• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Beyond Indonesia / South East Asia / Agrowisata di Phetchaburi, Thailand

Dec 24 2016

Agrowisata di Phetchaburi, Thailand

Perjalanan saya ke Thailand kali ini sedikit berbeda. Saya tak hanya menikmati riuh Khao San Road di malam hari, tak hanya menikmati kuil-kuil megah di pinggir sungai chao praya, dan tak hanya menikmati segarnya sup udang tom yum yang memanjakan lidah.

Kali ini saya bertolak  ke arah barat daya bangkok. Tiga jam mengendari mobil melewati jalan tol yang cukup panjang. Saya menuju provinsi Phechatburi untuk melihat bagaimana para petani di Thailand mewujudkan semangat swasembada pangan yang digagas oleh Raja Bhumibol — raja yang sangat disayangi oleh bangsa Thailand, dan baru saja berpulang ke Yang Maha Kuasa pada Oktober 2016 lalu. Saat saya berada di Thailand saat itu, sebagian besar warga masih memakai baju berwarna gelap dan pita hitam sebagai tanda berkabung.

Lokasi Phetchaburi dekat kota Hua Hin, berseberangan langsung dengan Pattaya. Namun tempat ini sangat kontras, jauh dari kehidupan malam dan lebih family-friendly. Nah, inilah tiga tempat yang sempat saya kunjungi bersama kawan-kawan dari Tourism Authority of Thailand.

1.  Hoob Krapong Learning Centre

hoob krapong learning center
hoob krapong learning center

Masuk ke kawasan ini, saya langsung disuguhi teh bunga rosella dingin dan menyegarkan. Pas sekali untuk cuaca Thailand yang menyengat ubun-ubun. Teh ini adalah salah satu hasil perkebunan di areal ini yang ditanam dengan cara yang organik.

Desa Hoop Krapong di sub district Khao Yai adalah salah satu desa percontohan di Thailand yang menjadi pusat pembelajaran para petani. Ada semacam museum yang menceritakan tentang bagaimana masyarakat secara kooperatif membina lahan disini. Ada juga beberapa lahan-lahan percontohan yang dijadikan learning center seperti Asparagus, Sapi perah, sayuran organik, rumput, hingga pusat pembelajaran tentang peralatan pertanian.

Rasanya seperti sedang bermain harvest moon di dunia nyata.

Bunga Rosela yang bisa menyembuhkan panas dalam
Baru kali ini lihat asparagus di tanah
Berkeliling kebun Asparagus
Semacam tempat pertemuan warga

Selain tanaman yang bisa dikonsumsi, di hoop krapong kita juga bisa menemukan banyak tanaman Agave yang dibudidayakan. Disini, agave diolah jadi kerajinan topi yang sangat cantik! Saya membeli topi-topi ini harganya hanya sekitar 100-150 baht. Kalau sudah sampai di mall seperti Platinum, saya melihat sendiri harganya sudah 500 baht! Hehe.

Topi-topinya sangat instagram-able, coba saja lihat fotonya di bawah ini.

Menjahit topi yang terbuat dari agave
Toko souvenir kerajinan warga

 

2. Chang Hua Man Royal Project

Berbeda dengan Hoob Krapong yang agak sepi, Chang Hua Man ini adalah salah satu atraksi yang cukup ramai. Saat saya sampai, banyak sekali bus-bus yang membawa orang (terutama anak-anak) untuk berwisata. Lahan yang berukuran sekitar 40 hektar ini diinisiasi oleh Raja Bhumibol Adulyadej untuk menjadi pusat pembelajaran pertanian tanpa bahan-bahan kimia yang tak diperlukan. Belakangan saya tahun bahwa sang raja memang punya gaya hidup yang sangat sehat, jadi dia sangat menggalakan petani Thailand untuk bertanam secara organik.

Chang Hua Man Royal project
Dam di Chang Hua Man

Tak hanya jadi pusat pembelajaran para petani, Chang hua man juga jadi salah satu atraksi agrowisata yang paling sering dikunjungi di Phetchaburi. Orang-orang datang kesini untuk menikmati suasana pedesaan yang masih sangat kental. Kebun yang luas, kandang sapi yang bersih, dan listrik dengan kincir angin mungkin jadi pengobat lelah orang-orang yang setiap hari bekerja di Bangkok.

Chang Hua Man Royal project
Golden Place Supermarket

Golden Place ini adalah tempat berbelanja khusus produk-produk hasil petani lokal yang ditanam dengan cara organik. Produknya kebanyakan tanpa menggunakan bahan pengawet. Makanan yang dijual pun tanpa menggunakan MSG. Healthy life banget kann? Golden Place langsung dikelola oleh pemerintah Thailand dan tentu saja ini adalah keinginan sang Raja.

Chang Hua Man Royal project
Terong?

Ada tour yang bisa kita ikuti menggunakan mobil yang terbuka jendelanya. Namun saran saya, setelah tour menggunakan mobil, cobalah berjalan kaki untuk menikmati suasana pertanian di pedesaan yang sangat rapih ini. Atau kalau kamu tertarik dan waktunya sedang pas, kamu juga bisa ikut ke kebun dan ikut memanen! Pantas saja banyak anak-anak disini, pasti mereka senang sekali bisa bermain-main.

