• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Hiking & Trekking / Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

Feb 04 2014

Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

IMG_8502“Kamu pakai apa sih kalau naik gunung?”

Ehm, saya kadang suka heran melihat orang yang sedang mendaki, tapi setelannya udah kayak mau ke mall.

Nggak salah sih, tapi menurut saya naik gunung – atau backpacking ke alam bebas – adalah salah satu bentuk olahraga. Dan olahraga seharusnya memakai pakaian olahraga, kan? Rasa-rasanya aneh kalau kita main futsal tapi pakai kemeja flanel dan jeans.

Memang terlihat nggak aneh sih, justru keren. Tapi saya jamin, yang pakai pakaian keren seperti itu pasti nggak nyaman sama sekali.

Saya menganut layering system dalam berpakaian ketika melakukan kegiatan pendakian. Sistem pelapisan pakaian ini memungkinkan kita untuk mengatur temperatur tubuh kita dengan menyesuaikan lapisan yang dikenakan.

Jadi, kita nggak perlu bawa jaket-jaket tebal yang terlalu besar macam mau ke kutub utara gitu…

Ada tiga lapis yang perlu kita ketahui. Lapisan pertama (base layer) yang langsung menyentuh kulit untuk mengatur kelembaban; lapisan kedua (insulating layer) untuk melindungi dingin dan memberi kehangatan #eaaa; dan lapisan terakhir (shell layer) adalah melindungi kita dari cuaca alam bebas.

Mari kita lihat satu-satu yuk kaka ~

1. Base Layer : Pengatur Kelembaban

Rei power drybase layer
Contoh base layer bahan polyster. Tipis, ringan, dan mudah kering.

Lapisan pertama ini tujuannya tak hanya untuk menyerap keringat, tetapi juga membuatnya menguap ke lapisan berikutnya. Makanya saya tak menyarakan memakai bahan katun karena hanya akan menyerap keringat, tapi tak bisa menguapkannya.

Keringat di baju nggak menguap = lepek lepek basah dan bau nggak sedap mirip sambel oncom basi. Been there dan nggak mau lagi hihi.

Lebih lagi, bahun katun bisa meningkatkan resiko hipotermia. Saya pernah memakai katun sebagai base layer dibawah jas hujan. Padahal air sama sekali tak tembus, tetapi karena berkeringat dan tak menguap, saya pun merasa kedinginan.

Untuk base layer ini, lebih baik memakai bahan seperti wol atau sintetis seperti polyster. Karena bahan-bahan ini tak hanya menyerap keringat, tapi juga mentransfernya ke lapisan luar baju.

Hasilnya : badan kita lebih kering saat berkeringat, dan baju juga akan cepat kering setelah itu. Dan yang paling penting : NGGAK BAU :))

Memakai kaos olahraga seperti mas ganteng @budhi_setyawan ini juga boleh, asal bahannya yang polyster.
Memakai kaos olahraga seperti mas ganteng @budhi_setyawan ini juga boleh, asal bahannya yang polyster.

2. Insulating Layer

Fleece klasik. TNF polartec
Fleece klasik. TNF polartec

Insulating layer ini fungsinya buat “menjebak” udara panas di dekat tubuh sehingga kita akan tetap hangat. Untuk lapisan ini, saya menyukai bahan serat alami seperti sweater berbahan bulu angsa (down).

Bahannya sangat ringan dan kecil saat dipacking. Tapi hanya bisa dipakai saat keadaan kering. Tapi belum lama saya melihat websitenya the north face ada teknologi bernama thermoball, bahan yang menyerupai down tetapi bisa tetap digunakan walaupun basah.

Bahan selain down yang populer ada fleece,  di Indonesia umumnya disebut sebagai bahan ‘polar’. Polar ini sebetulnya adalah salah satu teknologi per-fleece-an. Tapi biasa, orang Indonesia suka menyebut brand sebagai nama benda tersebut.

Fleece juga ringan, menahan panas dengan baik, tetapi agak besar saat dipacking karena bahannya yang cenderung tebal. Jaket fleece biasanya jauh lebih murah daripada down.

Untuk musim dingin, tinggal mengganti lapisan kedua ini dengan bahan down atau fleece yang lebih tebal. Biasanya ada level-nya kok mild, chill, cold; macam keripik maicih.

