• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Hiking & Trekking / Papandayan Hore-Hore

Sep 16 2014

Papandayan Hore-Hore

Good morning from tegal alun!
Good morning from tegal alun!

Dari awal Camp David, pos pertama papandayan, kami disambut kepulan asap berbau belerang dan trek berbatu. Sesekali penambang belerang lewat dengan motor bebek yang disulap menjadi motorcross membuat kami iri, berharap diberi tumpangan sampai ke puncak.

Gunung Api di garut ini sudah terkenal dengan padang bunga abadinya yang memanjakan mata. Dengan jalur yang tak terlalu sulit dan relatif pendek ( 2 jam sampai ke pondok saladah, 1 jam lagi untuk sampai tegal alun ), Papandayan selalu direkomendasikan untuk orang yang pertama kali naik gunung.

Namun, saya melihat gunung setinggi 2665 meter ini sudah menjadi sebuah bumi perkemahan. Sudah ada toilet, mushola, dan air yang terus mengalir di pondok Saladah. Terlihat antrian para perempuan dominan di toilet tersebut, sementara kaum adam lebih memilih di balik semak-semak — tentu tanpa antrian.

Pondok saladah sangat ramai pada akhir pekan. Bahkan, beberapa orang sedang bernyayi dengan gitar yang dibawanya. Saya sih, mending bawa beras daripada bawa gitar.

Beruntung, area Tegal Alun, terlihat sangat bersih. Tak ada tisu-tisu basah nakal bercorak kuning yang terlihat. Karena di area padang edeilweiss sejauh mata memandang ini memang banyak sekali babi hutan, pun anginnya yang sangat kencang. Maka dari itu pengelola melarang untuk mendirikan tenda disini.

Anyway, saya sudah jatuh cinta dengan bunga-bunga abadi di Papandayan, dan akan selalu kembali kesini lagi. Saya msih ingin mengambil milky way dari hutan mati. Itu pasti kece abis.

Would you like to go with me? :)

Trek awal Papandayan melewati kawah-kawah yang aktif. Sebisa mungkin gunakan masker. Saya sendiri agak pusing jika mencium terlalu banyak belerang.
Trek awal Papandayan melewati kawah-kawah yang aktif. Sebisa mungkin gunakan masker. Saya sendiri agak pusing jika mencium terlalu banyak belerang.
Trek berlanjut dengan melipir ke punggungan di belakang sana.
Trek berlanjut dengan melipir ke punggungan di belakang sana.
Para pendaki yang masih berjalan di bawah.
Para pendaki yang masih berjalan di bawah.
Pos 2 sebelum pondok saladah. Ada pertigaan menuju Tegal Panjang menuju Pangalengan. Namun dilarang dilewati karena jalurnya berbahaya.
Pos 2 sebelum pondok saladah. Ada pertigaan menuju Tegal Panjang menuju Pangalengan. Namun dilarang dilewati karena jalurnya berbahaya.
Camp saya di pondok saladah. Disini angin kencang, jadi lebih baik dirikan tenda di pepohonan.
Camp saya di pondok saladah. Disini angin kencang, jadi lebih baik dirikan tenda di pepohonan.
Pondok saladah sudah seperti bumi perkemahan, ada toilet dan air yang terus mengalir.
Pondok saladah sudah seperti bumi perkemahan, ada toilet dan air yang terus mengalir.
Edelweiss everywhere..
Edelweiss everywhere..
Edelweiss everywhere..
Edelweiss everywhere..
Hutan mati dekat pondok saladah.
Hutan mati dekat pondok saladah.
Pondok saladah sore hari
Pondok saladah sore hari
Malam hari di Pondok Salada. Super dingin!
Malam hari di Pondok Salada. Super dingin!
Pagi-pagi sekali menuju tegal alun, melewati hutan mati. Next time harus foto milky way dari sini!
Pagi-pagi sekali menuju tegal alun, melewati hutan mati. Next time harus foto milky way dari sini!
Sunrise dari hutan mati.
Sunrise dari hutan mati.
Gunung cikuray terlihat dari tanjakan menuju tegal alun.
Gunung cikuray terlihat dari tanjakan menuju tegal alun.
Good morning from tegal alun!
Good morning from tegal alun!
Tegal alun, surganya edelweiss.
Tegal alun, surganya edelweiss.
A late sunrise, but still amazing.
A late sunrise, but still amazing.
Lokasinya kece buat foto kopel gini *ehem*
Lokasinya kece buat foto kopel gini *ehem*
Lokasi ini cukup bersih karena tak boleh camp disini. Selain karena angin kencang dan babi hutan, mungkin pengelola ingin area ini tetap terjaga dari tisu-tisu nakal.
Lokasi ini cukup bersih karena tak boleh camp disini. Selain karena angin kencang dan babi hutan, mungkin pengelola ingin area ini tetap terjaga dari tisu-tisu nakal.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Yuk jaga agar Papandayan tetap bersih!

