Waktu di Padang beberapa waktu lalu, saya sempat menginap di salah satu villa di atas bukit yang menghadap pantai dimana tempat seorang anak laki-laki dikutuk menjadi batu oleh Ibunya.

Dari atas villa yang bernama Air Manis Residence Hill ini, saya melihat teluk bayur beserta beberapa rangkaian pulau, pantai, dan bukit terjal yang langsung menantang samudera hindia.

Saat senja, suara adzan lembut bersahutan berembus naik dari masjid-masjid di bawah lembah mengiringi semburat senja. Pada malam hari, ratusan  lampu-lampu gemerlap kapal nelayan perlahan memudar redup menuju kejauhan, sampai mereka menghilang dari pandangan.

Konstruksi villa air manis benar-benar memanfaatkan bukit-bukit yang menyangganya. Dari bangunan utama ‘lantai’ paling atas — yang mempunyai dinding kaca besar untuk menikmati panorama teluk bayur –, kita harus menuruni tangga batu hingga seperti dua lantai sungguhan untuk menuju kolam renang dan tempat bersantai, kemudia dua lantai lagi kebawah untuk menuju bangunan villa yang lain.

Di puncak bukit air manis, ada tempat yang biasa digunakan untuk latihan paralayang para tentara. Namun kita bisa minta ke seorang pelatih paralayang disana jika kita ingin mencoba terbang tandem dengan beliau!

Ruang villa paling bawah yang dibawahnya langsung jurang
Ruang villa paling bawah yang dibawahnya langsung jurang

Mejeng dulu.
Mejeng dulu.
Tempat tidur kamar utama
Tempat tidur kamar utama
Pinggir bukit
Pinggir bukit
Buat duduk-duduk cantik sambil ngeteh.
Buat duduk-duduk cantik sambil ngeteh.
Puncak Air Manis
Puncak Air Manis. Hanya beberapa meter naik dari Villa.
Paralayang Air Manis
Paralayang Air Manis
Anginnya kencang sekali.
Anginnya kencang sekali.
Wohoooo!
Wohoooo!
Dan mendarat di pantai Air Manis, tempat si malin kundang!
Dan mendarat di pantai Air Manis, tempat si malin kundang!

vila-air-manis-padang-paralayang (25)

Selamat jalan dari kak cumi :))
Selamat jalan dari kak cumi :))
Teluk Bayur
Terima kasih!

19 COMMENTS

  1. Wah, beruntung banget pas Pantai Air Manis-nya bersih.. Waktu ke sana (Agustus 2014), pantainya penuh sampah plastik, konon sampah bawaan dari pasar di deket sana. Sedih lihatnya…

  2. Besok-besok mungkin bisa nyobain nginep di Lembah Harau Payakumbuh, atau mungkin ke Sawah Lunto suasana dan udara sejuknya “lamak lamo di sinan” :)

  3. Besok-besok mungkin bisa nyobain nginep di Lembah Harau Payakumbuh, atau mungkin ke Sawah Lunto suasana dan udara sejuknya “lamak lamo” di sinan” :)

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')