My friend @lucianancy in Ladakh with a down sweater. From her instagram.
My friend @lucianancy in Ladakh with a down sweater. From her instagram.
Contoh jaket fleece merk lokal consina. Gak usah liat muka modelnya.
Contoh jaket fleece merk lokal consina. Gak usah liat muka modelnya @cak_ridwan

3. Shell Layer

Shell jacket
Shell jacket

Lapisan terakhir ini sangat penting untuk cuaca di gunung yang tak bisa ditebak. Lapisan ini penting, karena mencegah air masih ke dua lapisan bawah. Jika air sudah masuk, maka hancur sudah fungsi layering ini.

Shell dapat berupa jaket windproof (anti-angin) biasa hingga jaket windproof-waterproof-breathable dengan teknologi macam-macam yang harganya bisa buat beli sepeda motor bekas.

Saat membeli jakcet shell, pastikan ukurannya pas saat kita memakai dua lapisan di bawahnya.

Lebih baik gunakan shell yang beritpe windproof/Waterproof/breathable : Ini tipe yang paling saya sarankan. Teknologi seperti Gore-Tex masuk dalam kategori ini. Tipe ini menahan air, menahan angin, tetapi tetap bisa membuang uap keluar. Jadi saat memakainya di tengah terik matahari pun tak akan terlalu gerah.

Ada juga tipe yang lebih murah seperti hanya windproof, atau windproof/waterproof. Tapi untuk kegiatan alam bebas yang tentunya tingkat pergerakannya tinggi, saya menyarankan tipe yang breathable agar lebih nyaman. Lebih mahal sih memang, tapi gak akan menyesal saat kamu pakai di gunung.

That's me with 3 layer and outer shell jacket.
That’s @wiranurmansyah with 3 layer and outer shell jacket.

4. Lapisan Tambahan – your style layer.

Ini adalah lapisan yang bisa kita bawa buat narsis. Tapi jangan dipakai pas jalan ya, pas foto-foto aja. Have fun! :))

Teman saya mas erik yang rela ganti baju batik saat di hampir di puncak Rinjani hanya demi foto...
Teman saya mas erik yang rela ganti baju batik saat di hampir di puncak Rinjani hanya demi foto…
Teman saya si kaka @premous yang rela bawa baju toga ke atas puncak gunung Slamet...Cek blog nya di premous.blogspot.com
Teman saya yang cantik tapi ganteng @premous yang rela bawa baju toga ke atas puncak gunung Slamet. *applause* Cek blog nya disini

Untuk bawahan, sebetulnya sama saja seperti lapis pertama baju. Yang penting bahan yang cepat kering, dan kalau bisa sekalian waterproof & breathable, sehingga gak perlu repot-repot bawa ponco segala.

JANGAN PAKE JEANS YA! :)

So, bagaimana pakaian kamu saat di gunung? Share di komen ya!

Thanks!

Written by wira · Categorized: Hiking & Trekking, Tips, Travel Tips

Reader Interactions

Comments

  1. mailaul says

    4 Feb ’14 at 16:24

    saya kebetulan pas kemarin akhir tahun ke ranu kumbolo nggak foto2 mas,hehe.
    tapi saya cuma pakai kaus dan celana PDL yang sedengkul trus sendal gunung.
    bawa sweater 1 gak bawa jas hujan ataupun kantung tidur, bawa kaus kaki 3 sama sarung tangan.
    beberapa teman wanita saya juga sama cacatnya mas, hehe.
    ada yang pake legging dan sepatu sneaker yang berujung jebol.
    harusnya saya kenal mas sebelum berangkat wkwk,
    yah namanya pertama kali naik gunung. tapi lumayan mas, jadi pelajaran :)

    Reply
    • wira says

      4 Feb ’14 at 18:08

      yup, mari saling belajar dan mengingatkan ya :)

      Reply
  2. Nuri says

    4 Feb ’14 at 16:48

    Wiraaaa, makasii atas tulisannya yang sederhana tapi membantu sekali ini. Kebetulan bulan depan mau ke pinggiran Gunung Himalaya, jadi butuh referensi baju yang harus dipakai di pegunungan :3

    Reply
    • wira says

      4 Feb ’14 at 18:05

      Senang bisa membantu, Nuri. :)

      Reply
  3. Alvi Kamal Fikri says

    4 Feb ’14 at 17:29

    Saya sendiri sering lihat para pendaki di ternate yang naik gunung dengan baju yang extreme yaitu sandal, celana pendek dan baju oblong… maklum aja soalnya gunung di ternate gak ada pos pemeriksaan alat-alat pendakian… thanks sharingnya kak

    Reply
    • wira says

      4 Feb ’14 at 18:06

      Hehe ya gpp sih asal mereka nyaman dan safe aja.

      Reply
  4. Hanifach says

    4 Feb ’14 at 17:46

    Wwach …m tkss bgd kak info.a ‘ RecoMend Nee buat ke guNung ‘ idzn sHaRe yOo kak ..

