Setelah melihat beberapa tempat wisata di Nagoya, saya mencoba menuliskan tempat-tempat makan di Nagoya yang sekiranya aman untuk dikonsumi muslim.

Oh iya jangan lupa mampir ke youtube channel saya yaaah, buat lihat video-video dari nagoya dan beberapa belahan dunia lainnya!

Enjoy!

1. Taiwan Ramen di Misen

Taiwan Ramen dengan kuah merahnya

Walaupun namanya taiwan ramen, tapi ramen ini asli khas Nagoya kok! Misen adalah salah satu restoran lokal yang menyediakan pilihan Taiwan Ramen di menunya.

Memang ramen ini agak bergaya chinnese. Ayamnya dibuat dengan potongan kecil-kecil dan sudah bergabung dengan kuahnya yang berminyak dan super pedas. Ramen yang standar biasanya potongan proteinnya dibuat besar sebagai topping terpisah.

Sebelum kepedesan

Ramennya memang terkenal pedas. Pedasnya ini betul-betul pedas sampai saya orang Indonesia mengakui ini memang pedas! Karena biasanya level pedas di Jepang kalau menurut orang kita ya normal-normal saja. Rasa gurih yang bercampur pedas berminyak mengigatkan saya pada lamian khas tiongkok.

Restoran Misen ada beberapa cabang. Pastikan kamu datang di cabang dengan alamat di bawah ini untuk yang halal certified! Oh iya, jangan lupa juga pesan nasi goreng dan tumis pakcoy-nya. Sedappp gilaaa!

[Alamat] 1-6-8 Kyomei, Nagoya Chikusa-ku, Aichi 464-0004
[URL] http://www.misen.ne.jp/

Pedasnya ramen ini bikin garuk-garuk
Restoran Misen ini bersertifikasi halal dari Carees
Ini tampak depan restoran Misen

2. Miso Nikomi Udon di Ookute Yamamotoya

Miso Nikomi Udon di Nagoya

Udon adalah mie khas jepang yang punya kepadatan dan diameter yang relatif besar dibandingkan mie ramen/soba. Udon biasanya menggunakan kuah bening yang diambil dibuat dari dashi.

Dashi adalah bahan dasar untuk sup-sup jepang yang terdiri dari rumput laut kering dan katsuobushi (ikan bonito, satu keluarga dengan tuna dan makarel).

Nah uniknya di nagoya, prefektur aichi pada umumnya, si udon menggunakan miso sebagai kuahnya. Miso sendiri adalah hasil fermentasi kacang, beras, dan garam. Sup miso banyak ditemui sebagai kuah-kuahan di banyak masakan jepang.

Dari hotpot dipindahkan di tutupnya biar gak terlalu panas

Miso Udon di Yamamotoya ini menggunakan hotpot. Jadi mie akan terus hangat. Saya bahkan butuh memindahkan sebagian mie ke tutup hot pot agar suhunya berkurang.

Menu yang bagian muslim-friendly
Restorannya tidak halal certified tapi menyediakan menu halal

Di Okazaki City dekat Nagoya, ada sebuah pabrik miso bernama Kakukyu Hacho Miso yang masih mempertahankan cara pembuatannya sejak 300 tahun yang lalu. Miso yang diproduksi bernama Haccho Miso. Kalau miso biasa warnanya cokelat, Haccho miso hampir berwarna hitam seperti rawon.

Haccho miso hanya menggunakan kacang kedelai dan garam saat proses fermentasi, tidak menggunakan beras seperti miso pada umumnya. Dan lamanya proses fermentasi haccho miso ini adalah….2 tahun! Ya, 2 tahun di dalam tong-tong raksasa ini. Dan tentunya, hachho miso ini tidak menggunakan zat kimia tambahan dalam prosesnya. Semuanya natural.

Di pabriknya juga ada tour tentang miso

[Alamat] 5-chōme-9-2 Ōkutechō, Chikusa-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken 464-0854
[URL]
http://a-yamamotoya.co.jp/

3. Kepiting raksasa di Sapporo kani Honke

Kalau bicara masalah makanan laut, Jepang mungkin adalah negara penkonsumsi seafood terbesar di dunia. Makanya varietas menu santapan laut sangat banyak di Jepang. Mulai dari yang sashimi hingga kepiting raksasa asal Sapporo ini.

Tak perlu jauh-jauh pindah ke pulau Hokkaido buat menikmati kepiting ini. Datang saja ke restoran Sapporo Kani Honke di Nagoya. Kamu juga bisa berfoto dengan kepitingnya jika berani. Berat kepitingnya bisa mencapai 5 kg!

Menu olahannya bermacam-macam. Saya memesan semangkuk nasi kepiting, beberapa potong capit kepiting yang sudah dikupas setengah, dan beberapa seafood seperti kerang.

[Alamat] 3-chōme-8-28 Sakae, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi-ken 460-0008
[URL] https://www.kani-honke.co.jp/location_sakae.html

4. Kamagee Udon di Kamahalu

Kamagee Udon ini agak unik. Kalau udon biasa disajikan dimangkuk dan topping diletakan di atasnya, ia disajikan di sebuah hotpot yang terbuat dari kayu. Toppingnya yang berupa tempura udang dan sayuran dipisah. Ini harusnya di shared buat dua orang sih, tapi ya karena lapar.

[Alamat] 6-9 Nakaokazakichō, Okazaki-shi, Aichi-ken 444-0921
[URL] http://www.kamahalu.co.jp/

5. Bulan Bali Restaurant

Adik waitress bulan bali yang bisa bahasa Indonesia!

Buat yang kangen masakan Indonesia, bisa mampir ke restoran Indonesia bertema bali di Sakae, tengah kota Nagoya. As Indonesian, i approved the taste! Bumbunya tetap berani khas Indonesia, tidak dikurang-kurangi untuk menyesuaikan dengan lidah lokal jepang.

[Alamat] 2 Chome-21-11 Higashisakura, Naka Ward, Nagoya, Aichi 460-0005, Japan.

1 COMMENT

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')