Mendengar kata Palawan, rasanya saya ingin langsung memakai kacamata hitam.

Karena yang terbayang di benak saya saat mendengar nama tempat itu adalah air laut berwarna biru toska dan pantai pasir putih yang menyilaukan mata! 😎

Dan tahukah kamu? Ternyata hanya butuh satu jam saja terbang dari Manila untuk sampai di Coron —  kota kecil gerbang tempat kita mengeksplorasi kepulauan Coron, Palawan,

Sesampainya di Coron, kota ini langsung mengingatkan saya pada kota Labuan Bajo beberapa tahun lalu.

Kota kecil di pesisir yang punya banyak perbukitan langsung dari pantainya. Bentuk jalanan, debu yang beterbangan, dan orang-orangnya yang hangat betul-betul mengingatkan saya kepada kota di ujung Barat Pulau Flores itu.

Namun setelah melihat ‘taksi’ berbentuk tricycle yang berkeliaran, saya langsung teringat kalau saya sedang berada di Filipina.

Di kepulauan Coron ini, saya berpindah-pindah pulau. Berenang sambil berlarian kesana-kemari, sambil berbagi tawa dengan kawan.

Nah, inilah beberapa tempat yang saya kunjungi selama berada di sana. Pastikan kamu tidak melewatkan ini saat di sana ya!

1. Twin Lagoon

Twin Lagoon
Twin Lagoon

Melihat foto di atas, pasti kamu teringat suatu tempat yang cukup terkenal di Indonesia. Ya, di Coron juga banyak sekali terdapat pulau-pulau limestone seperti di Kepulauan Raja Ampat.

Di twin lagoon ini airnya payau. Bagian atasnya hangat namun bagian bawahnya dingin.

Jadi jika kalian mengambang dengan posisi terlentang, air bakal terasa dingin. Kalau mengambang posisi berdiri, bagian dada ke bawah bakal terasa hangat!

Mengapa tempat ini bernama twin lagoon? Karena di sini ada dua laguna yang bersebelahan. Yang tentunya bisa kita nikmati sambil berenang manja di samping batuan karst cantik Coron ini.

Menikmati twin lagoon

Di laguna pertama kapal bisa merapat. Tapi untuk mengakses laguna ke dua, kita bisa menaiki tangga yang tersedia, atau langsung menyelam bebas lewat gua bawah air yang menghubungkan kedua laguna!  💦

Betul sekali, ada terowongan bawah air yang mengubungkan kedua laguna. Kalau kamu percaya diri dengan kemampuan menyelam bebasmu, nyalakan action cam and go for it!

 

2. CYC Beach

Pedagang ini menggunakan perahu kecil dan menjual berbagai macam kudapan ke perahu wisatawan yang sedang snorkeling.

“Beer beer cold beer,” ujar si mamang perahu berusaha menjual dagangannya.

Saya membeli beberapa buah es lilin rasa susu yang dicampur potongan mangga seharga 10 peso. Rasanya segar sekali sehabis berenang dan menyelam di laut!

Dan lihatlah air itu, saking beningnya jadi membuat perahu si mamang nampak melayang.

Melihat pantainya yang agak ramai, saya jadi mengurungkan niat untuk menyebrang ke sana dan akhirnya tidur-tiduran saja di atas kapal.

Bersantai di tepi CYC beach.
penjual kaki lima terapung

3. Atwayan Beach

Makan siang kami disajikan di Pulau kecil ini. Ada sayur labu, salad terong, ikan segar, dan rumput laut segar yang disiram kecap asian dan jeruk kalamansi.

Makanan filipina kadang terpengaruh kuliner mediterania spanyol. Jadi terkadang saya menemukan salad yang ada buah olive di dalamnya. Untungnya saya suka!

saung-saung di atwayan tempat membuka bekal makan siang

 

4. Kayangan Lake

Setelah snorkeling di beberapa titik, saya memilih duduk-duduk saja di pinggir danau kayangan sambil memandangi rangkaian batuan karst yang mengelilingi danau.