    Reply
    • wira says

      4 Feb ’14 at 18:18

      Ccama- cCama kaK, Qwu Snang bisa memBantUuu. mAkacih uDah di sHhharee” yupPZ..

      *just kidding*

      Reply
      • miawmeow says

        4 Feb ’14 at 18:38

        wira alay :O

        Reply
  5. tomfreakz says

    4 Feb ’14 at 23:46

    mirip-mirip dengan layering di winter season.

    Good job ngasih artikel kaya gini.
    Pasti banyak yang suka.

    Reply
    • wira says

      5 Feb ’14 at 07:42

      Iya mas, cuma kalo winter jaketnya lebih tebel aja haha.

      Reply
    • santridanalam says

      23 May ’15 at 07:39

      Wah..ternyata selama ini dr base layernya saja sudah kurang tepat, biasa pakai kaos katun combed sih..mampir blog ini jd dpt pembelajaran.

      Reply
  6. Danan Wahyu Sumirat says

    5 Feb ’14 at 02:12

    saya modal lemak tubuh aja kak kalo naik gunung …. dengan long john

    Reply
  7. ivon fiska says

    5 Feb ’14 at 08:21

    Setelan favorit saya : celana pendek bukan jeans yang banyak kantongnya, kaos warna putih (kalo item jadi gerah pas jalan) sama kemeja flanel (kalo jalan malam). Sepatu yang penting, kalo sandal gunung bikin lecet (manja,haha). Pakek topi atau buff biar kece, hehee. Kalo malem saya selalu ganti baju bersih, jaket pasti lahh, kaos kaki tebal penting, karena pusat kehangatan dimulai dari kaki, biar bisa sleeping beauty :p . Saran, buat gunung yang trackingnya agak ekstrim (banyak tumbuhan ganas) atau istilahnya ‘mbabat alas’ , jangan pernah pakek celana pendek, itu menyiksa, bukannya sok manja, tapi savety lebih oke kan, hehee

    Reply
    • wira says

      5 Feb ’14 at 11:31

      Saran yang bagus, mas. Terima kasih :)

      Reply
      • ivon fiska says

        5 Feb ’14 at 12:01

        Mas –”

        Reply
  8. andika says

    5 Feb ’14 at 08:21

    Artikelnya sangat membantu, bisa minta referensi artikel u/ tipe celana, sepatu & hal yg perlu dipersiapkan dalam pendakian !!

    Terimakasih
    Salam lestari

    Reply
    • wira says

      5 Feb ’14 at 11:30

      Mungkin untuk artikel berikutnya, ya :)

      Reply
  9. wismayanti says

    5 Feb ’14 at 10:49

    nice info wir,,,,,
    lg hunting perlengkapan buat ke gunung nih :))

    Reply
  10. pinandita says

    5 Feb ’14 at 11:51

    kereenn wir,,
    sangat membantu kalo mau jalan2,,
    apalagi kalo musim dingin :)

    Reply
  11. Bonek kesasar says

    5 Feb ’14 at 12:39

    Link alamat blognya premous gak bisa diklik, ada yang salah rupanya.

    Kaos kaki dan tutup kepala jangan lupa. Lupa pake kaos kaki bisa tersiksa, apalagi kalau kaos kakinya gak bener. Tutup kepala, terutama yang menutupi kuping.

    Salam
    Evia
    Bukan pendaki gunung, hanya mantan pendaki gunung, itupun gak banyak gunung yang sudah didaki. Tapi intinya, pakaian dan perangkat yang digunakan sama dengan kegiatan hiking di cuaca musim gugur atau musim semi.

    Reply
  12. Ari says

    9 Feb ’14 at 12:32

    Wuih.. Baru tahu informasi seperti ini. Thanks for Sharing Wir..

    Reply
  13. yonni says

    12 Feb ’14 at 16:13

    bahan celana yg bagus dipakai apa ya mas?

    Reply
  14. sopian hadi says

    12 Feb ’14 at 22:11

    jadi tersindir,,,saya kalo mo nanjak..kadang nyocokin style…keren kagak,,…modis kagak…padahal kadang kagak safety,,hahhaha…makasih infonya ya..

    Reply
  15. Rizky Ardianto says

    13 Feb ’14 at 14:02

    Setuju dengan layering system Mas Wira, saya sendiri pakai prinsip yang sama waktu ke Rinjani, dalemnya baselayer compression shirt + short trus luarnya pake kaos & celana lari, lebih nyaman waktu gerak, ga kepanasan/kedinginan.
    Waktu malem, bawa beberapa jaket yang ga terlalu tebel, dipakenya gradual, waktu berasa lebih dingin baru tambah satu lagi & paling luar pake windbreaker buat nahan angin.

