lagi.

Saya tinggal di homestay Tamri selama di Riung. Homestay dengan harga 75 ribu semalam ini adalah yang termurah yang saya temui. Menurut penuturan Mas Bayu, ia dulu adalah seorang manager di sebuah bank ternama di Jakarta. Sebelum pindah juga di posisi yang sama di sebuah hotel di Labuan Bajo.

Tapi. menurutnya, walaupun uang mengalir dengan mudah, pekerjaan itu tak sesuai panggilan hatinya. Makanya ia memilih resign, dan membuka sebuah homestay di Riung ini.

Ini juga adalah salah satu impian saya nanti. Punya homestay keceh di tepi pantai!

….

Ini si Udin, anak Riung yang menemani saya di kapal dan menunjukan jalan ke Bukit. My little guide :D
Ini si Udin, anak Riung yang menemani saya di kapal dan menunjukan jalan ke Bukit. My little guide :D

Riung adalah salah satu kota kecil di kabupaten Ngada, Flores. Terletak di pesisir utara, butuh sekitar 3-4 jam dengan kendaraan umum dari Bajawa.

Bang Halim adalah seorang supir bis bernama Gemini, bis yang saya tumpangi dari Bajawa menuju Riung. Jadwal Bang halim tiap pagi adalah berangkat dari Riung menuju Bajawa, dan pada siang harinya lagi kembali ke Riung.

Good morning from Riung.
Good morning from Riung.

Di Flores, saya lebih senang menggunakan bis umum daripada ‘travel’. Selain lebih murah, kita jadi bisa lebih leluasa mengobrol dengan orang-orang termasuk bapak supirnya. Lagipula, bis di Flores ini nggak penuh-penuh amat kok. Bahkan jauh lebih manusiawi daripada mobil kecil ‘travel’, yang seringkali melebihi kapasitasnya – dengan harga yang lebih mahal, dan waktu tempuh yang sebetulnya tak terlalu berbeda jauh.

Tipikal jalan di Flores
Tipikal jalan di Flores

Saya mendapat kontak bang Halim dari si kak Mumun Indohoy dan Vindhya, sebelum kami berpisah di Labuan Bajo. Tak heran mereka merekomendasikan bang halim ini. Orangnya lucu dan jenaka, saya menjadi tak bosan selama perjalanan.

Seusai sholat jumat di masjid Bajawa, saya dijemput oleh bang Halim di depan penginapan. Begitulah bis disini, kita bisa pesan dan bis akan menjemput kita. Semacam travel. Saya sudah memesan kursi paling depan agar bisa puas memotret sepanjang perjalanan.

“Heyy om pindah sana ke belakang, mas ini sudah pesan buat duduk depan sini!” teriaknya kepada seseorang yang sudah menempati kursi pesanan saya. Om itu tak marah, malah langsung pindah tempat duduk dan memepersilakan saya duduk di depan.

Pulau Tiga
Pulau Tiga

Perjalanan Riung-Bajawa sebetulnya tak perlu mencapai 3-4 jam jika jalanan bagus. Namun, jalur ini memang jalur paling jelek dibandingkan jalur-jalur antar kota flores yang lain. Tapi percaya sama saya, roadtrip di flores itu manjain mata banget! Kok saya merasa seperti di California ya? Soalnya lembah-lembah yang kita lewati itu punya warna-warni mirip auntumn disana!

Pemandangan jalan Bajawa - Riung. Diambil dari dalam bis.
Pemandangan jalan Bajawa – Riung. Diambil dari dalam bis.
Jalan Raya Riung - Mbay
Jalan Raya Riung – Mbay
Homestay Tamri
Homestay Tamri

Riung adalah kota kecil. Bahkan tak terlihat seperti kota, lebih mirip sebuah komplek perumahan menurut saya malah. Tak banyak aktifitas yang terlihat disini kecuali di pasar.

Dari pelabuhan, terlihat pulau-pulau kecil yang menjadi Taman Laut Riung 17 pulau. Menurut penuturan kapten kapal saya, jumlah pulau di Riung lebih dari 20 buah. Tapi, entah kenapa pemerintah menamakannya menjadi 17 pulau.

“Biar sama dengan hari merdeka 17 Agustus mas,” katanya lagi.

Pulau Rutong
Pulau Rutong

Kapal kami perlahan meninggallkan pelabuhan, pagi itu laut tanpa gelombang. Saya langsung mengarahkan kapal ke pulau Tiga. Tempat snorkling yang menjadi primadona Riung 17 pulau ini. Pemandangan bukit kuning kecoklatan gersang terlihat kontras dan berkomplemen dengan warna laut biru toska ini sangat keceh sekali. Saya nggak pandai mendeskripsikannya, jadi lihat fotonya saja ya hehe.

