Sepucuk Surat Untuk Menteri Pariwisata

49

Tulisan ini dalam rangka ‘posting bareng’  teman-teman dari komunitas Travel Bloggers Indonesia. Selamat membaca! :)

Bapak menteri yang terhormat, sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat telah terpilih sebagai menteri pariwisata di kabinet kerja. Semoga bisa mengemban amanah ini hingga selesai!

Bapak menteri yang terhormat, saat ini bapak sedang mengemban amanah yang cukup berat untuk memajukan parwisata. Industri pariwisata menurut saya adalah sesuatu yang sangat mulia. Pariwisata bisa membuat orang-orang di daerah terpencil — bahkan yang tak pernah sekolah sekalipun — bisa menjadikan itu sebagai sumber penghidupannya.

Bersama anak-anak Raja Ampat
Bersama anak-anak Raja Ampat

Bapak menteri yang terhomat, beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah berita di website indonesia.travel. Berita yang berisi bahwa kementrian akan fokus ke tiga titik pintu masuk wisatawan luar negeri ; Batam, Jakarta, dan Bali — serta daerah sekitarnya. Mungkin memang betul disana banyak masuk wisatawan, tapi sampai kapan Bali terus, pak?

Bapak menteri yang terhormat, Indonesia punya 13.000 pulau. Kalau Bali lagi yang dipromosikan, kapan daerah-daerah lain? Mungkin memang saat ini hanya tiga daerah itu saja yang siap untuk wisatawan. Tapi jika daerah lain tidak dibantu untuk dimajukan, kapan mereka bisa siap? Apa kabar nanti pulau-pulau indah seperti pulau Anambas, pulau Bawean ,(psst, bawean cagar alam ternyata hehe), atau Pulau Rote diujung nusantara sana?

Bapak menteri yang terhormat, beberapa rekan saya di Eropa bilang Bali bukan destinasi favorit mereka lagi, karena sudah terlalu ramai. Mereka lebih memilih Nusa Tenggara ataupun Kalimantan yang lebih tenang.

Bapak menteri yang terhormat, saya juga melihat bapak menambahkan tagline “Pesona Indonesia” untuk berdampingan dengan “Wonderful Indonesia”. Mengapa harus ada dualisme seperti ini, pak? Seingat saya, brand Wonderful Indonesia belum terlalu lama — mungkin sekitar 2-3 tahun. Brand negara tetangga saja yang “Truly Asia” sudah lebih dari 20 tahun konsisten dan saat ini sangat bergema di telinga wisatawan asing. Ah, tapi bapak yang ahli marketing mungkin punya alasan yang kuat untuk ini.

Bapak menteri yang terhormat, di tahun 2014 ini turis asing ke Malaysia besarnya tiga kali lipat dari Indonesia. Ini mencengangkan sekali. Kalau kita pikir, tentu potensi negeri kita ini jauh lebih lebar daripada negeri tetangga. Seharusnya yang terjadi adalah sebaliknya. Tapi mungkin budget mereka lebih besar ya pak? Saya juga kurang tahu..

Bapak menteri yang terhormat, bapak juga sempat mengatakan bahwa ‘Malaysia tidak ada apa-apanya‘ untuk pariwisata. Saya sepakat pak. Tapi memang mereka sudah sangat siap dalam segala yang dibutuhkan untuk tourism. Mereka punya infrastruktur fisik maupun digital yang mumpuni untuk mendukung pariwisata. Mereka juga punya cara jitu mengemas yang tidak-ada-apa-apa itu menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan. Dan, ya, memang budget mereka untuk pariwisata jauh melebihi Indonesia. Namun, saya berharap bapak bisa banyak belajar dari mereka.

Bapak menteri yang terhormat, bapak selalu bilang bahwa infrastruktur IT harus ditingkatkan. Betul sekali pak, rekan saya yang saat ini di misool, Raja Ampat, hanya punya satu buah BTS. Tentu ini sulit bagi mereka untuk berkomunikasi dengan dunia maya. Mungkin bapak bisa colek rekan bapak di telkom untuk hal ini.

Satu-satunya BTS di misool via lostpacker.com
Satu-satunya BTS di misool via lostpacker.com

Bapak menteri yang terhormat,  bapak juga bilang akan memprioritaskan digital marketing. Tapi, pak, menurut saya masih banyak potensi wisatawan yang belum bisa tersentuh oleh dunia digital. Dan itu tentu bapak lebih tahu karena bapak adalah Marketeer of the year tahun lalu bukan? Hehe.

