• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Beyond Indonesia / South East Asia / Di Tepian Sungai Mekong – Phnom Penh

Aug 04 2017

Di Tepian Sungai Mekong – Phnom Penh

Dari Siem Reap saya naik bis bernama ‘Giant Ibis’ untuk langsung menuju Phnom Penh. Perjalanan dari Bangkok – Siem Reap – Phnom Penh lancar-lancar saja. Datar-datar saja, tak ada tanjakan maupun turunan. Rasanya hanya lurus saja. Paling sesekali ada kerbau yang menyebrang atau konvoi upacara keagamaan.

Bus Giant Ibis

Bis ini cukup bagus. Lebih bagus daripada Mekong Ekspress dan Nattakan. Juga paling mahal diantara ketiganya. Kalau saya disuruh memilih ketiganya, bis ini yang bakal saya pilih untuk keliing negara-negara ASEAN.

Oh iya, bis ini akan berhenti rest area. Kalau kamu pengen makanan yang halal, sebaiknya bungkus saja dari kota sebelumnya. Karena di kantin rest area agak sulit mencari makanan.

Naik Tuk-tuk

Namanya Safi, ia seorang supir tuk-tuk kamboja yang kebetulan muslim. Kami diberi kontak beliau oleh pemilik hotel yang kami tempati di Siem Reap.

Waktu turun dari bis kami pun langsung dijemput oleh Safi dan langsung diantar ke hotel kami yang tak jauh dari Masjid Al-Serkal, salah satu masjid terbesar di Kamboja yang baru saja diresmikan tahun 2015.

Interior masjid Al-Serkal

Saya dan seorang kawan saya memutuskan untuk tinggal dua malam di Phnom Penh. Dan Safi kami daulat jadi driver sekaligus pemandu.

Safi punya fitur yang cukup menarik : Ia bisa berbahasa Malaysia! Paling tidak ia sedikit banyak bisa mengerti kami yang berbahasa Indonesia. Kalau kamu butuh kontak Safi, kamu bisa japri saya saja.

Perhentian kedua saya setelah Masjid Al-Serkal adalah taman di depan Royal Palace. Sore itu, matahari bersinar terik menyinari Royal Palace dan Sungai Mekong. Ada banyak sekali burung merpati yang bertebaran di taman ini.

Banyak. Pake. Banget!

Asking direction
.
.
having fun with mom
They are everywhere
Barbuk dulu

Pagi hari keesokan harinya saya memotret ke dua pasar. Toul Tom Poung Market dan Central Market.

Toul tom poung market
Penjual suvenir
Tuk Tuk
Suasana pasar pagi
Phnom Penh Central Market
Berfoto bersama polisi Kamboja

Beberapa pilihan makanan halal di Phnom Penh. Ada beberapa street food halal di dekat Masjid. Selain itu saya mencoba dua restoran di bawah ini.

Restoran malaysia – halal food in Phnom Penh
Halal food Phnom Penh

Karena Safi melihat saya senang memotret, ia menyarakankan kami untuk datang ke salah satu sudut sungai Mekong tempat para muslim dari kerajaan champa bermukim.

Kondisinya agak menyedihkan. Mereka sebagian tinggal di atas perahu, sebagian membangun gubuk di rumah panggung atas laut dan gubuk di daratan tepi sungai.

Memasuki kawasan ini, Safi yang biasa menyebut sues-dei sebagai salam bahasa Khmer tidak melakukannya. Dia mengucap Assalammualaikum.

Muslim disini adalah sisa keturunan kerajaan Champa, kerajaan islam yang pernah menguasai sebagian Kamboja dan Vietnam. Namun mereka sudah tersingkirkan oleh Kerajaan Khmer. Para orang champa ini pun jadi minoritas di Kamboja.

Safi pun mengantarkan kami kembali ke hotel dan saya bersiap untuk destinasi berikutnya : Saigon!

.

Written by wira · Categorized: South East Asia, Travel Story · Tagged: asean, bikinjadinyata, kamboja

Reader Interactions

Comments

  1. Ira says

    6 Aug ’17 at 10:12

    masjidnya bagusss….semoga sempat berkunjung ke sini saat ke Phnom Penh

    Reply
    • wira says

      6 Aug ’17 at 14:09

      Iya keren banget masjidnya, katanya sumbangan dari dubai

      Reply
  2. iyas_rr@yahoo.com says

    12 Jun ’19 at 14:06

    boleh minta no kontak mr. safi

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...