Nanti kalau punya anak bawa ke sini ahh ~

Chang Hua Man Royal project
Berjalan kaki menikmati Chang Hua Man. Dibalik Pagar putih adalah kandang sapi.
Chang Hua Man Royal project
Foto wajib dulu

3. Perkebunan Kelapa Aren di Ban Thamrong 

ban thamrong palm sugar
Moto apa neng?

Daerah ini adalah penghasil gula aren yang terkenal di Thailand. Deratan kebun kelapa seluas 1.6 hektar ini tertata rapi memanjakan visual. Adalah Thanom Phu-ngern, seorang pria yang memulai perkebunan ini. Dulu ia dianggap remeh oleh kawan-kawannya karena pohon kelapa aren membutuhkan waktu hampir 20 tahun untuk baru bisa mulai dipanen buahnya.

Thanom hanya mengeyam pendidikan sekolah dasar, namun saat ini dia adalah ahli di bidang penanaman kelapa aren. Ia ingin masyarakat di sekitarnya bisa hidup dari pohon-pohonnya ini.

Di perkebunan ini juga ada tour yang bisa kita ikuti untuk melihat perkebunan dan juga produk-produk yang dihasilkan dari kelapa aren.

ban thamrong palm sugar
.
ban thamrong palm sugar
Mamang panjat pohon kelapa
ban thamrong palm sugar
Dia memanjat cepat sekali
Kelapa aren yang sudah siap diolah
Salah satu panganan dari kelapa aren
Mr. Thanom Phu-ngern, pioner penanaman pohon kelapa aren di area ini.
Contoh proses pengambilan gula dari kelapa aren. Tentunya aslinya ini di atas pohon.
ban thamrong palm sugar
Haee..
ban thamrong palm sugar
Ini bis untuk tour-nya
ban thamrong palm sugar
Membuat kerajinan dari daun kelapa aren

Kalau kamu berencana ke Hua Hin (karena kota ini lebih populer), tak ada salahnya untuk mampir ke Phetchaburi untuk melihat dan merasakan bagaimana kehidupan petani di pedesaan thailand. Tempat ini juga cocok untuk para mahasiswa pertanian yang ingin memperdalam ilmunya. Atau bisa juga untuk mengajak anak-anak bermain di kebun-kebun indah di pedesaan Phetchaburi. Sepanjang perjalanan, saya melihat banyak sekali yang dilakukan raja untuk orang-orangnya, terutama para petani. Mungkin bangsa Indonesia perlu belajar mengelola pertanian dengan baik agar tak perlu impor beras lagi, ya? :)

Silakan simak video bagian pertama dibawah!

[embedyt] http://www.youtube.com/watch?v=TSrZjHErhPs[/embedyt]

Terima kasih!

Written by wira · Categorized: South East Asia, Thailand, Travel Story · Tagged: chang hua man, hoob krapong, hua hin, phetchaburi, thailand

Reader Interactions

Comments

  1. raunround says

    26 Dec ’16 at 01:51

    kalo sampe sebesar itu perhatiannya, enggak salah ya kalau Thailand jadi importir beras terbear di dunia.

    Reply
    • wira says

      26 Dec ’16 at 08:09

      mungkin eksportir kali ya?

      Reply
      • raunround says

        26 Dec ’16 at 08:19

        Ah iya kebalik. Maksudnya eksportir.

        Reply
  2. rahmat says

    29 Dec ’16 at 12:02

    Gan… Pake kamera apan ini…? Keren fotonya

    Reply
    • wira says

      29 Dec ’16 at 12:06

      fuji x-t2 gan..

      Reply
  3. Slime says

    4 Jan ’17 at 05:12

    Wew, baru tau kalau suasana pertanian dan perkebunan di Tahiland menarik dan tumbuh secara rapi. Asyik banget buat dijadikan spot untuk berfoto ria. Hihihi. Saya penasarannya sama suasana di Chang Hua Man, kak. :D

    Reply
  4. Lentera says

    4 Jan ’17 at 15:05

    Keren banget agan ini :’)

    Reply
  5. iga says

    8 Jan ’17 at 20:41

    wah keren om hasilnya fotonya ditambah wisata di thailand banyak yang indah. kira-kira dana butuh dana besar ga ya untuk traveling ke thailand.

    Reply
  6. surat says

    18 Jan ’17 at 14:32

    keren keren euy fotonya, apalagi yang dibalik pagar putih adalah kandang sapi itu tuh. mempesona haha

    Reply
  7. Yosi On says

    17 Feb ’17 at 09:21

    makanan yg dari aren itu apa mas ?

    Reply
  8. modelina says

    17 Feb ’17 at 14:05

    Wah kayanya seru banget gan, jadi pengen k sana

    Reply
  9. Babang Travengler says

    23 Feb ’17 at 08:39

    mas itu temannya bening-bening semua 🙈

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...