• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Tips / Photo Tips / HDR Tutorial : Sunrise Malimbu

Oct 15 2012

HDR Tutorial : Sunrise Malimbu

Hari masih gelap ketika saya memacu sepeda motor dari area Senggigi terus ke arah utara. Jalan meliuk-meliuk di pinggir tebing pantai saya lewati terus untuk menuju bukit Malimbu. Sore yang lalu saya sudah kesana, tapi agak kecewa karena mentari tak nampak. Hanya menemukan beberapa monyet yang mencoba mencuri makanan.

Pagi itu saya mencoba peruntungan kembali. Saya sudah mencium bau-bau sunrise yang kece semenjak semalam. Dan, tepat sekali, semburat merah di balik bukit sana memang saya harus bilang wow! Tapi, ah, kok si filter Gradual ND saya gak ada di tas? Ternyata si filter tertinggal di kamar penginapan saya saat packing semalam. Saatnya rencana kedua, HDR!

This is what you need to do :

1. Pasang Tripod

Menurut saya, foto HDR wajib pake tripod. Bahkan, saya selalu pakai tripod untuk foto landscape apapun, jika memungkinkan. Karena selain untuk menstabilkan, tripod membuat kita jadi lebih rileks untuk berpikir.

Saya waktu itu hanya membawa gorilapod, dan saya pasang di pembatas jalan itu.

2. Cari nilai exposure ‘tengah-tengah’

Inti dari HDR adalah mendapatkan sebesar mungkin dynamic range. Maka, sebagai titik awal, cari exposure yang highlight-dapet shadow-dapet. Gak ada hitungannya, kira-kira saja.

Ini titik awal saya. 1/40 sec f/5.6

3. Dari situ, ambil ± 1 EV

Artinya, ambil satu foto lagi untuk angkat detail shadow. Dan satu foto lagi untuk highlight.

Ini bukan aturan mutlak. Bisa saja kita tidak hanya ambil 3 foto, bisa 4, 5 dan seterusnya, boleh juga dengan jarak 1/2, 1/3 atau 1/4 EV. Sesuaikan dengan kebutuhan range cahaya saat itu.

Rule of thumb-nya adalah ambil 3 foto dengan jarak 1 EV. Gunakan fitur exposure bracketing di kamera agar lebih praktis.

Expose untuk shadow. 1/15sec, f/5.6
Expose untuk highlight (langit) 1/60 f/5.6

4. Ubah ke TIFF 16 bit

Saatnya mulai ke proses editing. Langkah ini optional sebetulnya. Dari hasil percobaan saya, menggabungkan foto HDR dengan format raw ataupun jpeg , ternyata meninggalkan sedikit ‘artefak’. Untuk itu cobalah format lossless seperti TIFF untuk hasil yang lebih baik. Bisa gunakan photoshop atau program sejenisnya.

5. Tone Mapping

Ini proses penggabungan foto-foto dengan 3 EV yang berbeda tadi. Saya menggunakan software Photomatix. Banyak preset yang bisa digunakan, tapi cobalah untuk mengatur slider-slider yang ada sendiri.

Disini, saya mencoba untuk menggabungkan foto senatural mungkin. Karena banyak sekali foto-foto HDR yang warnanya seperti film harry potter. Terlalu terang dan seperti kartun, tidak terlihat seperti foto.

Untuk itu, slider yang paling penting adalah slider smoothness. Atur jangan sampai terlalu berlebihan. Ini screenshot saat foto saya gabungkan. Buka gambar di new tab untuk memperbesar.

6. Taadaa!

Setelah di touch up kembali, foto HDR siap dinikmati!

Hasil akhir HDR sunrise malimbu

Buat yang mau coba-coba, silakan di download ketiga file raw ini [download]. Untuk software photomatix bisa download trial-nya di website hdrsoft.

Selamat mencoba!

Written by wira · Categorized: Photo Tips, Tips · Tagged: HDR, lombok, malimbu, sunrise, tips landscape, tutorial

Reader Interactions

Comments

  1. gembel backpacker says

    17 Oct ’12 at 16:40

    kereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen !!!

    Reply
  2. ery says

    26 Oct ’12 at 18:21

    mantap mas..
    wah ada adis juga…

    Reply
  3. fauzi ananta says

    4 Jul ’15 at 09:44

    Mas, lebih baik make filter GND apa ND ya?
    makasih.

    Reply
    • wira says

      5 Jul ’15 at 10:20

      itu filter yang berbeda.

      Reply
  4. Innas says

    1 Sep ’16 at 21:59

    Kalo aku g suka ngedit d ps dan sejenisnya. Solusinya gimana ?

    Reply

Trackbacks

  1. BenQ GH800 review : Kamera Superzoom Super! « Wira Nurmansyah says:
    16 Jul ’13 at 07:14

    […] Begitupun sebaliknya. Maka, mode HDR ini pun menjadi penyelamat. Saya juga menulis tutorial saat membuat foto HDR secara manual, namun memang agak […]

    Reply
  2. 8 Tips Menjadi Traveler Pemula Yang Baik dan Benar — Wira Nurmansyah says:
    4 Jun ’15 at 06:50

    […] foto pakai format RAW atau teknik HDR agar bisa memotret dalam dan luar ruangan […]

    Reply
  3. Artikel Fotografi | Chipipax Makassar says:
    22 May ’16 at 10:59

    […] ingin menambah kemampuan dibidang fotografi beberapa tips yg bermanfaat buat rekan, HDR Tutorial WIRA NURMANSYAH  salah satu samplenya […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...