• Skip to main content
  • Skip to primary sidebar

Wira Nurmansyah

Inspiring Indonesia to Travel the World

  • Home
  • About
  • Indonesia
  • World
  • Tips
  • Review
You are here: Home / Travel Story / Indonesia / Bali & Nusa Tenggara / Unspoiled Bali : Desa Wisata Nyambu di Tabanan

May 10 2016

Unspoiled Bali : Desa Wisata Nyambu di Tabanan

desa nyambu tabanan bali
Macul dulu gaes…

Kalau bicara sawah di Bali, pasti yang teringat adalah Ubud. Namun, Ubud saat ini sudah terlalu ramai ya? Walau dibandingkan dengan area selatan Bali seperti Kuta masih jauh lebih sepi sih.

Uniknya, di Desa Nyambu yang letaknya di Tabanan hanya sekitar setengah jam dari pusat kota Denpasar, kita masih bisa melihat sebuah desa yang benar-benar BALI banget deh. Luas sawahnya saja mencapai lebih dari 60%  Padahal ini hitungannya masih di tengah kota loh. Untung saja belum berubah jadi perumahan, resort, ataupun hotel ketika Bupati Tabanan meresmikan Desa Nyambu jadi Desa Wisata Ekologi pada 29 April lalu.

Peresmian Desa Ekowisata tersebut merupakan implementasi dari program Langgeng EcoTourism yang digerakan bersama oleh PT Langgeng Kreasi Jayaprima (LKJ), British Council, dan Yayasan Wisnu.

Jadi, rombongan saya mungkin saja ‘turis’ resmi pertama disana yang menikmati alam dan budaya desa Nyambu, karena tak ada rombongan lain yang singgah di desa ini selain kami!

Beberapa atraksi yang menjadi andalan nyambu adalah tur keliling sawah, tur budaya, tur kuliner, hingga kelas melukis. Mungkin bagi kita sudah biasa. Tapi di tur ini kita akan dijelaskan oleh pemandu yang menjelaskan sistem persawahan di Bali dengan sangat baik.

Berikut foto-fotonyaa ~

Desa nyambu tabanan bali
Ada tempat sembahyang khas Bali di tengah sawah
Desa nyambu tabanan bali
Di tengah sawah terdapat sedikit area teduh untuk beristirahat

Di tur keliling sawah ini, kita akan dijelaskan oleh pemandu lokal tentang sistem Subak. Sistem irigasi persawahan yang ditetapkan UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Di tur yang berdurasi sekitar dua jam ini, Yeni, guide kami menjelaskan banyak sekali sisi lain tentang sawah bali seperti ritual-ritual harian, padi yang dianggap ‘hamil’ setelah berumur dua bulan sehingga sedang ‘ngidam’ dan diberi sesajen yang asam-asam, hihi.

desa nyambu tabanan bali
Tempat persembahan di tengah sawah
desa nyambu tabanan bali
Masih banyak monyet disini
desa nyambu tabanan bali
Jalan-jalan desa
desa-nyambu-tabanan-bali-1-9
Ada dua homestay disini, harganya sekitar 150 ribu rupiah.
desa nyambu tabanan bali
*nyalain sajen*
desa nyambu tabanan bali
Belajar buat banten, alias sesajen. Susah banget!
desa nyambu tabanan bali
Sebelum tour keliling pura, didoakan dulu oleh sesepuh setempat
desa nyambu tabanan bali
Gamelan Bali
desa nyambu tabanan bali
Bisa juga pakai sepeda
desa nyambu tabanan bali
Tour Budaya
Peresmian Desa Ekowisata tersebut merupakan implementasi dari program Langgeng EcoTourism yang digerakan bersama oleh PT Langgeng Kreasi Jayaprima (LKJ), British Council, dan Yayasan Wisnu. Jadi, rombongan saya mungkin saja 'turis' resmi pertama disana yang menikmati alam dan budaya desa Nyambu, karena tak ada rombongan lain yang singgah di desa ini selain kami! Salah satu atraksi yang menjadi andalan nyambu adalah tur keliling sawah. Mungkin bagi kita sudah biasa. Tapi di tur ini kita akan dijelaskan oleh pemandu yang menjelaskan sistem persawahan di Bali dengan sangat baik.
Jaje Bali, jajanan pasar khas bali yang mirip kue surabi bandung
desa-nyambu-tabanan-bali-1-21
British Council membina warga dengan mengajar bahasa Inggris ini juga berkontribusi dalam pengembangan konsep ekowisata berbasis komunitas.
Peresmian Desa Ekowisata tersebut merupakan implementasi dari program Langgeng EcoTourism yang digerakan bersama oleh PT Langgeng Kreasi Jayaprima (LKJ), British Council, dan Yayasan Wisnu. Jadi, rombongan saya mungkin saja 'turis' resmi pertama disana yang menikmati alam dan budaya desa Nyambu, karena tak ada rombongan lain yang singgah di desa ini selain kami! Salah satu atraksi yang menjadi andalan nyambu adalah tur keliling sawah. Mungkin bagi kita sudah biasa. Tapi di tur ini kita akan dijelaskan oleh pemandu yang menjelaskan sistem persawahan di Bali dengan sangat baik.
Sate lilit dengan batang sereh ini JUARAHH! Di paket tour sehari ini kita juga mendapat makan dengan menu-menu Bali yang luar biasa.
desa nyambu tabanan
Ada juga kelas melukis yang dipimpin oleh Pak Nyoman
desa nyambu tabanan bali
Ini lukisan saya beneran loh! hihi!

