• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Review / Hotel & Resort / Semalam di Patuno

Dec 13 2014

Semalam di Patuno

Workliday bareng kak prue
Workliday bareng kak prue

Dari Bandara Matahora pulau Wangi-wangi di Kepulauan Wakatobi, resort ini kurang lebih hanya berjarak 15 menit. Sepanjang perjalanan pinggir pantai ini pun saya hanya melihat satu buah mobil yang melintas. Tentu sangat jauh berbeda dengan bandara di cengkareng sana.

Saya memang hanya semalam disini, menunggu jadwal pesawat pada keesokan pagi. Tapi saya cukup suka dengan konstruksi resort yang menggunakan kayu di hampir semua elemennya.

Tempat leyeh-leyeh
Tempat leyeh-leyeh

Di dermaga patuno ada beberapa kursi yang bisa dipakai untuk bersantai. Ngopi sore-sore sambil makan pisang goreng ditemani angin sepoi Wakatobi pasti asik.

Di resort yang katanya milik bupati ini juga ada paket tour untuk diving ( yaiyalah, wakatobi kaleeee), snorkeling, ataupun jalan-jalan ke desa bajo.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Just before sunrise
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Double bed standard room. Sekitar 900 ribu perkamar.

Untuk kamarnya sendiri cukup nyaman. Saya paling suka langit-langitnya yang sangat tinggi. Sayangnnya, AC yang dipasang juga terlalu tinggi dan sepertinya tak punya tekanan cukup untuk mendinginkan ruangan. Jadi jujur saja kamar jadi tak terlalu dingin. Namun konstruksinya yang kayu tetap membuat ruangan ini sejuk.

Makanannya pun biasa saja. Tapi tak bisa dibilang buruk. Saya paling suka sup kacang merahnya. Tapi waktu makan malam, seharusnya menu ikan asin diganti dengan ikan biasa saja…hehe.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Berbagi balkon belakang untuk kamar standar. Untuk balkon privat ada di kamar deluxe.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Resort ini cukup luas, mungkin rumah-rumah kayu seperti ini bisa lebih dari 10 buah.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
A quiet beach in front yard.

Saya tak bisa teralu banyak bicara tentang resort ini. Tapi, saya cukup merekomendasikan untuk mencoba Patuno jika berkunjung ke Wakatobi!

Thanks for reading!

Written by wira · Categorized: Hotel & Resort · Tagged: patuno, resort, wakatobi

Reader Interactions

Comments

  1. cumilebay.com says

    15 Dec ’14 at 20:09

    Kak wiraaaaaa … akhirnya nulis ttg resort juga :-)
    Nginep disini seru banget, view nya kece tapiiiiiii AC nya kurang dingin :-( #Plak

    Reply
    • wira says

      20 Dec ’14 at 17:03

      gara-gara mas cum si jadi ‘hot’ itu resort wkwkwkw :)))

      Reply
  2. Danan says

    27 Dec ’14 at 13:28

    Sengaja disetting panas biar ada yg bobo pake sempak ajah…. (Rencana siapakah ini

    Reply
    • wira says

      27 Dec ’14 at 14:18

      yang pake sempak bobo nya sama mas catperku tuh :))

      Reply
  3. Prima Hapsari says

    2 Sep ’16 at 14:13

    Weis semalam sama mbak Prue mas. Wakatobi emang nggak ada matinya.

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • Traveling Pasca Pandemi. Bagaimana Kita Berwisata Setelah ini?
  • Selain Boba, Inilah 5 Hal yang Bisa Kamu Nikmati di Taiwan!
  • Agar Tetap Sehat Dan Imun Kuat, Lakukan 7 Hal Mudah Ini!
  • Jalan-Jalan Hemat dengan Program Volunteer
  • Tiket Pesawat Murah Awal Tahun : Cathay Pacific Travel Fair Februari 2020!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...