• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Beyond Indonesia / South East Asia / Ada apa di Travel Blogger Exchange (TBEX) Asia 2015?

Oct 30 2015

Ada apa di Travel Blogger Exchange (TBEX) Asia 2015?

TBEX Asia 2015 di Quenn Sirikit Convention Center, Bangkok.
TBEX Asia 2015 di Quenn Sirikit Convention Center, Bangkok.

Kalau kamu membaca blog ini, tentunya kamu tahu kalau saya dan beberapa travel blogger mengadakan workshop TravelNBLog. Sebuah workshop tentang bagaimana membuat dan mengoptimalkan travel blog kamu.

Nah, TBEX ini kurang lebih sama, pun sama-sama dua hari, namun dengan skala yang jauh lebih besar.

Kalau peserta TravelNblog hanya 30 travel blogger dari Indonesia, peserta TBEX ada 650 travel blogger dari seluruh dunia!

Sesi workshop TravelNblog hanya satu materi dalam satu waktu. Di TBEX ada ENAM sesi materi dalam satu waktu yang bisa kita pilih. Terkadang pilihannya sangat sulit, andai saya bisa memperbanyak diri seperti kage bunshin no jutsu-nya naruto ya, hehe.

Pemateri TravelnBlog pun cuma remah-remah jasjus seperti saya, sedangkan pemateri di TBEX adalah sekaliber Don George dan Gary Arndt.

Nah lo, mending mana? Jadi malah main mending deh hehe.

Dan sebetulnya, inilah workshop dan konferensi tentang travel blogging pertama yang saya ikuti! Saya sangat excited sekali ketika diundang oleh Tourism Thailand untuk hadir di acara ini.

Dan yang paling penting adalah : Makanannya enak banget I’ve learned a LOT!

Anton diaz
Keynote session pertama dibuka oleh Anton Diaz, blogger dari Filipina.

Well, karena harus memilih kelas yang harus dimasuki, saya dan duo indohoy — rekan saya di TravelnBlog yang juga ikutan TBEX — beberapa kali berpencar untuk mengikuti kelas yang berbeda. Supaya nanti bisa sharing. Saya akui ada beberapa kelas yang sangat membantu, ada juga terlalu basic, hingga yang sangat membosankan sehingga membuat saya keluar dan pindah ke kelas sebelah.

Saya hadir di beberapa sesi tentang membuat bisnis dari travel blog, SEO, travel portrait, hingga nyasar ke cara buat bagaimana seharusnya brand/tourism board membuat media trip untuk blogger. Saya akan (berusaha) menuliskan postingan blog tentang sesi yang saya datangi nanti. Semoga sempat hehe.

Untuk kelas yang paling berkesan bagi saya adalah dari Lola Akimande, fotografer dari National Geographic yang mengajarkan tentang bagaimana membuat travel portrait yang sangat menggugah!

Travel Blogger dari penjuru dunia.

travel blogger indonesia
Blogger dari Jepang, Blogger syariah dari Indonesia, dan Blogger dari Italia.

Ngapain aja sih mereka? FYI, untuk masuk conference ini, kita harus membayar sekitar seratus dollar. Bukan nominal yang kecil kan ya?

Beberapa blogger yang saya temui kebanyakan adalah sudah membangun bisnis dari blog-nya. Bahkan di materi SEO, pembicaranya mengatakan ia sudah mendapatkan sekitar $250 per hari (iye, PER HARI) dari blog-nya. Mangap gue.

Dan di TBEX ini, selain mendapatkan materi dari para expert, banyak brand ataupun tourism board yang juga yang hadir di acara ini. Tapi saya tidak melihat booth/perwakilan dari Kemenpar Indonesia di conference ini, sayang sekali.

Ada sesi speed networking dimana kita bisa langsung membuat janji dengan brand tertentu dan mengenalkan blog kita ke mereka. Siapa tahu ada hal yang bisa dikolaborasikan bareng, kan?

It’s real business for them.

Bertemu mereka, orang-orang yang sangat passionate di travel blogging membuat saya terasa ter-recharge untuk terus menulis di blog saya belum ada apa-apanya ini.

What’s next?

Setelah TBEX selesai, para blogger yang sudah mendaftarkan diri mengikuti famtrip dari Tourism Authority Thailand berangkat sesuai itenerary yang dipilihnya. Saya sendiri mendapatkan kesempatan ke Provinsi Rayong dan Chantaburi, sekitar 4 jam perjalanan darat dari Bangkok. Enak kan? Makanya jadi travel blogger hihi!

Apa kamu tertarik membuat travel blog dan bertemu? Sedikit bocoran saja, workshop TravelNBlog selanjutnya akan digelar di Makkasar dan siapa tahu kita bertemu lagi di TBEX 2016 Asia di Filipina!

See you when i see you!

