• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Beyond Indonesia / Touchdown Eropa : Amsterdam!

Apr 24 2017

Touchdown Eropa : Amsterdam!

Sepeda Amsterdam
Awas Sepeda

Hal yang pertama kali terlihat ketika saya pertama kali singgah di Amsterdam adalah : Sepeda. Mereka dimana-mana. Melaju dengan kecepatan tinggi.

Kalau menyebrang, hati-hatilah dengan sepeda ini. Tram dan mobil tak ada yang melaju cepat. Tapi kalau sepeda, mereka sangat cepat dan gerakannya random!

Mungkin tak seburuk sepeda motor di Hanoi maupun Jakarta. Tentu saja, karena sepeda ini bebas polusi dan membuat lemak malu-malu muncul di pinggang.

Di beberapa jalan, jalur sepeda tak berbeda jauh ukurannya dengan jalur mobil yang harus berbagi dengan jalur trem. Tak jarang, terlihat pemandangan para eksekutif muda berjas panjang yang membawa suitcase, makan sandwich di tangan kirinya sambil memacu sepeda dengan kecepatan tinggi. Jangan ditiru, gaes.

IAMSTERDAM take over. Gak bisa foto disini.

Saya bersama Bolang dari Jakarta bertemu dengan kawan kuliah saya Mira yang sedang studi di London. Jauh-jauh datang ke Amsterdam karena mau mengambil kencur dan makanan ringan ber-MSG tinggi yang saya bawa dari Jakarta.

“Buat bikin seblak,” katanya.

Penerbangan 14 jam nonstop dari Jakarta dengan Garuda Indonesia jam 9 malam WIB mendaratkan saya di Amsterdam sekitar jam 11 siang.

Thanks to garuda miles, saya dapat penerbangan ini hampir gratis dengan menukarkan poin. Hampir, karena saya masih bayar tax. But it’s such a good deal!

Depan schipol Airport

Kita langsung menuju area Museumplein tempat tulisan “I amsterdam” yang jadi spot favorit turis buat foto-foto. Namun ramai sekali. Berbeda dengan yang saya temui waktu di airport. Jadi kalau yang mau foto banget di tulisan ini, coba mampir ke bagian depan bandara schipol dulu.

Suprisingly, cuaca lumayan dingin mengingat ini sudah pertengahan april. Berkisar antara 7-10 derajat celcius. Cukup membuat darah tropis saya hampir membeku.

Ruko cakep amat

Saya sangat suka bangunan di Belanda. Rata-rata berbentuk simestris kiri kanan. Materialnya biasanya bata yang berwarna coklat kemerahan. Dan di sisi atasnya cenderung membentuk segitiga dengan berbagai macam bentuk.

Bangunannya biasanya 4-6 lantai. Jarang saya temui yang hanya 1-2 lantai di tengah kota. Bangunan ini berjejr makanya saya menyebutnya seperti “ruko”.

Rumah di pinggir kanal

Amsterdam adalah kota yang berada di bawah permukaan air laut. Mereka bisa bertahan karena “dam” bendungan yang menahan air.

Di tengah kota Amsterdam terdapat banyak kanal-kanal yang sangat nyaman disusuri. Dengan berjalan kaki di pinggirnya ataupun menggunakan tour-tour perahu yang bisa kita ikuti.

Rumah perahu

Selain rumah-rumah di daratan, ada juga rumah yang mengapung di atas sungai. Awalnya saya pikir cuma untuk restoran saja. Tapi setelah saya konfirmasi ke kawan saya yang tinggal di Amsterdam, ternyata itu juga rumah tempat tinggal!

Masjid di Amsterdam

Saya menginap di Dutchies Hostel di sebelah barat Amsterdam. Saya suka hostel ini karena persis di depannya ada supermarket Lidl dan Masjid Badr. Peralatan dapurnya pun lumayan lengkap walaupun dapurnya cukup sempit. Kamarnya cukup luas waktu 3 hari pertama kami disini. Pada hari terakhir saat kami menginap disini lagi (karena tiket PP Jakarta – Amsterdam) diberi ruangan yang berbeda namun ternyata lebih sempit. Recomended buat yang cari hostel murah dan nyaman di Amsterdam.

Sepeda di parkiran sebuah gedung dekat stasiun Sloterdijk

Orang-orang di Amsterdam pun sepengelihatan saya cukup friendly. Dua kali saya dihampiri oleh orang disana waktu saya terlihat bingung mencari arah di stasiun tram. Mereka pun dengan detail dan ramah menjelaskannya dalam bahasa Inggris.

Lingkungan di Amsterdam overall cukup bersih, tak ada sampah yang tidak pada tempatnya kecuali puntung rokok! Apalagi di taman, kalau sepintas mungkin tak terlihat. Tapi kalau diperhatikan, banyak puntung rokok yang tergeletak di tanah.