Makin dipandang, warna-warni air danau seakan berubah tergantung cahaya matahari. Di kayangan lake ini teduh sekali suasananya. Rasanya ingin tidur saja seharian.

Sebetulnya kayangan lake ini bukan danau. Ia adalah laguna yang ada di sela karst dan lekuk pulau. Kayangan berarti ‘pintu masuk’. Kata Nash, guide kami, ada 13 ‘danau’ lainnya yang berada di dekat sini. Namun yang diizinkan masuk pengunjung hanya kayangan lake ini.

kayangan lake dari pintu masuk

Kayangan lake mengingatkan saya kepada danau Kakaban di Kepulauan Derawan, Kalimantan Utara. Tapi tanpa ubur-ubur tak menyengat. Betul-betul persis sama bentuk pulau dan danaunya.

Karena saat masuk ke dalam, kita butuh untuk mendaki bukit dengan 372 anak tangga terlebih dahulu, baru bisa turun ke danau Saya terasa deja vu saat memasuki danau ini.

Dari bukit di atas danau, ada beberapa spot foto populer. Jadi jika kalian googling gambar ‘coron’ atau ‘palawan’, biasanya yang muncul adalah foto dari spot ini.

 

5. Mount Tapyas

Butuh menapaki 724 anak tangga untuk sampai ke puncak mt. Tapyas, titik tertinggi kedua di kota Coron, Palawan. Dari sini terlihat penatapan 360 derajat pulau Busungua. Cakep banget liat sunset dari sini!

Tujuh ratus dua puluh empat anak tangga berhasil membuat saya banjir keringat. Lihat saja foto di atas.

after sunset
Mt tapyas dari hotel kami

6. Malcapuya Island

Malcapuya ini pantai pasir putihnya lumayan panjang. Pantulan pasir putihnya betulan bikin saya harus memakai kacamata hitam.

Saking panasnya, saya tak bisa berlama-lama di pantai karena masih siang terik. Pandangan mata langsung melaju ke mamang-mamang penjual es halo-halo – es campur khas filipina yang kalau saya hitung, bisa punya 17 buah items di dalamnya.

Mulai dari kolang-kaling, berbagai jenis kacang, coklat, nangka, mangga, agar-agar, dan benda lainnya yang sudah saya pastikan rasanya manis.

dari atas bukit di malcapuya
chillin’

 

7. Banana Island

Pulau ini jauh lebih sepi daripada pulau Malcapuya. Pasir putihnya lebih luas tak lebih panjang, tapi lebih luas. Jadi bisa dibuat untuk lapangan voli pantai.

Sayangnya di sini tak ada pohon pisang seperti namanya. Tapi pohon kelapa cukup banyak berjajar di sini, sehingga kami bisa memasang hammock dan bersantai bersama angin sepoi.

Tak ada yang saya lakukan di sini kecuali makan dan tiduran di hammock. Duh~

banana island
bersantai di hammock

8. Bulog Island

Mungkin perairan sekitar pulau ini adalah air paling jernih dan berwarna biru paling toska yang saya temui di Coron.

Pulau ini perhentian terkahir kami. Kalau air sedang surut, bakal ada pasir timbul (sandbar) yang menghubungkan ini dengan pulau sebelahnya.

berfoto bersama para fans. *ditimpuk kelapa

Nah, liburan saya di Coron bisa kamu nonton juga di youtube yah. Jangan sampai ngiler melihat beningnya air laut di sana hihi!

Bagaimana cara menuju ke Coron?

Dari Jakarta kamu bisa naik Cebu Pacific Air untuk menuju Manila, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan dari Manila ke Busungua (Coron). Untuk video review penerbangannya bisa kamu tonton di bawah ini ya!

Kalau kamu jalan-jalan ke Coron, jangan lupa mention saya di instagram @wiranurmansyah ya!

~

2 COMMENTS

  1. keren Nech mas wira tempatnya, bisa dijadikan referensi niech ? sayangnya klo dari Manila harus terbang lagi satujam ya agar bisa sampai coron hehehe :)

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')