Mengintip Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan

23
penangkaran buaya teritip kalimantan
Buayanya lucu amat..

“Kami punya 1700 ekor buaya disini,” kata pak Januari, seorang petugas penangkaran buaya teritip, salah satu destinasi yang dituju tim terios 7 wonders borneo wild adventure.

Penangkaran buaya teritip tak jauh dari hotel kami menginap yang persis di sebelah Bandara Sepinggan Balikpapan yang megah itu, hanya sekitar 20 menit berkendara.

Sebenarnya, membayangkan makhluk amfibi purbakala ini saja saya sudah ngeri. Sekarang, malah bakal melihat mereka dari jarak dekat. Ampun deh!

Teritip adalah pusat penangkaran bagi sejumlah besar buaya di Kalimantan Timur. Saat ini, ada tiga jenis buaya yang ditangkarkan disini. Mereka adalah buaya muara (Crocodylus porosus) dan dua spesies yang terancam punah yaitu buaya air tawar (Crocodylus siamensis) serta buaya supit (Tomistoma segellly).

Tomistoma segellly
Awas Tangan!

Para buaya ini dibesarkan di dalam puluhan kandang di lahan seluas 5 hektar. Kandang ini dipisahkan menjadi empat jenis yaitu, kandang untuk anak buaya, kandang untuk menimbang berat badan buaya, kandang untuk buaya muda, dan kandang untuk buaya dewasa. Setiap pengunjung harus membayar Rp15.000,00 per orang untuk bisa masuk. Buka setiap hari Senin hingga Minggu pukul 8.00-17.00.

Tomistoma segellly
Buaya yang bisa dilihat di Teritip

“Yang mau sate buaya juga ada, bisa meningkatkan vitalitas pria,” ujar pak Januari.

Saya kadang agak bingung, kenapa kalau makan hewan yang agak ‘aneh’ pasti khasiatnya untuk ‘meningkatkan-vitalitas’. Saya mau coba, tapi karena belum bisa membuktikan khasiatnya, lain kali saja deh!

Saat berkeliling, saya kaget melihat salah seorang petugas sedang ‘menguras air kolam’ di dalam kandang buaya! Hiiii!

Dengan santainya, ia membersihkan dan mengganti air kolam, sambil sesekali menyiram buaya yang sedang dipinggirkan supaya tak kepanasan.

Ampun pakkkk nggak takut dimakan apa? :))
Ampun pakkkk nggak takut dimakan apa? :))

Buaya dikenal orang sebagai hewan yang liar, buas, dan berbahaya. Di Penangkaran Buaya Teritip, saya bisa melihat secara dekat gerak-gerik hewan amfibi tersebut.  Kita juga dapat langsung memberikan makan berupa ikan dan ayam hidup kepada buaya yang ditangkar. Saat buaya-buaya berebut makanan, kelakuan mereka yang buas itu adalah atraksi menjadi hal yang menarik perhatian pengunjung. Serem!

Sebenarnya jadwal pemberian makan buaya ada dua kali dalam seminggu. Tapi, pengunjung bisa membeli satu ekor ayam dan langsung memberikan makan kepada buaya-buaya yang ditangkar.

Selain melihat proses pemberian makan buaya, pengunjung juga bisa menikmati wisata satwa lainnya, yaitu menunggang dua gajah Lampung yang ada di kompleks penangkaran buaya. Sebagai suvenir, bisa diperoleh berbagai cinderamata berbentuk buaya.

Pak Januari kemudian membuka salah satu kandang, dan menawarkan kepada kami,”Mau foto bareng buaya?”

“…….”

teritip
teritip
"Jangan lupa sikat gigi ya Aya," kata Bang Januari kepada buaya kesayangannya. :))
“Jangan lupa sikat gigi ya Aya,” kata Bang Januari kepada buaya kesayangannya. :))

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan ke Samarinda sejauh 120 kilometer. Jalanan mulus tanpa hambatan berarti. Sesampainya di Samarinda, kami disambut oleh anak-anak SMK disana. Kali ini, tim Terios 7 wonders punya misi edukasi. Selain memberikan beberapa engine mobil terbaru untuk praktikum para siswa SMK, kami juga berbagi materi tentang perilaku mengemudi yang baik dan juga sedikit berbagi foto tentang keindahan Indonesia yang dieksplore oleh tujuh buah mobil Terios ini.

daihatsu sahabatku petualang
Sumbangan beberapa mesin mobil oleh daihatsu untuk siswa-siswa SMK

Karena berdekatan dengan hari idul adha, tim Terios 7 Wonders juga menyumbang kambing sebanyak tujuh buah di masjid depan SMK. Tak lupa, 700 pohon juga ditanam oleh kami untuk mengingatkan kita akan hutan-hutan Kalimantan, paru-parunya dunia yang harus selalu kita jaga. Karena sepanjang perjalanan, yang kami lihat sebagian besar adalah kebun sawit dan hutan yang terbakar. Sedih dan sangat ironis, bukan?

Daihatsu berbagi
Daihatsu berbagi
islamic center samarinda terbesar masjid
Mejeng dulu di depan Masjid Islamic center samarinda, masjid terbesar Indonesia kedua setelah Istiqlal.

Mari kita lanjutkan perjalanan ke Desa suku dayak Pampang!

Ekspedisi Terios 7 Wonders ini adalah perjalanan media bersama Daihatsu. Semua opini adalah milik pribadi. Lihat tulisan lainnya dibawah ini.

  1. Menerobos Kabut Asap Kalimantan — Terios 7 Wonders
  2. Bertemu Orang Utan Liar di Taman Nasional Sebangau
  3. Monitor, Mari Makan Lontong Orari, Ganti! 
  4. 8 Blogger Kece yang Ikut Berpetualang Bersama di Borneo Wild Adventure 
  5. Bertemu Bekantan di Pulau Kaget, Monyet Ganteng Tapi Pemalu 
  6. 14 Tips Untuk Konvoi Perjalanan Darat Jarak Jauh dengan Mobil 
  7. Anggrek liar di Kalimantan, Masihkah Ada?
  8. PALIAT, Kuliner Nikmat Khas Tabalong!
  9. Kerbau Amuntai yang Punya Hobi Aneh : Berenang!
  10. Mengintip Penangkaran Buaya Teritip Balikpapan -> you are here!
  11. Potret Adat Dayak Kenyah di Desa Pampang, Samarinda
  12. Pohon Ulin Terbesar di Dunia Ada di Taman Nasional Kutai!
  13. Tak usah Ragu, Inilah 7 Alasan Mengapa Derawan Harus Jadi Destinasi Liburanmu Selanjutnya!
  14. 7 Pengalaman Menakjubkan Yang Kami Temui Selama Perjalanan ‘Terios 7 Wonders Borneo Wild Adventure’! (plus video perjalanan!)

23 COMMENTS

  1. Foto yang terakhir itu tuh yang selalu bikin kangen, pernah sekali kesana bareng temen-temen, tapi kalau yang penangkarannya belum pernah. Malah baru tau ini :D

Bagaimana menurutmu? Silakan tinggalkan komentar dibawah ini ya! :')