“sawah” tulip di Lisse

Saya juga sempat pergi ke Keukenhoff garden. Well, lebih tepatnya hanya ke Lisse, tidak masuk ke Keukenhoff Garden-nya. Mengapa? Pertama : trip saya ini betul-betul on budget. Kedua : seorang kawan di hostel tak terlalu menyarakan untuk masuk, karena belum mekar full bunga tulipnya. “Lebih baik lihat kebon punya warga aja di sekitar Keukenhoff,” sarannya.

Saya pun mengiyakan saran tersebut dan betul saja. Kebun yang diluar ini juga sama-sama indah, lebih natural, dan tentunya tak ada turis lainnya kecuali saya dan beberapa orang yang berhenti dari mobil untuk sekedar berfoto.

look at that redddd!!

Oh iya, kalau kamu berencana ke Keukenhoff dan ingin membeli Amsterdam Travel Ticket (semacam day pass public transport), belilah yang Amsterdam & Region Travel Ticket. Jangan yang cuma Amsterdam Travel Ticket saja, karena Lisse sudah di luar kota Amsterdam.

Zaanse Schan

Hari ketiga di Amsterdam, saya mencoba mengunjungi Zaanse Schan. Desa wisata yang masih menyimpan kincir-kincir angin belanda klasik. Tapi sayang waktu saya kesana tempat ini sangat ramai sekali dan terlalu touristy. Kalau sama pacar mungkin asik-asik saja, tapi karena trip ini bareng sama mamang-mamang, ya gimana atuh. #dilemparkamera

Mandatory Photo

Tempat unik lainnya yang saya kunjungi adalah….Red light District. The most organized prostitute place in the world, kalau saya boleh bilang. Tempatnya tidak ‘horor’ seperti yang saya bayangkan. Tak jauh bedanya dengan ruko-ruko di sebelahnya. Membaur bersama museum, toko pastry, hingga cafe-cafe. Tak ada sekat yang berarti. Namun bedanya kalau toko pastry menjual roti-roti di etalase, distrik lampu merah ini etalasenya agak besar dan menampilkan..you know what lah ya.

Saya bahkan menyaksikan seorang pria sedang menawar harga untuk ‘jasa’ ke wanita di dalam ‘etalase’. Pekerja lokalisasi disini terdaftar dan membayar pajak ke pemerintah. Mereka pun harus menjalani test rutin khusus untuk kesehatannya.

Ya, begitulah disana. Silakan menghela nafas masing-masing hehe.

Di sini juga terdapat banyak toko mainan dewasa dan pernak-perniknya. Juga ada beberapa ‘live show’ yang saya tak berani untuk menontonnya. Takut khilaf, gak punya budget untuk nganu masalahnya. #eh

Salah satu pojokan kanal, tempat asik buat ngopi. Sayang, lagi dingin.

Saya diundang Jelte, seorang kawan saya asal Amsterdam yang saya kenal waktu trip di Pulau Komodo untuk makan malam dirumahnya. Rejeki blogger soleh. Saya dihidangkan sepiring….saya lupa namanya, tapi ini adalah masakan khas belanda. Makanannya berupa sosis besar yang juicy dan bola daging renyah ditambah kentang yang di mashed bersama sayuran. (Hey Jelte if you read this plis mention the food name in the comment haha!)

Magaere Brug (Skinny Bridge)

Malam itu saya berjalan bersama-sama di sekitar Amsterdam timur. Melewati kanal-kanal dan jembatan bernama Magaere Brug. Atau nama englishnya Skinny bridge. Kalau kamu pernah ke Pelabuhan Sunda Kelapa, jembatan yang serupa masih bertengger disana. Oleh-oleh dari Belanda zaman dahulu.

Trip of Wonders Amsterdam Reunion!

Thanks for reading!

Pssssst…Jangan lupa nonton vlognya dibawah ini ya!

[embedyt] http://www.youtube.com/watch?v=hWvk–mpSz8[/embedyt]

—

Written by wira · Categorized: Beyond Indonesia, Europe, Travel Story, Travel Video · Tagged: amsterdam, amsterdam tour, backpacking eropa, belanda, visa schengen

Reader Interactions

Comments

  1. Jubah says

    25 Apr ’17 at 06:25

    Kewreeeen! Selalu pengen jalan-jalan ke Belanda. :”)

    Reply
    • Limousin says

      24 Jan ’18 at 22:27

      Mantaf eui, fotonya keren-keren

      Reply
  2. frankysimarmata says

    25 Apr ’17 at 10:37

    Jalan2 terus neh si akang. Gimana caranya itu kang? Sahre dunk…

    Reply
  3. jeltehomminga says

    25 Apr ’17 at 14:42

    Assssiiiiik! Great post Wira. Thanks for your visit. The dish I prepared is the most authentic dinner dish for Dutch people. It’s called boerenkool. The juicy sausage is named rookworst (smoked sausage). The dish is normally only for in the winter.

