Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menjajal rute baru Silk Air, sebuah boutique airlines yang masih satu grup dari Singapore Airlines.

Rutenya dari Singapura ke Korea. Tapi bukan ke Seoul, melainkan ke Busan, kota pelabuhan yang merupakan kota terbesar ke dua Korea!

Ibarat Seoul adalah Jakarta, Busan ini mirip seperti Surabaya lah. Bahkan, logat bahasa orang Busan ini juga agak ‘medok’ menurut orang Seoul. Haha!

dari jakarta tetap pakai Singapure Airlines

Dari Bandara Soekarno hatta pesawatnya ternyata tetap Singapore Airlines. Airbus A350-900, seri airbus teranyar punya kemampuan jelajah 15,000 km dan mesin yang sangat efisien dan bersuara senyap.

Di terminal 3, saya mengambil modem JavaMifi yang sudah saya order sebelumnya di booth mereka dekat pintu keberangkatan internasional. Kamu bisa order di website JavaMifi ataupun traveloka. Bisa juga diantar ke rumah sih (free ongkir), tapi saya prefer untuk mengambilnya di airport sebelum berangkat.

Oh iya, kalau kamu melakukan pembayaran di website dengan menggunakan kartu kredit/debit, kamu tidak perlu membayar deposit. Di paketnya kita mendapat pouch, pocket wifi, kabel charger, dan international power adapter yang ada usb-nya.

Jadi, buat yang belum tahu, JavaMifi ini adalah layanan pocket wifi yang memungkinkan kita menghubungkan gadget kita ke internet saat ke luar negeri. Jadi tak perlu ganti simcard. Terakhir kali saya mengganti sim card di luar negeri, sim card lokal saya hilang karena kelupaan. Duh!

Harganya bervariasi, untuk ke korea yang paling mahal ada di sekitar 75,000 rupiah perhari. Cukup terjangkau untuk internet unlimited, apalagi bisa digunakan sampai 5 devices. Jadi kalau kamu pergi berlima, cuma patungan 15 ribu per orang.

Ada juga yang 30 ribu per hari, tapi kuotanya dibatasi. Coba cek aja langsung ke website yah kalau buat negara lainnya. Setahu saya JavaMifi sudah bisa support hampir semua negara tujuran wisata di dunia sih. Jadi untuk tujuan mainstream seperti korea, jepang, eropa, timur tengah, amerika sepertinya tak jadi masalah.

Sunflower garden di Changi terminal 2

Saya transit di Singapura selama dua jam. Tadinya mau keluar untuk melihat ‘Jewel’ air terjun terbaru buatan singapura, tapi karena takut antrian imigrasi jadinya nanti saja deh waktu pulang.

Silk air yang saya tumpangi ternyata tidak punya layar monitor untuk inflight entertainment. Namun, ternyata kita bisa memakai gadget kita masing-masing untuk streaming film di wifi lokal.

Filmnya cukup banyak, saya hitung sekitar 300an. Dan isinya kurang lebih sama dengan singapore airlines. Karena penerbangan red-eye (dari singapura take off sekitar 23.30, saya pun memilih tidur.

Gamcheon culture village, Busan

Sesampainya di Gimhae International Airport, saya langsung menyalakan modem JavaMifi. Tak ada sinyal yang tertangkap. Wifi dari modem sudah konek ke iphone saya tapi belum bisa terkoneksi dengan internet.

Setelah keluar Bandara, baru modem bekerja dengan sangat baik dengan sinyal 4G LTE.Saya pun bisa membalas reply-an dm semalam yang kebanyakan isinya, “bang kok lu jalan-jalan mulu sih?”

Karena hanya dua hari di sini, jadi saya langsung berjalan-jalan keliling Busan. Orang-orang Busan terasa lebih santai daripada di Seoul. Mungkin karena ada pantai di sini?

Heundae Beach.

Di Busan, kamu bisa mampir ke Heundae beach yang mirip banget dengan kuta dan seminyak. Ada Gamcheon village yang dulunya kumuh sekarang jadi desa wisata seperti kampung Jodipan di Malang.

Lah kenapa kayak Indonesia semua? haha!

Oh iya, saya juga sempat test kecepatan JavaMifi di beberapa titik di Busan. Di tengah kota, di pantai, dan waktu bergerak sekitar 60 km/jam di mobil.

Ini hasilnya.

Download 22.92 Mbps, upload 15,81 Mbps

Ini rekap test dengan beberapa kali percobaan

JavaMifi test di Busan, Korea.

Speed seperti ini sudah cukup lancar bahkan untuk upload video youtube. Jadi gak usah khawatir masalah eksistensi IG story kamu yang sudah seperti titik-titik itu pasti terpuaskan.

Untuk kemampuan baterai JavaMifi juga tak perlu khawatir. Saya hanya konek ke 3 devices, baterai bertahan dari sekitar jam 8 pagi saya keluar hotel, hingga jam 9 malam kembali, baterai masih ada sekitar 30-35%.

jeonpo cafe street, sepanjang jalan di sini cafe semua!

Modem JavaMifi juga bisa kita colokan dengan power bank kalau kamu butuh extra battery life. Barangkali kamu mau live di instagram sepanjang hari kan?

Jadi saya cukup merekomendasikan pocket Wifi dari JavaMifi ini kalau kamu traveling ke luar negeri karena sinyal LTE 4G-nya kencang, battery life lebih dari 12 jam, dan yang paling penting tak perlu setting apa-apa. Tinggal nyalakan, join wifi dari gadget kamu, dan jeng-jeng langsung serbu followers kamu dengan instastory yang gak habis-habis haha!

Oh iya satu lagi, untuk pengembalian modem bisa langsung di booth JavaMifi di Bandara. Tapi kalau kalian kelupaan, bisa lansung dititipkan di alfamart atau indomaret terdekat. Cakep.

4 COMMENTS

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')