Melepas 'Krathong' sebagai tanda mulainya TBEX Asia 2015.
Melepas ‘Krathong’ sebagai tanda mulainya TBEX Asia 2015.
Direktur TAT akan melepas krathong ke sungai
Direktur TAT akan melepas krathong ke sungai
tbex 2015 asia
Ini kocak :))
tbex 2015 asia
Pembukaan tbex 2015
tbex 2015 asia
Kawan travel blogger baru dari penjuru dunia
Opening party TBEX 2015, bersama Ayumi blogger dari jepang
Opening party TBEX 2015, bersama Ayumi blogger dari jepang
Masakan thailand emang maknyus banget!
Masakan thailand emang maknyus banget!
Sebagian kecil materi TBEX
Sebagian kecil materi TBEX
tbex 2015 asia
Salah satu sesi di TBEX
Kawan saya mba Tika dari Skyscanner
Kawan saya mba Tika dari Skyscanner
Farawell party ditutup dengan kembang api di Asiatique
Farawell party ditutup dengan kembang api di Asiatique

Written by wira · Categorized: South East Asia, Thailand, Thought, Workshop · Tagged: bangkok, tbex, tbex asia, thailand, travel blogger exchange

Reader Interactions

Comments

  1. Kang Alee says

    30 Oct ’15 at 09:23

    Infonya keren banget Mas

    Reply
    • wira says

      30 Oct ’15 at 10:17

      Terima kasih mas semoga membantu :)

      Reply
  2. Fahmi (catperku) says

    30 Oct ’15 at 11:14

    mz kapan-kapan saya di ajak ke TBEX dong~~ ahahah! btw, kalau beneran diseriusin berarti ada kemungkinan kita bisa idup cuma dari nge-blog doang ya? Sekarang sih udah, tapi pengen coba bisa idup dari blog secara independent :D

    Reply
    • wira says

      30 Oct ’15 at 11:21

      Sebagian besar peserta tbex sih sepertinya begitu mz, rata-rata freelance semua dan blog-nya jadi sumber pendapatan utama. Iya, sekarang sih kita udah ya, tapi belum jadi sumber pendapatan yang paling gede haha. Eh gatau sih kalo blogger pemes kayak kamu mz ~

      Reply
      • Fahmi (catperku) says

        30 Oct ’15 at 11:25

        wkwkw, aku kalau nggak nulis buat kantor masih jauh dari kata “survive” :p tapi bisa kok wir, asal penetrasi internet di indonesia makin gede :D itu kan berarti market makin gede pula?

        Reply
        • wira says

          30 Oct ’15 at 11:27

          Aku mikir malah pengen bikin blog satu lagi tapi bahasa inggris….atau yang sekarang ini kita isi inggris juga jadi gado-gado..? Soalnya market worldwide jauh lebih menggiurkan yha mz haha. Menurutmu gimana mz?

        • Fahmi (catperku) says

          30 Oct ’15 at 11:29

          kalau mau bahasa inggris bikin satu lagi, jangan gado-gado, nggak fokus :D aku udah ada tapi ya itu~ waktu belum punya buat manage. Sekarang aku masih optimise market indonesia dulu, blom berani masuk ke persaingan market global. secara bahasa inggrisku masih ala ala juga~

        • wira says

          30 Oct ’15 at 11:37

          Sempet mikir pake plugin wordpress multi lingual biar gak perlu pake dua site hahaha. Tapi yha emang harus niat banget nulisnya :))))

        • Fahmi (catperku) says

          30 Oct ’15 at 11:39

          aku pernah pe wir, multilingual plugin. tapi bikin berantakan tulisan lama. Nah, makanya aku bikin dua :D

  3. Chocky Sihombing says

    30 Oct ’15 at 13:00

    Woh… keren banget dan mantep yah acaranya kak.. kapan ya bisa bener-bener hidup dari blog!??? hehehe…

    harusnya acara beginian kementrian pariwisata bisa ikutan yah, sayang banget :(

    Reply
    • wira says

      30 Oct ’15 at 13:16

      Iyaak sayang banget. Dan gue disamperin sama ‘kemenpar’ nya filipina dong disangka blogger dari sana. Mirip sih yaa :))

      Reply
  4. imamalavi says

    30 Oct ’15 at 17:01

    acara kayak gini serunya bisa nambah relasi dan network berjejaring yaa mas biar makin go international blognya mas wira biar ala-ala agnezmo haha

    Reply
    • wira says

      30 Oct ’15 at 17:31

      Hahaha iya bener banget, ini aja kartu nama hasil kenalan pas acara itu hampir ada seratus lebih :))

      Reply
  5. Yudi says

    7 Nov ’15 at 02:23

    dooooh kayaknya klo yudi ke thailand kudu pake kaca mata kuda ya bang? suka salah fokus sih hahaha.. blogger italia ehem ehem ya :D

    Reply
  6. Makmur Dimila says

    16 Nov ’15 at 16:40

    Bagaimana ya travel blogger Inodnesia lainnya bisa “hidup” hanya dengan jalan2 dan ngeblog? Nice sharing Mas. Thanks. :D

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • Traveling Pasca Pandemi. Bagaimana Kita Berwisata Setelah ini?
  • Selain Boba, Inilah 5 Hal yang Bisa Kamu Nikmati di Taiwan!
  • Agar Tetap Sehat Dan Imun Kuat, Lakukan 7 Hal Mudah Ini!
  • Jalan-Jalan Hemat dengan Program Volunteer
  • Tiket Pesawat Murah Awal Tahun : Cathay Pacific Travel Fair Februari 2020!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...