The hidden paradise, mungkin itu julukan yang tepat untuk pantai ini. Tidak disangka garut memiliki objek wisata pantai yang sangat indah. Berlokasi di Pameungpeuk, Garut, pantai santolo menawarkan keindahan yang tidak kalah dengan pantai-pantai di Bali.
Sebelumnya saya mendapat informasi tentang pantai santolo dari temen – temen HFB (hobby foto bandung) yang sering banget jalan-jalan kesini tapi-saya-gak-pernah-ikut. Tapi kali ini saya pergi bareng temen-temen kampus, lebih tepatnya bareng ASTACALA, UKM pecinta alam di IT Telkom dan anak – anak photoST tentunya.
Acara mereka yang diadakan dua tahun sekali ini memang tidak hanya ditujukan untuk anggotanya, tapi untuk semua mahasiswa IT Telkom.
Pantai santolo terletak di kabuptaten Garut, tepatnya di pameungpeuk. Disini kami juga mengunjungi LAPAN (lembaga penerbangan dan antariksa nasional). LAPAN disini dikhususkan untuk penelitian pembuatan roket. Ya, karena letaknya di laut, jadi kalau ada roket yang jatuh langsung ke laut. Haha..kalau ada orang lagi mancing gimana donk. :P
Pantainya sebenarnya sangat bagus, tapi sayang pengelolannya kurang baik. Contohnya aja tempat sampah itu sulit sekali ditemukan. Keindahan pantai ini jadi semakin ternoda.
Sarana umum seperti WC, kamar mandi, dan musholla juga kurang begitu diperhatikan. Banyak yang tidak terurus, kalau dibiarkan wisatawan bisa pada kabur semuanya…

Untuk akomodasi dan penginapan saya tidak tahu banyak karena kami membawa tenda sendiri. Tetapi sepertinya tidak terlalu mahal karena harga-harga makanan di warung masih normal. Tenda yang kami bawa yang diprediksikan akan muat lima orang ternyata hanya muat empat orang karena warga way kambas ini ukurannya memang tidak kecil. :D
Kemping di pantai memang agak berbeda dengan di gunung. Udara yang tidak terlalu dingin tetapi anginnya keras sekali membuat tenda rentan hancur.
Dan kelompok kami sepertinya memiliki kemungkinan terbang tendanya paling besar karena dibuat oleh anak – anak sok iyeh yang baru pertama kali kemping.
Saat tenda ditutup rasanya panas sekali, pas dibuka eh dingin banget. Serba salah deh, tapi karena capek ya akhirnya ketiduran juga..hehe


Di hari kedua kami melakukan susur pantai beberapa kilometer, memang luar biasa saat kami berjalan ke pedalaman. Disambut dengan bukit – bukit sawah mirip bukit teletubies, lanjut ke padang savana, lalu turun lagi ke pantai. Edan lah pokoknya!
Sayang sekali satu kali sunset dan sunrise dua – dua nya gagal. Tapi karena kondisi yang agak mendung saya bisa dapet foto yang moody seperti gambar pertama.
Cuaca memang tidak bisa diprediksikan. Pada saat mau memotret sunset, cuaca terlihat sangat mendung dan sudah sangat gelap karena habis hujan. Saya langsung balik ke camp, tapi yang terjadi malah langit langsung berubah jadi merah membara. Dan waktu mau balik ke pantai awan – awan merah tersebut langsung hilang. Cuma berlangsung beberapa menit. :(
Pelajaran yang dapat diambil adalah kalau mau motret landscape sore – sore, tunggu samapai bener2 gelap ga bisa ambil foto baru pulang kalo gak mau nyesel.

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')