• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Bali & Nusa Tenggara / Komodo Live on Board!

Oct 19 2013

Komodo Live on Board!

Labuan Bajo
Labuan Bajo

Ah, mungkin pertama saya akan mengangkat topi dan mengucapkan terima kasih untuk Daihatsu Indonesia, yang telah menghadiahi saya untuk mencoba roadtrip selama dua minggu dari Jakarta hingga Pulau Komodo. Your Terios rock guys!

Setelah roadtrip selesai, rombongan kami pun terpisah di pulau komodo. Para blogger, sesuai yang dijanjikan, akan mendapatkan Live on Board diving dengan kapal phinisi.

Sekitar dua tahun lalu, saya melihat sebuah video di sebuah situs video sharing. Sesaat setelah menonton video itu, saya langsung jatuh cinta dan ingin sekali berlayar dengan kapal dua tiang dan tujuh layar tersebut.

Our boat at Sunset
Our boat at Sunset

Setahun berlalu, dan setelah mengumpulkan sedikit tabungan, saya pun tiba di tanah Flores.

Tapi, melihat harga sewa kapal phinisi yang satu harinya seharga iPhone tiga buah. Saya hanya bisa terdiam dan hanya bisa menumpang kapal nelayan kecil bersama warga dan sayur-sayuran.

Dan, sekarang, saat ini. Saya sedang berada di atas kapal bernama Plataran – kapal phinisi yang ukurannya seperti satu setengah bus besar – bersama rombongan terios dan siap membajak lautan!

***

Sebelum berangkat, kami sempat menyumbangkan beberapa ekor kambing untuk salah satu masjid labuan bajo menyambut idul adha ::)
Sebelum berangkat, kami sempat menyumbangkan beberapa ekor kambing untuk salah satu masjid labuan bajo menyambut idul adha ::)
Akhirnya mobil kami sampai di pulau komodo! Tapi karena alasan konservasi, mobil hanya dibiarkan begitu saja di atas kapal.
Akhirnya mobil kami sampai di pulau komodo! Tapi karena alasan konservasi, mobil hanya dibiarkan begitu saja di atas kapal.

Semenjak sail Komodo yang digelar belum lama 2013 ini, wajah labuan bajo sedikit berubah. Labuan Bajo , seperti yang kita tahu adalah gerbang pariwisata untuk masuk ke area Taman Nasional Komodo.

Setahun lalu, belum ada jalanan berbentuk blok bata di pinggir pantai pelabuhan. Sekarang kita sudah bisa santai sambil jalan-jalan sore menikmati senja dengan panorama kapal-kapal yang berlabuh.

Saat ini, sudah banyak peta dan penunjuk arah yang terpasang di labuan bajo. Labuan bajo yang terus bersolek makin lama makin cantik.

Pasir pink beach
Pasir pink beach

Saya masih menunggu Labuan Bajo untuk mempunyai bentuk kota yang mirip Rio di Brazil sana. Sudah ada gang yang menghubungkan pantai dan jalanan di atas bukit, sudah sedikit mirip sih hehe.

Namun, tetap saja sampah plastik masih berserakan di tepi pelabuhan dan tempat sampahnya memang belum ada. Apa benar event sail komodo bisa mengangkat salah satu wonders of Indonesia ini? Atau malah cuma numpang mengotori pintu gerbang komodo?

Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

***

Plataran punya satu buah sundeck tempat kita berjemur ( saya sudah tak butuh berjemur sejak lahir, sudah hitam). Punya satu ruang makan, dua kamar mandi, enam tempat tidur, dan satu ruang keluarga tempat leyeh-leyeh di depannya.

Desainnya sangat macho. Warna coklat  menunjukan kesan klasik dan sophistication. Mungkin jika kapal ini hitam mirip kapal punya Jack Sparrow saya bisa jadi bajak laut betulan dan menculik seorang nona manis di kapal tetangga kami, rombongan 7 wonders juga, yang nampak lebih besar mewah.

Kamera putih punya tetangga sebelahah, cuma pencitraan aja :p
Kamera putih punya tetangga sebelah, cuma pencitraan aja :p

Sebetulnya, menurut saya, komodo itu sama sekali tidak menarik.

Mereka cuma mirip biawak tapi lebih besar, dan terlihat malas sepanjang hari. Well, memang mereka itu cuma pura-pura santai dan menunggu mangsanya lengah. Tapi, secara pribadi saya tak begitu berminat.

Tapi, ternyata tempat tinggal si komo ini punya salah satu keindahan bawah laut terbaik Indonesia.

Jangan sampai ke komodo dengan tidak membawa diving license kalian, rugi besar sob!

