Pandeglang rasa Nusa Dua. Banten rasa Bali. Mungkin itu kalimat yang cocok untuk menjelaskan Tanjung Lesung — sebuah kawasan wisata terpadu di pesisir sebelah barat pulau Jawa ini. Beberapa waktu lalu saya sempat mengunjungi Tanjung Lesung dan menginap di salah satu resort ternama disana. Tanjung lesung memang tak terlalu ramai jika bukan akhir pekan, sehingga tak banyak penginapan yang bisa ditemukan disini.

Memasuki gerbang resort, suasana tepi pantai yang panas tiba-tiba berubah menjadi rindang berkat pepohonan lebat di kiri-kanan jalan. Untuk masuk ke Tanjung lesung beach hotel di pinggir pantai, bisa menggunakan mobil listrik caddy yang biasa digunakan di lapangan golf. Di sisi kiri dan kanan jalan ini juga terdapat pemandangan yang cukup unik. Persawahan terhampar luas namun diselingi pohon-pohon lontar yang disebut salah satu petugas resort sebagai “pohon kelapa purba”.





Beberapa ratus meter kemudian, kami disambut oleh welcome drink berupa jus jambu segar dan sekelompok penari hula-hula ala hawaii yang memakai perhiasan warna-warni di beberapa bagian tubuhnya. Mereka menari-nari hingga kamipun diajak menari tarian yang katanya wajib buat semua pengunjung Tanjung Lesung. Sampai disini, saya sudah lupa kalau saya masih di Banten. Walaupun mereka sangat ramah, namun sebagian besar adalah lelaki dan nampak seperti pemain debus, hehe.
Vila Kalica atau Tanjung Lesung Beach Hotel?
Tanjung lesung beach hotel masuk di kawasan ekonomi pariwisata yang baru saja diresmikan Pak Jokowi beberapa waktu lalu. Kawasan ini mencakup area sekitar 1500 hektar! Selain hotel, Jababeka selalu pengelola juga menyediakan fasilitas villa-villa privat yang ditujukan untuk keluarga ataupun rombongan yang ingin bersantai di tempat yang lebih privat.


Villa Kalica sangat nyaman ditempati. Suasananya adem, punya tiga kamar, ruang keluarga dan kamar mandi semi outdoor, dan kolam renang di dalam. Jujur, mungkin untuk honeymoon tempat ini sangat cocok!
Kembali ke hotel. Hotel Tanjung lesung ini bukan berbentuk bangunan bertingkat. Karena memang juga tak perlu bangunan bertingkat disini karena luas area yang sangat lapang. Kamar berbentuk bungalow kayu besar dengan nyiur melambai di depannya. Makin mendekat ke pantai, kita bisa temui restoran hotel dimana juga terdapat infinity pool tempat favorit kami untuk bermain futsal dalam air (water polo)!

Pemandangan tepi pantai ini sangat tertata rapih. Walaupun pasir pantainya tak putih dan cenderung berkarang, suasana Tanjung lesung yang sepi dan syahdu cocok untuk melepaskan diri dari kegaduhan ibukota tanpa harus jauh-jauh menuju pantai Nusa Dua di Bali.
Nampaknya saya harus kembali lagi disini suatu hari nanti.

Leave a Reply to rachmat fazhryCancel reply