    Reply
  16. Melinda R says

    14 Feb ’14 at 10:01

    Saya mau nanya, base layer sama long john sama nggak ya? Makasih

    Reply
  17. Caderabdulpacker.com says

    15 Feb ’14 at 06:49

    waahhh terima kasih sharenya…selama ini belum prnah naik gunung,,,jdi ngak tahu yang perlu dipersiapkan hehe

    Reply
    • wira says

      15 Feb ’14 at 07:18

      sama-sama mas, kalau naik gunung memang harus bener-bener siap hehe

      Reply
  18. premous says

    28 Feb ’14 at 11:17

    belum kesampean pake bikini di puncak -_-
    doain yah *serius*

    Reply
  19. hadi sasongko says

    28 Feb ’14 at 18:58

    Tq atas infonya soal pakaian muncak,Alhamdulillah waktu disemeru kemarin fine2 saja, cuma celana ini yg saya pakai tembus dinginnya soalnya cuma pakai selapis, apa perlu bero pakai 3 lapis celana

    Reply
  20. kinkin says

    9 Mar ’14 at 08:28

    Selama di ekskul pecinta alam selalu ngikutin pakem kostum pendakian yang safe, kecuali bahan katunnya krn emang gapunya polyester waktu itu. Begitu kuliah liat orang-orang pada keren-keren pake baju flanel. Akhirnya nyoba naik Merbabu pakai katun tipis+kemeja kuliah+jaket bulu angsa murah+jeans tanpa lapisan bawah (ini paling salah! udah jeans, ga ada lapisannya lagi)
    Sekali aja dah… ngga ngulang-ngulang lagi… kembali ke celana kargo dan jaket gunung yang sebenarnya… hahaha :))

    Lanjutkan wiiir artikel-artikel edukatifnya! :)

    Reply
  21. yudha says

    8 Apr ’14 at 15:56

    klau sya sering nya pakai celana jeans yg panjang tapi di dengkul nya di bolonggin trus baju nya bfl oudoor lngan pnjang biar ngak langsung kana matahari ama spatu trekking merk tnf tinggi nya atas mata kaki

    Reply
  22. roni08 says

    7 Jun ’14 at 15:15

    Nice article..ijin share mas

    Reply
  23. rezaPB says

    7 Jun ’14 at 20:24

    Bagus art

    Reply
  24. rezaPB says

    7 Jun ’14 at 20:29

    Bagus artikelnya mas, semoga bermanfaat. Intinya sih klw mau naik gunung nyaman,aman, dan gak nyusahin diri sendiri hehe.Ty

    Reply
  25. muhammad arifin says

    8 Jul ’14 at 12:05

    ingat banget pertama kali naik gunung, gunung gede, dan saya pake jeans,
    it was a very big mistake,
    klo kena air tambah berat, menyerap dingin, tidak cepat kering, dan lembab, haha…
    tulisanya bagus-bagus mas ini,
    bikin pengen traveling n hiking lagi

    Reply
  26. nafian says

    1 Aug ’14 at 17:37

    Untuk shell layer biasanya kan ada juga jaket waterproof bahan dalemnya udah dilapisi polar mas.. So, sebenarnya 2 layer aja udah cukup toh? :D

    Reply
    • wira says

      2 Aug ’14 at 08:27

      hehe bebas aja mas, enakan pake 3 sih kalau gerah bisa dilepas satu-satu :)

      Reply
      • Nani Ummi Fadilah says

        29 Nov ’16 at 15:40

        Kalo layer kedua nya boleh pake kaos oblong gak mas..?

        Reply
      • Nani Ummi Fadilah says

        29 Nov ’16 at 15:41

        Kalo layer kedua nya boleh pake kaos oblong gak mas?

        Reply
  27. esa says

    22 Aug ’14 at 01:04

    Trimakasihhhh,,,, dan saya suka bagian mas erik_a,, hehehe :)

    Reply
  28. ismy says

    28 Nov ’14 at 18:54

    mksihh buat atikelnya,, kbtulan aku rencananya mau mendaki dlm waktu dkat ini, tapi ini perdana.
    thank’s yah kak.

