Berjalan Kaki di Surabaya

35

Beberapa waktu lalu saya mampir sebentar di Surabaya untuk mengisi workshop foto yang diadakan oleh Martografi, UKM foto Universitas Petra Surabaya. Workshop fotografi perjalanan mereka yang bertema Escape Euphoria itu bertempat di Mall Ciputra World surabaya.

Selalu senang jika berbagi ilmu dengan teman-teman apalagi dengan mahasiswi mahasiswa.

Ngamen di mall
Ngamen di mall
Thanks for having me guys!
Thanks for having me guys!

Keesokan harinya setelah workshop, saya menyempatkan diri untuk menghabiskan akhir pekan di Surabaya. Saya menginap di hotel ibis budget di Jalan HR Muhammad. Agak jauh dari kota memang, tapi dekat dengan tempat workshop di mall Ciputra.

Ada kejadian yang kurang nyaman pada saat saya menginap disana. Pada malam hari saat saya tidur, tepat pukul dua belas malam, pintu diketuk. Beberapa kali saya hiraukan, namun pintu tak berhenti diketuk. Malah semakin keras. Dengan bersungut saya bangun dan membuka pintu dan menemukan pria berseragam polisi lengkap. Loh, ada apa ini?

“Selamat malam, pak. Pemeriksaan identitas,” katanya datar.

Apa? Bukannya masuk ke hotel ini identitas kita sudah di scan oleh pihak hotel? Kenapa malam-malam begini harus dimintai KTP oleh polisi? Tapi, saya yang malas berdebat langsung menyerahkan KTP ke bapak itu.

“Sendiri saja, pak?” tanya si pak polisi.

“MENURUT NGANAAAA??” kata saya, dalam hati. Untung saya lagi ga bawa siapa-siapa ke dalam hotel. #eh

Saya pun kembali tidur. Terdengar dari kamar di ujung sana seorang tamu yang marah-marah karena terganggu istirahatnya.

Selamat pagi surabaya
Selamat pagi surabaya

Keesokan harinya, rencana saya hanya berjalan kaki saja di sekitar kota Surabaya. Karena saya tak paham angkot surabaya, saya mencoba memesan gojek yang mengantarkan saya dari jalan HR Muhammad di Tugu Pahlawan di tengah kota. Ternyata lumayan jauh juga sekitar 11 km. Dari sana, saya berjalan kaki menuju museum House of Sampoerna. Di peta terlihat dekat, ternyata pas jalan jauh juga. Oh dasar google map. Katanya 10 menit berjalan kaki, ternyata sampai setengah jam HAHA. (efek kebanyakan berhenti jajan es karena Surabaya panas bener broh!)

House of Sampoerna
Pintu depan Museum House of Sampoerna

Di depan museum ini ada bis merah yang disediakan House of Sampoerna untuk tur keliling kota surabaya gratis. Tapi sayang, saat saya ingin mendaftar semua slot sudah penuh.

Selain museum, ada juga pabrik rokok kecil di dalamnya. Semua pekerjanya adalah wanita. Saya takjub melihat tangan mereka yang sangat cekatan melinting tembakau ke dalam kertas. Gerakannya terlihat seperti video yang dipercepat beberapa kali dan di-loop berulang-ulang! Sayang ada larangan memotret disana entah mengapa.

House of Sampoerna
House of Sampoerna
House of Sampoerna
Ada miniatur tempat pengasapan tembakau seperti yang saya lihat di lombok
House of Sampoerna
House of Sampoerna

Setelah itu saya melanjutkan berjalan kaki ke arah Jalan Rajawali, jembatan merah, dan daerah-daerah kota tua Surabaya. Jujur saja, trotoar di sekitar sini sangat nyaman. Lebar, bersih, dan tak ada lubang *melirik bandung. Tapi ya namanya Surabaya, puanaaseee pollllll. Panas banget, serasa gak ada angin lewat haha!

Oh iya di jalan antara House of Sampoerna ke jalan rajawali saya menemukan mural-mural yang cantik ini.