    Also great to see the nice pictures you took and off course the vlog! Smart move to check the flowers just outside the keukenhof. From what I heard the Keukenhof is really too crowded now.

    Hopefully we meet again in the future in Indonesia!

    Reply
    • wira says

      25 Apr ’17 at 19:17

      Ahahaha thanks for the reminder. Actually i record the video when you said the name of the food. But i messed up the audio when i was i your house. The video has so many noise! Yes let’s do a reunion again in Indonesia! :D

      Reply
  4. yosef krisnadi says

    25 Apr ’17 at 18:29

    asik ya mas bisa jelong-jelong ke negeri Londo…..ternyata disana banyak sepeda onthel ya

    Reply
  5. asambackpacker01 says

    25 Apr ’17 at 20:02

    Haha. Fokus saya ke orang yang manjat tulisan STER dibelakang mas Wira. Bagus – bagus foto dan reportasenya.

    Reply
  6. jonathanbayu says

    25 Apr ’17 at 22:00

    Jadi, di Amsterdam yang suka ugal-ugalan sepeda ya mas haha tapi ya jauh lebih baik daripada kendaraan bermotor, mudah-mudahan disini juga dibuat jalur sepeda yang banyak yaa…
    Travel vlognya seru abis! Ditunggu part 2 nya mas.

    Reply
  7. Rry Rivano says

    26 Apr ’17 at 17:20

    Sepertinya segar yah disana

    Reply
  8. dhonnies says

    28 Apr ’17 at 20:51

    kebun bunganya asli kereen. kalo di indonesia udah hancur itu. hehe

    Reply
  9. sumbercenel says

    28 Apr ’17 at 21:15

    Keren bang fotonya, kalau boleh tau pakai camera apa ya?

    Reply
  10. Ghea Safferina says

    1 May ’17 at 07:54

    Aaaaah jadi kepengen kesana, ngelihat orang bersepeda dimana-mana itu rasanya lebih enak daripada lihat motor dan mobil yang berlalu lalang..

    Iya bener, kalo di ino bisa jadi bunganya udah pada hancur dibuat berebut selfie :”)

    Reply
  11. niki says

    1 May ’17 at 07:56

    Kami Agen Bola Sedang Mengadakan

    Promo Undian Berhadiah Gadget Kami

    Dengan Handphone yang Menarik

    Hadiah Gadget :
    Pemenang Pertama : Iphone 7+ 128gb
    Pemenang Kedua : Iphone 6s 128gb
    Pemenang Ketiga : Samsung Galaxy J2

    Prime
    Silakan hubungi :

    Pin BBM : 2B756519
    Pin BBM : D89A7807
    telp : +85581332859
    Skype : Cs.Lotus55
    yahoo : Cs.Lotus55

    Ayo Bergabung Sekarang juga di

    lotusbola.com

    Reply
  12. Abesagara says

    1 May ’17 at 19:23

    Kapan ya aku bisa dolan dolan ke eropaa, hiks…

    Reply
  13. Defi Laila Fazr says

    1 May ’17 at 21:42

    PP ke Amsterdam pake Garuda miles? Kena brp point kak? Pas lagi ada promo kah?

    Reply
  14. Langkahjauh says

    2 May ’17 at 22:57

    Luar biasa ya mz. Tapi nggak ada acara lompat tebing gitu ya. Hahahahah

    Reply
  15. Heroe says

    5 May ’17 at 12:07

    Mantab jadi pingin berkunjung…jozz

    Reply
  16. rizkimaul says

    5 May ’17 at 13:58

    wiiih mantep ya di Belanda, unik banget ada rumah yang di sungai. Ohiya mas, btw rumah yang di sungai itu menetap atau bisa pindah2 ya?
    kreatif banget sampe kepirikan buat bikin rumah kaya gitu hahaha

    Reply
  17. rizkimaul says

    5 May ’17 at 14:08

    wiiih keren ya di Belanda, negara yang unik. Ohiya mas, btw rumah yang di sungai itu rumahnya bisa pindah-pindah atau cuma disitu?

    kreatif banget ya orang-orangnya sampe kepikiran buat rumah di sungai hahaha, keren keren

    Reply
  18. Maria Anastasia Wardani says

    7 May ’17 at 22:09

    Seru banget! Belanda jadi negara yang wajib dikunjungi nih jadinya!

    Reply
  19. avartara says

    2 May ’19 at 10:37

    Seru dan asik,.. nice share mas

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Harmoni dari Tengger
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...