Written by wira · Categorized: Hiking & Trekking, Indonesia, Jawa, Travel Story · Tagged: gunung, hiking, mendaki, papandayan, Travel

Reader Interactions

Comments

  1. Adie Riyanto says

    16 Sep ’14 at 15:54

    Aku baru turun dari Gunung Gede minggu malem kemarin. Kayaknya keracunan langsung nih pas ada temen yang ngajak ke Papandayan bulan November nanti. Apalagi lihat foto-foto ini. Maacih mz ;)

    Reply
    • wira says

      17 Sep ’14 at 19:11

      wah hati-hati mz racun dunia bahaya…

      Reply
  2. Murni says

    16 Sep ’14 at 16:05

    Ah Wira nih, fotonya kece ceritanya asik!

    Reply
    • wira says

      18 Sep ’14 at 05:36

      Aihhh makasih kak mumun kecehhhh *malu*

      Reply
  3. mira says

    16 Sep ’14 at 19:24

    menunggu share-sharean profpict =))

    Reply
    • wira says

      18 Sep ’14 at 05:37

      Ck Ck Ck…

      Reply
  4. shufi says

    17 Sep ’14 at 10:28

    tisu-tisu basah nakal bercorak kuning yang terlihat. HAHAHAHAHA dem

    Reply
    • wira says

      18 Sep ’14 at 05:35

      HAHAHAHAHAAHA….

      Reply
  5. bayupribados says

    17 Sep ’14 at 18:17

    Beberapa kali nyoba motret milkyway disitu selalu gagal. Keburu kedinginan, ga kebayang kalau harus jalan k hutan mati dulu. :D

    Reply
    • wira says

      17 Sep ’14 at 19:19

      iya nih kemaren udah tepar duluan mau kesana haha

      Reply
  6. indrijuwono says

    23 Sep ’14 at 12:50

    aaakk, Wira. keren banget pemandangannya.
    jadi pengen ke sana pake banget, tapi nggak hari kerjaa..

    Reply
    • indrijuwono says

      23 Sep ’14 at 12:53

      maksudnya gak hari libuur….

      Reply
      • wira says

        23 Sep ’14 at 13:03

        Cuti dong kak hahaha, resign juga bolehhhh :lol:

        Reply
  7. BACKPACKTOR.COM says

    1 Oct ’14 at 15:39

    Milky waynya racun banget buat kesana! >_<
    Selalu suka sama foto2 kak Wira, keren selalu!

    Reply
  8. wahyu says

    29 Dec ’14 at 11:01

    itu maksud dari tisu tisu nakal apa ya…

    tapi pemandangannya keren banget kak

    Reply
    • wira says

      29 Dec ’14 at 14:06

      ehm, itu tisu-tisu yang dipakai buat bersih-bersih kalau abis buang hajat haha. Kadang suka dibuang sembarang sama pendaki. Banyak malah.

      Reply
      • Wilson Kasim says

        18 Jun ’15 at 15:34

        Hajat yang mana ini bro? hahaha…

        Reply
  9. novri says

    5 Jan ’15 at 04:09

    kapan” kalau kepapadayan lagi boleh dong ikut. sekaliah hunting milky way bareng hehehe

    Reply
    • wira says

      5 Jan ’15 at 07:03

      Yes ada porter, yukk! :))

      Reply
  10. wahyu prabowo says

    18 Nov ’15 at 06:11

    Bisa tuh ajak bareng kita ke papandayan

    Reply
  11. rangga rahadi says

    11 Feb ’16 at 13:53

    wih mantaf gan foto fotonya ^_^

    Reply
  12. kaafi says

    19 Mar ’16 at 12:24

    Gimana ya kak buat masuk ke daerah tegal panjang

    Reply

Trackbacks

  1. Papandayan Hore-Hore | Blog says:
    9 Oct ’14 at 05:41

    […] Dari awal Camp David, pos pertama papandayan, kami disambut kepulan asap berbau belerang dan trek berbatu. Sesekali penambang belerang lewat dengan motor bebek yang disulap menjadi motorcross membuat kami iri, berharap diberi tumpangan sampai ke puncak. Gunung Api di garut ini sudah terkenal dengan padang bunga abadinya yang memanjakan mata. Dengan jalur yang tak terlalu sulit […] Lebih Lanjut […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...