Bapak menteri yang terhormat, baru-baru ini saya dengar bapak meluncurkan platform E-Tourism. Entah apa itu, tapi yang jelas website resmi pariwisata Indonesia sudah ada, dan sangat butuh pembenahan; karena menurut saya indonesia.travel punya potensi yang sangat besar. Saya pun menuliskan beberapa hal yang bisa diperbaiki di indonesia.travel.

Bapak menteri yang terhormat, mungkinkah penulis dan fotografer untuk indonesia.travel berasal dari daerah? Karena tentu yang mengenal daerah adalah orang daerah itu sendiri. Mereka pun bisa mengupdate informasi dengan cepat dan akurat. Kami para blogger siap membantu untuk sharing ke mereka tentang hal ini.

Bapak menteri yang terhormat, saya juga baca berita tentang bapak akan mengembangkan pariwisata bahari Indonesia. Saya sangat dukung pak! Negara kita 75 persen adalah lautan, jadi ini tentu akan semakin menarik. Bapak harus bisa mengubah kata kunci pantai dan diving = Indonesia di pencarian Google!

Bapak menteri yang terhormat, promosi terus tentu baik, tapi jangan lupa pula tentang kelestarian alam kita. Makin banyak wisatawan, tentu potensi rusaknya alam semakin rusak. Bapak harus tegas dalam hal ini. Sebagai contoh di pulau Sempu yang jelas-jelas cagar alam, sekarang hampir rusak karena banyak wisatawan — yang seharusnya tak boleh masuk. Belanda saja yang dulu penjajah menetapkan kawasan itu adalah cagar alam dan hanya digunakan untuk penelitan ilmu pengetahun. Sekarang, malah kawasan itu diajukan sebagai tempat pariwisata oleh beberapa oknum yang hanya ingin mengambil keuntungan. Ironis bukan, Pak?

Senja di suatu pantai di Pulau Tomia, Wakatobi.
Senja di suatu pantai di Pulau Tomia, Wakatobi.

Bapak menteri yang terhormat, saya minta maaf jika ada sedkit kata yang menyinggung. Akhir kata dari saya; selamat bertugas dan jayalah pariwisata Indonesia!

Hormat saya,

Wira Nurmansyah.

Baca juga tulisan teman-teman Travel Bloggers Indonesia yang lain ya ^^ :

Farchan Noor Rachman – Surat Terbuka Kepada Menteri Pariwisata
Wira Nurmansyah – Sepucuk Surat Untuk Menteri Pariwisata
Rijal Fahmi – Pariwisata Indonesia, Dan Segala Problematikanya
Parahita Satiti – Surat Untuk Pak Arief Yahya
Titi Akmar – Secercah Asa Untuk Pariwisata Indonesia
Vika Octavia – Pariwisata Indonesia; Telur dulu, atau Ayam dulu?
Lenny Lim – Surat untuk menteri pariwisata
Indri Juwono – Peduli Budaya Lokal Untuk Pariwisata Indonesia
Olive Bendon – Indonesia, Belajarlah pada Malaysia
Matius Teguh Nugroho – Merenda Asa Untuk Pariwisata Kota Indonesia
Bobby Ertanto – Dear Menteri Pariwisata Indonesia
Danan Wahyu – Repackage Visit Indonesia Year
Firsta Yunida – Tourism in Indonesia
Felicia lasmana – Target 1 Juta Wisman Per Bulan Menurut Seorang Bilog, Pejalan DAN Blogger

Dan juga ada beberapa teman lain diluar TBI yang ikutan. ^^

Defi Laila — Sekelumit Tanda Tanya Perihal Neraca satelit Pariwisata Nasional
Rifqy Faiza — Di Tangan Arief Yahya, Saya Memilih Percaya

49 COMMENTS

  1. dulu saya ga tau pulau sempu, trus ada tmn yg ngajak kesana, sekali kesana saya langsung pngn kesana lagi, tp setelah tau itu cagar alam yg bukan merupakan tempat untuk umum seperti halnya tempat pariwisata yg lain saya jd merasa berdosa. mungkin tmn2 yg lain yg juga prnh kesana merasakan hal yg sama, semoga saja.