Dalam proses pembinaan, British Council berperan dalam peningkatan pengetahuan warga tentang bahasa Inggris. Selain itu, lembaga ini juga berkontribusi dalam pengembangan konsep ekowisata berbasis komunitas.

Kalau kamu ditanya temen kamu, “Tempat mana sih di Bali yang masih gak touristy banget?” Saya dengan mantap merekomendasikan Desa Nyambu di Tabanan ini.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa email ke nyambu.ecotourism@gmail.com atau bisa juga ke sosial media IG: @Nyambu_ecotourism FB: Nyambu Ecotourism

 

Written by wira · Categorized: Bali & Nusa Tenggara, Indonesia, Media Trip, Travel Story · Tagged: bali, desa nyambu, tabanan

Reader Interactions

Comments

  1. Nasirullah Sitam says

    11 May ’16 at 07:39

    Liat lokasinya kalau dipakai sepedaan kayaknya enak banget hehehehehe.
    Wih konsepnya bagus juga, kalau di Jawa biasanya batik, di sana melukis :-D

    Reply
    • wira says

      12 May ’16 at 05:31

      Enak banget. Asal sore-sore yah kalo siang panas haha. Suasananya santai dan Bali tradisional banget.

      Reply
  2. helterskelter says

    20 May ’16 at 16:16

    itu siapa sih cewek yang muncul terus di fotonya, siapa diaaaa.
    ahahahaha….

    masih sedih enggak sempet ikutan kelas melukis, ajari aku mzzzz.

    Reply
  3. Prima Hapsari says

    23 May ’16 at 15:19

    Beneran itu lukisannya mas? Wah pengen belajar nglukis kayak gitu juga

    Reply
    • wira says

      24 May ’16 at 10:27

      Benerrr :))

      Reply
  4. Bali Go Live says

    13 Jun ’16 at 10:55

    Desa Nyambu Binaan LSM Wisnu, team kami Rio Praditia yang kasih materi untuk social media marketingnya di sana. :)

    Reply

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')Cancel reply

Primary Sidebar

Follow Us

  • YouTube
  • Instagram
  • TikTok

Popular Post

  • 5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
  • 15 Tips Fotografi Landscape
  • 5 Tips (lagi) untuk Fotografi Landscape!
  • Review Backpack : Deuter ACT Lite 40
  • Tips Berpakaian di Gunung : Layering System!

Categories

  • Bali & Nusa Tenggara
  • Beyond Indonesia
  • Camera Review
  • Culinary
  • Europe
  • Flight report
  • Foto Favorit
  • Giveaway
  • Guest Post
  • Hiking & Trekking
  • Hong Kong
  • Hotel & Resort
  • Indonesia
  • Japan
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Malaysia
  • Maluku & Papua
  • Media Trip
  • Photo Tips
  • Photoessay
  • Review
  • Saudi Arabia
  • Singapore
  • South East Asia
  • South Korea
  • Sponsored (adv)
  • Sulawesi
  • Sumatera
  • Taiwan
  • Tearsheet
  • Thailand
  • Thought
  • Tips
  • Travel Story
  • Travel Tips
  • Travel Video
  • Workshop

Copyright © 2026 · Altitude Pro on Genesis Framework · WordPress · Log in

 

Loading Comments...