Tarik manggg
Tarik manggg

Jika sedang berada di jalan rajawaliKedai lontong balap yang dirintis sejak tahun 1956 ini buka setiap hari sejak pukul 6 pagi hingga setengah 6 sore. Terkadang, jam makan siang pun hidangan sudah ludes. Lontong balap rajawali ada tepat di pinggir jalan. Tak besar, mungkin hanya muat sekitar 30 orang. Lontong, tahu, dan llento ditambah siraman taoge berkuah manis dan serta sate kerang plus kecap sangat sangat nikmat habis berjalan kaki lama hehe. Saya belum mencoba lontong balap yang lainnya, tapi saya yakin ini salah satu yang paling enak!

Siang main terik. Tapi saya terus berjalan selama baterai kamera masih ada hehe.

Tinggal kenangan
Tinggal kenangan
Trotoarnya mantap
Trotoarnya mantap. Di persimpangan depan adalah jembatan merah.
Tapi panaasss
Tapi panaasss
Taman ini asik, tapi kalo sendirian gak asik.
Taman ini asik, tapi kalo sendirian gak asik.
Sudut kota tua surabaya
Sudut kota tua surabaya
Mampir ke taman mangrove
Mampir ke taman mangrove
Thanks surabaya!
Efek kelamaan di surabaya : gosong.
Tugu pahlawan
Tugu pahlawan
surabaya-jalan-29
Pertunjukan reog ditambah slapstick comedy dengan bahasa jawa yang tidak saya pahami, tapi tetap ketawa haha. CFD jalan kembang jepun.
surabaya-jalan-34
Reog di CFD kembang jepun

Terima kasih Surabaya. Sampai jumpa lagi!

35 COMMENTS

  1. surabaya emg puuuoll deh panasnya :D.. sakit kepala pasti tiap kali aku ksana mas ;p..

    itu house of sampoerna aku pengeeen bgt sbnrnya kesana kalo lg di surabaya.. tp suami ga ngizinin.. krn dia takut aku bkl tergoda utk balik merokok kalo ke situ ;p Yaelah…. ga juga kalii.. kan rokokku dulu bukan sampoerna hihihihi

  2. Hahaha,,,, jangan disalahkan mas Googel map nya,,, eh tapi walaupun sering disalahkan juga banyak dink yang menggunakannya,,,,,
    Intinya Surabaya itu panas ya mas? buat kulit Gosong, tapi menarik,,,,
    Ada pertunjukannya saja nggak paham tetep tertawa,,, apalagi yang ngerti ya? malah nggak menarik, hahaha
    duh kapan ini bisa ke Surabaya,,,, :-)

  3. ternyata polisi di surabaya sidak ke hotel berbintang juga ya, pantesan prostitusi online disana ketangkep mulu. wkwk
    ah pengin jalan2 ke museum sampoerna, deket dr stasiun gak yah mas?

  4. Polisinya memang nggak etis nih. Tengah malam kan waktunya penghuni tidur, mungkin bisa diganti ke pagi-pagi. Lagipula bener kata mas Wira, pihak hotel udah pegang data penghuni. Harusnya nggak usah cek setiap kamar. Ya kalau ada yang tiba-tiba sewa PSK, itu hak dia hahaha.

    Sebagai anak muda yang tinggal di Bandung, aku malu banget lho sama Surabaya. Trotoarnya bersih, rapi, luas. Sekilas kayak kota-kota di Vietnam. Tinggal transportasinya aja nih yang kurang.

  5. terakhir ke surabaya 2009, itu semerawut masih trotoarnya. sekarang kyknya luas dan bersih..
    jd pengen kesana lagi tar…
    btw fotone apik mas..jd pgn lontong balap juga haha

  6. Habis dari Surabaya mas. Wah, kalau ke Surabaya memang harus sedia sunblok, apalagi kalau jalan kaki. Saya aja yang tinggal disana, begitu keluar rumah, pengen balik2 lagi ke rumah, lalu nyalakan AC, he he he

  7. Surabaya surabaya surabaya.. belum kesampean kang main kesini, pengen banget maen ke kota pahlawan,taman bungkul dll. Apalagi sejararah sepakbola dan rujak cingurnya hmm bikin penasaran, semoga aja suatu saat nanti.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')