    Reply
  29. nurina says

    27 Dec ’14 at 20:31

    Nice artikel
    bantu bgt buat sy yg baru mau akan ke gunung hehe

    Reply
  30. Maszal Pemalang Adventure says

    8 Feb ’15 at 11:08

    wah… keren keren ya gan.. memang ke gunung harusnya pake jaket yang seperti itu.. tapi kadang kemampuan orangkan masing masing… ya gak min :D

    Reply
  31. jimm says

    9 Feb ’15 at 10:35

    bang mau tanya kalau ke rinjani hanya pakai sendal gunung mumpuni nggak sih ?
    teman saya ada yang ingin ikut tapi belum ada sepatu, mohon infonya karena belum pernah ke sana
    terima kasih

    Reply
  32. dewi says

    23 Mar ’15 at 09:21

    keren tipsnya…sy nyaris pake jeans u pendakian pertama saya nanti…ternyata beli keperluan mendaki berat diongkos juga ya…heheh

    Reply
  33. ilham says

    25 Mar ’15 at 13:42

    Izin copas min, mau share ke teman-teman.

    Reply
  34. Yuliani says

    23 Jun ’15 at 10:51

    Yup… Sangat membantu skali infonya…. Karena gw mau ke bromo bawa anak2 n males deh sngaja bli2 jaket lg. udah niat layering tp dgn artikel ini jd tau jaket bahan mana yg kudu dibawa + lapisannya. N jd batal deh bawa jaket jeans ;) Thanx 4 this very usefull information

    Reply
  35. Paket tour bromo says

    20 Sep ’15 at 15:58

    Mantab mas, ini masukan bagus bagi pemula seperti saya

    Reply
  36. hilmi says

    1 Jan ’16 at 20:39

    terimakasih mas sarannya, sangat membantu.. top!

    Reply
  37. Emput says

    8 Jan ’16 at 00:09

    Mau tanya mas, Ultralight down merk Uniqlo, bagus gak untuk midlayer ?

    Salam
    Emput

    Reply
    • wira says

      8 Jan ’16 at 06:15

      Saya belum pernah coba sih mas, tapi kata temen lumayan anget pas musim dingin. Cuma gak waterproof aja sih.

      Reply
  38. ngopieblog says

    8 Mar ’16 at 09:27

    gak boleh pakek Jeans… wahhh.. siaaapp..

    Reply
  39. Anisa says

    17 Apr ’16 at 18:43

    Terima kasih tipsnya mas wira,,, Kebetulan saya baru belajar naik gunung.

    Reply
  40. ZHARND says

    27 Apr ’16 at 06:29

    Outfit pun ada aturannya ya, keren nih! Saya pakai rok sih, tapi yang lebar….wah pokoknya artikel ini manteb >.< btw kak, itu kenapa emotnya gini hehehe :')

    Reply
  41. Banx Alexs says

    21 Aug ’16 at 05:30

    Ka,,Tips nya Keren
    Tapi belum memuaskan.

    Reply
  42. Rian says

    4 Sep ’16 at 20:39

    Saya selalu pake baju kaos oblong tipis buat daleman trus lapisan kedua biasanya pake sweater modis ala ariel yang ada lubang jempolnya :p hehe dan buat lapisan ketiga saya milih pake jaket parasut biar lebih kece dan pas momennya, untuk celana saya biasanya pake celana selutut yang berbahan parasut trus ditambah dengan sendal gunung yang dilapisi kaos kaki, seumur hidup belum pernah pake sepatu pas nanjak gunung, hehe

    Reply
  43. blee83358 says

    3 Feb ’23 at 14:56

    Cari cuan jutaan rupiah dengan mudah di website ini. :)

    Reply
  44. slot demo says

    12 Mar ’23 at 19:42

    thanks sharing please visit my website

    http://bit.ly/41KPDUU

    Reply

Trackbacks

  1. My Mountain Backpaking Gear List * | Wira Nurmansyah says:
    30 Jun ’14 at 13:06

    […] prinsip pelapisan (layering) untuk pakaian-pakaian […]

    Reply
  2. 18 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan - Catatan Flashpacker says:
    27 Nov ’19 at 00:46

    […] lapisan yang kamu kenakan. Ada tigda lapis yang wajib kamu ketahui dalam teknik layering atau layering system. Lapisan pertama base layer, lapisan kedua insulating layer, dan lapisan terakhir shell […]

    Reply
  3. Tips Mendaki Gunung di Musim Hujan - Bengkel Narasi says:
    16 Sep ’22 at 09:46

    […] tiga lapis yang wajib kamu ketahui dalam teknik layering atau layering system. Lapisan pertama base layer, lapisan kedua insulating layer, dan lapisan […]

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!
  • Fujifilm X-T100 Review : Mirrorless Seri X-T Termurah!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...