Itu sebabnya kapal-kapal phinisi seperti plataran banyak sekali terdapat di area komodo. Kapal ini biasanya membawa para turis asing yang ingin menyelam. Mereka bisa menyewa kapal-kapal ini hingga seminggu lebih karena spot diving disini terlalu banyak! Trekking di komodo atau Rinca mungkin hanya jadi selingan.

Kapal kami yang hanya berlayar selama dua malam pun sama sekali belum membuat saya puas.

Tapi, sudah merasakan leyeh-leyeh sambil cengar-cengir di atas kapal phinisi yang megah ini, saya hanya bisa mengucap syukur :)

Terima kasih daihatsu #Terios7Wonders !

Tempat leyeh-leyeh sambil ngeblog live.
Tempat leyeh-leyeh sambil ngeblog live.
Rombongan terios 7 wonders
Rombongan terios 7 wonders
Ranger pulau komodo :))
Ranger pulau komodo :))
Trekking @ rinca island
Trekking @ rinca island
Sunset terakhir kami di atas kapal.
Sunset terakhir kami di atas kapal.

Thanks!

Written by wira · Categorized: Bali & Nusa Tenggara, Indonesia, Travel Story · Tagged: komodo

Reader Interactions

Comments

  1. puput says

    19 Oct ’13 at 18:40

    Jangan lupa bayar sewa properti kamera putihnya…

    Reply
    • wira says

      23 Oct ’13 at 16:30

      bayar pake apa mas? pake cinta? :))

      Reply
  2. lucianancy.com says

    19 Oct ’13 at 20:29

    Aw, video Fadaelo! Coba tebak ada siapa di sana. :p

    Reply
    • wira says

      23 Oct ’13 at 16:30

      ada komodo! :p

      Reply
  3. Awan says

    20 Oct ’13 at 12:53

    jadi ktagihan mampir blog ini tiap hari :P
    Ngikutin cerita #Terios seru kaliii !!

    Apa untungnya buat saya ngikutin ceritanya???

    Suka aja liat” hasil Jepretan mas wira (y) like bgt mas.

    Reply
    • wira says

      21 Oct ’13 at 06:24

      Terima kasih mas Awan :))

      Reply
  4. wisnu yuwandono says

    20 Oct ’13 at 15:27

    pas di komodo cma bisa kagum sama kapal2 phinisi itu,,
    dan sekarang jd iri sama kamu,haha

    Reply
    • wira says

      21 Oct ’13 at 06:24

      Yuk sewa buat honeymoon om :))

      Reply
  5. Backpackerborneo.com says

    21 Oct ’13 at 07:49

    Jadi kangen bergelantungan di hammock sambil liat pulau2 kecil di komodo..damai banget rasanya..

    Reply
  6. wismayanti says

    21 Oct ’13 at 10:23

    sy jg ngikutin cerita terios ini dr tiap2 blogger, seru, menarik, bagus bgt buat mengangkat pariwisata Indonesia, jd kegiatan rutin sy baca blog ini sembari kerja hehehe…
    btw itu rangernya siapa ya ?

    Reply
    • lucianancy.com says

      21 Oct ’13 at 11:13

      wahihii, itu bukan ranger asli mbak, itu salah satu blogger yang ikut juga, tampangnya udah cocok jadi ranger ya? *ngasistenin wira jawab pertanyaan*

      Reply
    • bem says

      22 Oct ’13 at 00:09

      saya khawatirnya kenal juga mbak sama orang itu. #eaa

      Reply
      • wira says

        22 Oct ’13 at 09:22

        ini dia si rangernya muncul nih :))

        Reply
  7. wismayanti says

    22 Oct ’13 at 09:34

    wakakaka….ternyata tetangga sebelah rangernya…
    btw, ini artikel teriosnya udahan ya mas wira ???

    #berharapmasihadalanjutannya…

    Reply
    • wira says

      22 Oct ’13 at 16:40

      iya nih udahan mba yang wajib nya hehehe

      Reply
  8. yerie says

    24 Oct ’13 at 13:53

    weuuuw,gambar2nya bening2 bener bang,ajarin dong jepretnya

    Reply
  9. philardi ogi says

    5 Nov ’13 at 23:57

    wah ada pak Hendrayadi Lastiyoso, mentor gw dulu…

    *salam

    Reply

Trackbacks

  1. Terios 7 Wonders : A Prologue says:
    23 Oct ’13 at 07:44

    […] Dan akhirnya, kami berharap untuk sampai di tujuan akhir – Labuan Bajo – salah satu titik terpenting di Pulau Flores. Gerbang masuk untuk menjelajahi salah satu keajaiban dunia – Pulau Komodo. […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...