Pagi itu air sangat tenang
Pagi itu air sangat tenang

Saya langung mengenakan rashguard agar kulit saya tak bertambah eksotis. Masker dan snorkel saya kenakan, dan mulai mengayuhkan kaki katak pelan-pelan. Mungkin musimnya sedang tak bagus, air pasang dan agak keruh. Saya tak bisa melihat terlalu jelas dari permukaan karena visibility kurang baik. Mungkin visibility kurang dari lima meter.

Underwaer pulau tiga
Underwater pulau tiga, sayang airnya sedang keruh :(

Saat melakukan duckdive ke dalam air sekitar 5-7 meter, barulah saya bisa melihat jelas hardcoral berwarni-warni! Warnanya aneh. Saya baru pertama kali melihat hardcoral dengan warna biru, kuning, dan hijau dengan saturasi yang pekat. Beberapa ikan yang schooling juga tiba-tiba menhampiri saya, walaupun hanya ikan-ikan kecil.

Pulau-pulau disini memang indah sekali, tapi…

Saya sendiri.

Pulau Tiga
Pulau Tiga.
Pulau Tiga
Pulau Tiga

Baru kali ini saya solo traveling merasakan sepi. Mungkin saya sedang jenuh traveling dan butuh beristirahat. Atau mungkin saja sebelum ini saya terbiasa berjalan bersama banyak kawan, sehingga saya menjadi agak kaget tiba-tiba traveling sendirian

Pulau Tiga
Pulau Tiga
Pulau Tiga
Pulau Tiga
Pulau Tiga
Pulau Tiga

Matahari tepat di atas kepala, seharusnya saya masih mengeksplore beberapa pulau lagi. Tapi saya lebih memilih kembali siang itu, untuk mengejar bis ke kota berikutnya.

Di buku catatan, saya cuma menorehkan satu kalimat untuk Riung.

I wish you were here.

Thanks!
Thanks!

60 COMMENTS

  1. Foto2nya bikin adem mata dan hati.. Tenang sekali.. Sayang nih belum kesampaian mau nginjakin kaki di Flores. Semoga deh nanti bisa terlaksana.

    Salam kenal yah mas Wira ^^,

  2. ehm …….
    kyanya ada yg nyangkut di petualangan terios 7 wonders kmrn,,, :D
    harusnya bw anak pa erte nih ke riungnya….

  3. Waa…ternyata Riung bagus yaa…kirain ketemu pemandangan sebagus itu lo ga galau lagi^^
    “I wish you were here” nya untuk si ‘itu’ juga Wir? hihih
    btw…tenkyu banget yaa udah jadi temen ‘galau trip’ kemaren..semoga lain kali bisa jalan bareng tanpa galau :p

  4. subhanallah. indah sekali kak wira. aku hanya bisa berdesir kagum se kagum2nya n bergumam, kapan ya bisa ke sana. terus bersih banget ya kak.

  5. wahhh keren wir solo travelingnya,, daerah yang belum pernah ku kenal,,
    daerahnya kayaknya semua bagus ya wir :D
    top wir,, keren ..

  6. Salam kenal Mas Wira..suka sekali ama cerita nya…dan tentu sama fotonya yg kece memanjakan hati dan memanggil hati untuk bisa menginjakkan Riung. Semoga someday kesampaian ninggalin jejak di tanah Flores…

  7. Salam kenal Mas Wira..suka sekali ama cerita nya…dan tentu sama fotonya yg kece memanjakan mata dan memanggil hati untuk bisa menginjakkan Riung. Semoga someday kesampaian ninggalin jejak di tanah Flores…

  8. Salam kenal, Mas Wira. Saya suka blogwalking ke sini dan pernah share foto Mas Wira di Google+ melalui akun +telusuRI, tentunya saya credit dengan mention +Wira Nurmansyah di Google+. Boleh kan ya? Soalnya, ingin share foto jepretannya Mas Wira lagi. Hihi. Trims. :)

  9. keren,… salut ma abang,
    ehh bang, minta infonya dong, mank waktu itu tarif bus gemini (bajawa – riung)
    berapaan yah ? trus cp nya bang halim berapa tuh ?

  10. Halo mas…

    asik-asik ya fotonya! udah lama juga gak snorkeling nih.
    kalo boleh tau underwater gear nya pake kamera apa ya?

    terima kasih,
    salam,
    alfons

    • Mba Oliv, mw ke Riung Okt tgl berapa ya?
      Saya ber2 sama tmn rencana mw ke Riung antara tanggal 15-17 Okt mungkin bisa bareng kalo memang samaan jadwalnya
      thanks

  11. Minggu ini rencana mo ke riung mas. Sy org solo sdh 6 thn f bajawa…tp blm pernah jln2…moga2 liburan lebaran ini jd jln ke riung. Amin. Ada nmr homestay nya mas?

  12. I wish i was there. Haha
    Salam kenal maswir! Rabu ini mau ke bajawa semoga bisa nyolong2 waktu ke riung 17 biar ngerasain “i wish you were here” secara bakal sendirian juga kesana 😅😅

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')