
Dari awal Camp David, pos pertama papandayan, kami disambut kepulan asap berbau belerang dan trek berbatu. Sesekali penambang belerang lewat dengan motor bebek yang disulap menjadi motorcross membuat kami iri, berharap diberi tumpangan sampai ke puncak.
Gunung Api di garut ini sudah terkenal dengan padang bunga abadinya yang memanjakan mata. Dengan jalur yang tak terlalu sulit dan relatif pendek ( 2 jam sampai ke pondok saladah, 1 jam lagi untuk sampai tegal alun ), Papandayan selalu direkomendasikan untuk orang yang pertama kali naik gunung.
Namun, saya melihat gunung setinggi 2665 meter ini sudah menjadi sebuah bumi perkemahan. Sudah ada toilet, mushola, dan air yang terus mengalir di pondok Saladah. Terlihat antrian para perempuan dominan di toilet tersebut, sementara kaum adam lebih memilih di balik semak-semak — tentu tanpa antrian.
Pondok saladah sangat ramai pada akhir pekan. Bahkan, beberapa orang sedang bernyayi dengan gitar yang dibawanya. Saya sih, mending bawa beras daripada bawa gitar.
Beruntung, area Tegal Alun, terlihat sangat bersih. Tak ada tisu-tisu basah nakal bercorak kuning yang terlihat. Karena di area padang edeilweiss sejauh mata memandang ini memang banyak sekali babi hutan, pun anginnya yang sangat kencang. Maka dari itu pengelola melarang untuk mendirikan tenda disini.
Anyway, saya sudah jatuh cinta dengan bunga-bunga abadi di Papandayan, dan akan selalu kembali kesini lagi. Saya msih ingin mengambil milky way dari hutan mati. Itu pasti kece abis.
Would you like to go with me? :)




















Aku baru turun dari Gunung Gede minggu malem kemarin. Kayaknya keracunan langsung nih pas ada temen yang ngajak ke Papandayan bulan November nanti. Apalagi lihat foto-foto ini. Maacih mz ;)
wah hati-hati mz racun dunia bahaya…
Ah Wira nih, fotonya kece ceritanya asik!
Aihhh makasih kak mumun kecehhhh *malu*
menunggu share-sharean profpict =))
Ck Ck Ck…
tisu-tisu basah nakal bercorak kuning yang terlihat. HAHAHAHAHA dem
HAHAHAHAHAAHA….
Beberapa kali nyoba motret milkyway disitu selalu gagal. Keburu kedinginan, ga kebayang kalau harus jalan k hutan mati dulu. :D
iya nih kemaren udah tepar duluan mau kesana haha
aaakk, Wira. keren banget pemandangannya.
jadi pengen ke sana pake banget, tapi nggak hari kerjaa..
maksudnya gak hari libuur….
Cuti dong kak hahaha, resign juga bolehhhh :lol:
Milky waynya racun banget buat kesana! >_<
Selalu suka sama foto2 kak Wira, keren selalu!
itu maksud dari tisu tisu nakal apa ya…
tapi pemandangannya keren banget kak
ehm, itu tisu-tisu yang dipakai buat bersih-bersih kalau abis buang hajat haha. Kadang suka dibuang sembarang sama pendaki. Banyak malah.
Hajat yang mana ini bro? hahaha…
kapan” kalau kepapadayan lagi boleh dong ikut. sekaliah hunting milky way bareng hehehe
Yes ada porter, yukk! :))
Bisa tuh ajak bareng kita ke papandayan
wih mantaf gan foto fotonya ^_^
Gimana ya kak buat masuk ke daerah tegal panjang