  2. Bapak menteri .. ajak aku jalan2 dong tapi selain jakarta, batam dan bali yaaaaa.
    tapi seriusan ada 2 tagline ini jadi ngak fokus mana yg mesti di angkat, yg ada gagal ke 2 nya. mending 1 tapi fokus dan kita geber sama2 :-)

  3. semoga di baca sama pak menteri yang mantan dirut telkom, dimana saat ia menjabat muncul rencana “pembunuhan” flexi (dan saat ini sedang terlaksana “pembunuhan tersebut) yang menurut saya sebenarnya juga punya potensi besar buat kemajuan industri telekomunikasi di Indonesia.

  4. yep, promosi harus dibarengi dengan kesiapan destinasi yang dipromosiin. Kalau enggak, adanya nanti malah rusak :D Semoga sampai ke bapak menteri yang terhormat ya :D

  5. eehhmm… kak wir
    aku kok rada bingung yah kak, di akhir paragraf kak wira sepakat kalo Sempu adalah cagar alam dan digunakan sebagai tempat penelitan ilmu pengetahun, tidak untuk wisata.
    Tapi di awal paragraf kak wir bilang
    “Apa kabar nanti pulau-pulau indah seperti pulau Anambas, pulau Bawean, Pulau Natuna, atau Pulau Rote diujung nusantara sana?”
    Lha, Pulau Bawean kalo gak salah khan juga cagar alam kak, kok seolah-olah kak wir nyuruh dipromosiin buat wisata juga?
    *Correct me if i am wrong

    • Sebenernya masih agak bingung nug, di beberapa tempat cagar alam juga dijadikan taman wisata alam. Dan itu ada peraturan resminya juga. Dan gak semua area cagar alam jadi tempat wisata. Contoh yang paling populer mungkin kawah ijen. Wisatawan dan penambang boleh masuk asal masih di dalam trek. Nah kalo sempu, gak ada peraturan yang menunjuk kalau dia itu jadi tempat wisata…gue juga yakin pihak BKSDA (balai konservasi SDA) dan kementrian perhutanan/pariwisata tahu tempat ini gak bisa dijadiin taman wisata, tapi entah kenapa mereka gak tegas ya?

  6. Dengan melibatkan para travel blogger untuk mempromosikan Indonesia, saya pikir srbuah langkah maju dari pemerintah. Mereka punya pengalaman menyentuh sudut-sudut Indonesia. Pengalaman2 itu agar diserap Kementrian sebelum menelurkan kebijakan. Jayalah pariwisata Indonesia

  7. Aku baru tahu kalau Pak Menteri mau lebih fokus ke tiga titik itu. Apa kabar lah ya pulau-pulau lain yang juga butuh perhatian pemerintah. Semoga Pak Menterinya dengerin gue… eh maksudnya baca tulisan ini. (:

  8. Satu lagi tulisan yang menyinggung tentang pariwisata Malaysia, hihihi. Kita memang benar-benar perlu belajar banyak dari mereka ya :D

    Apa? Apa? “Bali, Batam, dan Jakarta”? Okay, Jakartanya gue setuju. Asal udah ada moda transportasi yang memadai. Mungkin Commuter Line perlu lebih dipromosikan dan di-internasioalkan.
    Tapi, Bali dan Batam?
    Bali udah touristy banget! Nggak perlu promosi juga udah pada tahu. Batam? Lebih condong ke Singapura.

    Mending promosi kota-kota kecil aja, misalnya tur budaya Semarang – Lasem. Atau memperkenalkan pantai-pantai di Sumatera, jika akses ke Indonesia Timur masih dianggap terlalu sulit. Huft!

    • Heheh woles kak menterinya juga pasti punya rencana bagus..mudah-mudahan dengan fokus dulu ke pintunya nanti ruang tengah sama halaman belakang bisa lebih bagus juga..semoga..

  9. saya percaya nih sama the power of writting yang digerakkin sama teman2 blogger. mudah2an promosinya seirama dengan tetap ngejaga daerah pariwisata2 itu yaa.. denger2 derawan sama bunaken juga udah ngga secantik beberapa tahun silam, betul ngga?
    tempat2 itu emang skrg udah populer bgt tapi sayang yah kalau para pelancong2 ngga ikutan jaga lingkungan. huhu

  10. Salam perkenalan…
    Bagaimana dgn Pulau/Kabupaten Biak Numini Papua…inilah paradise yg ssungguh’y.
    Anda belum di katakan” pure wisata” jika blm k pulau ujung indonesia timur ini.
    Mohon bantuan promosi’y…
    Sy mmpunyai plan project di sana pariwisata n Hotel Resto…
    slm by Indra.
    contack person: +62 812 2617 5519.
    Bbm pin: 578E2886

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')